Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya (Lukas 6:40).

Sewaktu aktif kuliah saya seraya mengajar pendidikan agama katolik untuk murid kelas 1-6 di sekolah swasta di daerah Sunter, Jakarta Utara.

Banyak dinamika yang saya alami saat menjadi guru mereka pada tahun 2008-2010.

Pada anak usia kelas 1 dan 2 mereka terlihat imut, lucu, dan menggemaskan.

Pada usia kelas 3-4 mereka terlihat ramai, seru, dan aktif.

Sedangkan pada usia kelas 5-6 mereka terlihat kalem, santai, dan kritis dalam tanya jawab.

Demikian sekilas kesan saya secara umum saat mengingat mereka kembali dalam refleksi saat ini.

Selain menjadi guru honorer di sekolah, saya juga pernah menjadi fasilitator dan katekis mengajar peserta komuni pertama.

Saya mengakui menjadi murid ternyata sangat berbeda saat menjadi guru.

Kalau dulu saat menjadi murid pengetahuan saya terbatas, saya mesti banyak belajar, dan kurang terbuka cakrawala berpikirnya.

Namun saat menjadi guru, pengetahuan yang dimiliki perlu lebih luas dari seorang murid.

Ilmu yang dipelajari perlu lebih banyak dari para muridnya.

Dalam keterbatasan saya menjadi seorang guru honorer, fasilitator, dan katekis, saya mengakui banyak belajar dari sosok Yesus Sang Guru.

Yesus menginspirasi saya dalam mewartakan Kerajaan Allah.

Roh Kudus membimbing saya dalam pengajaran iman katolik.

Dalam Lukas 6:40 Yesus mengatakan bahwa seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Saya diinspirasi ayat 40 itu saat merefleksikan Lukas 6:39-42.

Sebagai murid Yesus, saya mengakui belum berakhir dalam belajar pada Sang Guru.

Dalam Injil Matius, Yesus mengatakan “Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya” (bdk. Matius 10:25a).

Dalam Injil Yohanes, Yesus mengingatkan bahwa seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. “Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu” (Yohanes 15:20).

Ayat-ayat yang saya refleksikan kali ini menginspirasi saya bukan hanya menjadi seorang murid saja, tetapi juga menjadi hamba yang menuruti Sabda Tuhan, membagikan cinta kasih Allah, dan peduli kepada sesama.

Para sahabat terkasih,

Pada masa pandemi dan menuju endemi nanti, menjadi murid Yesus masih tetap relevan bagi kehidupan kita.

Dengan menjadi murid Yesus yang menaati protokol kesehatan, kita mewujudkan kesehatan komunal.

Mari kita menjadi murid yang sama seperti Yesus dalam bimbingan Roh Kudus, secara khusus kita mewartakan Kerajaan Allah, membagikan cinta kasih Tuhan kepada keluarga, sahabat, dan sesama kita.

Setiakah saya menjadi murid Yesus?

Refleksi Awam oleh SY Melki SP di Bekasi Utara, 10 September 2021, Jumat Pekan Biasa XXIII, St. Theodorus; St. Nikolaus Tolentino


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Katolik Kutip 1 Timotius 2:1-4 dan Doa Santo Fransiskus Asisi Saat Doa Kebangsaan di Monas

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Mengucapkan Hal yang Tersembunyi

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Uskup Larantuka Ajak Umat Katolik Ziarah Rohani ke Bukit Fatima dan Kapela Gabriel Manek

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Rosario Jadi Harta Diaspora Asal Flores Menurut Uskup Hans Monteiro

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Hans Monteiro Tegaskan Pelecehan Seksual Dosa Berat, Hukumannya Berat

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Larantuka Harapkan Diaspora Flotim-Lembata Jadi Duta Damai

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Uskup Yohanes Hans Monteiro: Memahami Imago Dei Maka Kita Tidak Ada Perpecahan atau Perang

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading