Kisah Para Rasul 14:5-18,
Yohanes 14:21-26
Shalom,
Kristus mengatakan yang mengasihi Dia adalah orang yang dengan setia mau memegang dan melakukan perintah-perintahNya.
Kepada orang yang mengasihiNya itu, Bapa dan Kristus pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan (menunjukkan) kehadiranNya kepadanya saat masih hidup di dunia dan dilayakkan untuk tinggal bersama Bapa setelah beralih kekehidupan kekal.
Lihat juga: Bekerja untuk Kehidupan Kekal
Lihat juga: Menjadi Murid Kristus
Murid-murid Kristus tidak dapat lagi melihat Kristus dengan panca indera mereka, setelah Kristus naik ke surga.
Tetapi bagi orang yang selalu mentaati perintah-perintahNya, Kristus akan memberi indera rohani untuk dapat melihat kehadiranNya dalam diri orang-orang di sekitarnya atau melalui kejadian-kejadian yang diizinkan untuk dialami atau dilihat.
Orang yang beriman kepada Kristus, akan melihat penampakkan Kristus dalam diri orang yang tulus berbuat kasih kepada sesama, khususnya yang sedang berbeban berat.
Melalui orang yang mampu mengampuni orang yang sesungguhnya tidak layak lagi diampuni, atau melalui peristiwa-peristiwa ajaib yang sering dianggap suatu ‘kebetulan’ saja.
Inilah cara Kristus menampakkan kehadiran DiriNya dalam kehidupan sehari-hari kita.
Lihat juga: Hari Raya Kabar Sukacita
Lihat juga: Tidak Ada yang dapat Memisahkan Kasih Kristus kepada Kita
Yudas Tadeus bertanya kepada Kristus, kenapa Dia hanya mau menampakkan Diri kepada mereka saja (murid-muridNya sendiri) bukan kepada semua orang (dunia).
Jawabannya adalah karena tidak semua orang mau percaya dan mentaati FirmanNya.
Bagi orang-orang yang tidak mau percaya, tidak akan dapat melihat kebenaran Firman dan kesempurnaan rancangan Allah sehingga mau mentaatinya, karena membatasi kuasa Allah sejauh kempuannya berpikir sendiri saja.
Ketaatan kepada Allah akan diuji ketika kita menghadapi sesuatu yang kita tidak suka untuk melakukannya tetapi sadar bahwa itu kehendak Allah, seperti saat Tuhan meminta kita mengampuni orang yang telah menyakiti.
Kepercayaan akan diuji ketika kita menghadapi hal-hal yang tidak mampu kita mengerti tetapi Allah menghendaki kita tetap mensyukuri pemberianNya itu sebagai yang terbaik.
Lihat juga: Pastor Kopong: Yesus Naik ke Surga Sungguh Allah dan Sungguh Manusia, Bukan Manusia Biasa (Isa Almasih)
Lihat juga: Yesus Tanda Kasih Sejati dari Surga
Ketika Kristus naik ke surga, masa pengajaranNya telah selesai.
Dia telah menyampaikan semua yang mau disampaikan Bapa kepada manusia.
Selanjutnya, Kristus memohon kepada Bapa untuk mengutus Penolong lain bagi kita semua, untuk dapat mengingat (memegang), memahami dan mentaati apa yang telah diajarkanNya, karena Dia tahu betapa lemahnya kita saat menghadapi tantangan dan godaan berbuat dosa.
Penolong itu adalah Roh Kudus. Karena berupa Roh, maka Dia tidak dibatasi waktu dan tempat.
Dia dapat berada di mana saja dan menolong kita semua kapan saja, sampai akhir zaman.
Roh Kudus ini juga yang memampukan kita semua untuk melaksanakan tugas perutusan, untuk mewartakan Injil kepada semua makhluk di seluruh dunia.
Lihat juga: Memperbarui Dunia dengan Perintah Kasih yang Baru
Lihat juga: Katekese: Roh Kudus
Untuk menghindari rencana pembunuhan dari orang-orang Yahudi di Ikonium, Paulus dan Barnabas menyingkir ke Provisi Likaonia, yaitu ke kota Listra, Derbe dan daerah-daerah di sekelilingnya.
Di Listra, saat sedang mewartakan Injil, dengan kuasa Roh Kudus Paulus membuat mujizat penyembuhan terhadap orang yang kakinya lumpuh sejak lahir.
Ketika menyaksikan mujizat itu, orang-orang di kota itu percaya bahwa Paulus dan Barnabas adalah dewa-dewa yang mereka sembah, yang tengah turun ke dunia dalam rupa manusia.
Keduanya berusaha menyadarkan orang-orang di kota itu, bahwa mereka berdua hanya manusia biasa yang diutus untuk membuat semua orang percaya kepada Allah yang benar, Allah yang menciptakan alam sentosa.
Meskipun demikian, banyak orang tetap memaksa memberikan korban persembahan kepada keduanya.
Penduduk di Listra walaupun telah menyaksikan mujizat Allah dan mendengar pewartaan Injil, mereka tetap tidak mau percaya kepada Allah yang Maha Kuasa.
Mereka tetap terperangkap dengan keyakinan diri sendiri bahwa keajaiban hanya bisa dilakukan oleh dewa-dewa yang mereka sembah.
Lihat juga: Menghayati Mujizat di Kana
Lihat juga: Luar Biasa Indah Roh Kudus Memimpin Kita
Roh Kudus bekerja pada Paulus dan Barnabas selain dengan memampukan mereka berkhotbah dan memyembuhkan yang sakit, juga dengan memgingatkan mereka untuk tidak larut dalam puja dan puji.
Saat ini Roh Kudus bekerja untuk mengingatkan kita semua akan ajaran-ajaran Kristus dan agar mentaati pesanNya untuk mewartakan Injil ke semua orang di seluruh dunia.
Agar mampu melaku lkan tugas itu, Roh mencurahkan kuta berbagai karunia karismatis (1 Korintus 12:8-10).
Akan tetapi janganlah menjadi seperti orang-orang di Listra, yang ketika melihat mujizat terjadi melalui perantaraan seorang hamba Tuhan, kita bukan mensyukuri dan semakin mengimani Allah yang Maha Kuasa tetapi malahan men-tuhan-kan hamba Allahnya.
Lihat juga: Membawa yang Lumpuh ke Hadapan Kristus
Lihat juga: Menghayati Mujizat Allah
Setelah Kristus kembali ke Rumah Bapa, Roh Kudus bekerja untuk selalu mengingatkan, memahami dan mentaatai ajaran-ajaran Kristus sebagai wujud kasih kepada Bapa, sehingga pada saatnya kita boleh dilayakkan tinggal di Rumah Bapa yang damai dan abadi.
Dengan pertolongan Roh Kudus, mata hati kita akan dicelikkan untuk dapat melihat kehadiran Kristus di tengah dunia ini melalui orang-orang dan kejadian-kejadian di sekitar kita.
Roh Kudus juga akan bekerja untuk menjadikan kita sebagai alat Allah untuk menghadirkan kasih dan kuasa Kristus di tengah dunia yang sering terlena.
Semoga dengan semakin peka untuk melihat dan mengalami kehadiran Kristus dalam aktivitas sehari-hari, kita semakin disemangati dan dikuatkan untuk selalu taat dan percaya kepada FirmanNya.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Iman dan Ketaatan
Lihat juga: Berdoa dan Mendengarkan FirmanNya
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












