Refleksi Part 1-3 (Ending) dan Kiat Belajar S2

HATIYANGBERTELINGA.COM – Segala puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas semester pertama yang telah dilalui dengan hasil (KHS) di luar ekspektasi.

Nilai seperti pada foto di atas untuk sebagian orang mungkin menganggapnya biasa saja atau mungkin angkanya belum maksimal atau justru mungkin tidak peduli. Namun untuk saya, nilai itu sangat luar biasa.

Dukungan dari semua pihak (yang tidak disebutkan satu per satu; bunda Joice, dkk), khususnya keluarga, terutama istri dan anak-anak, telah membuahkan hasil yang telah diumumkan pada SIKA, Minggu, 22 Februari 2026.

Harapannya semoga pencapaian kali ini menjadi awal yang baik hingga lulus nanti.

Lihat juga: Dari Arti WFH Menjadi Memberitakan Kerajaan Allah

Lihat juga: Habib Masuk Ordo Yesuit!!! #Refleksi Awam tentang Hidup Panggilan

Terima kasih untuk para dosen yang berbaik hati dengan profesionalnya telah memberikan nilainya; kiranya sehat selalu, sejahtera, dan berkah selalu untuk karya dan tugasnya.

Langkah selanjutnya diputuskan untuk memasuki semester kedua dengan tantangan dan dinamikanya yang akan dimulai dengan pengisian KRS pada 28 Februari 2026 dan 1 Maret 2026.

Semangat belajar untuk kita semua, tetaplah rendah hati seperti ilmu padi, selalu jaga kesehatan dan kiranya ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi semua pihak, serta nama Tuhan semakin dimuliakan.

Refkeksi pada Hari Minggu Prapaskah I di Rawa Lumbu, Bekasi Timur.

Happy Sunday.

Tuhan memberkati kita semua.

Lihat juga: Siapakah Sesamaku??? #Sharing & Refleksi dari Seorang Pastor dan Awam

Lihat juga: Kebaikan Tuhan via Korek Gas

Lanjutan part 2 … sejak melihat hasil nilai ini (KHS) semester pertama, banyak respons beragam dan komentar dari keluarga dan kolega.

Mulai dari istri yang terus memberikan support: “Tetap humbleeee ya melkiii. Ilmu Padiii pleaseee. Makin berisi Makin merunduk” hingga adik bungsu yang bilang: “awalan aja uda segitu bang, harus pertahankan dan tingkatkan lagi, gak boleh kurang walau cuma 1 poin” serta rekan kerja yang agak lebay labelin “cum laude” yang minta dibikin acara makan-makan.

Namun demikian, justru saya sendiri masih merasa tidak menyangka karena di luar ekspektasi awal dengan nilai yang ada saat ini. Banyak hal teringat sejak awal perkuliahan, UTS, UAS, dan UPM.

Lihat juga: RIP Sr Hildegard Hayon CB, Teman Curhat Online Kami, Penulis Renungan

Lihat juga: Menjadi Murid yang Sama Seperti Yesus Sang Guru

Ekspektasi awal mungkin dapat nilainya sekitar 3,2 – 3,3-an tapi Tuhan memberikan lebih hingga 3,8 di luar dugaan berkat dan rahmat Tuhan ini.

Saya bersyukur dengan hasilnya walau proses menjalankannya itu juga tak kalah penting. Semester kedua dan seterusnya semakin menarik untuk segera dijalankan.

Satu dua kiat penting yang saya mau bagikan saat proses belajar selama ini di antaranya: diperlukan daya ingat, analitif, kreatif, improvisasi, berpikir kritis, serta diperkuat Teori & Tokoh yang menjadi dasar pemikiran. Selain itu aktif dalam perkuliahan dan semangat belajar dari banyak hal termasuk dari sumber digitalisasi teknologi.

Pengalaman kali ini luar biasa. Sejak hari Minggu (22/2/2026) kemarin hingga refleksi ini ditulis lagi lanjutannya pada hari Senin (23/2/2026) begitu campur perasaan dan pikiran ini dengan ucapan syukur kepada Tuhan.

Lihat juga: Mintalah Darah Yesus Mengambil Keterikatan Kita

Lihat juga: Waspada Pengikut Yesus Menjadi Penghuni Neraka

Terima kasih untuk semua pihak yang terus memberikan dukungannya. Tetap semangat untuk terus belajar dari segala hal. Tuhan memberkati kita.

Ditulis di Jakarta, 23 Februari 2026.

Lanjutan part 3 … Pagi ini, Selasa (24/2/2026) rasa bersyukur dan kagum pada kuasa Tuhan yang luar biasa untuk setiap proses yang dilalui, termasuk nilai yang lumayan tinggi bagi saya pada semester pertama.

Dulu saat S1, dapat nilai 3,4an saja sudah sangat berjuang keras dengan berbagai urusan lainnya. Tapi saat S2 dapat nilai 3,8an merupakan prestasi luar biasa dengan berbagai pengalaman yang telah dilalui selama ini.

Lihat juga: Ganti Suku Cadang, Jadi Manusia Baru Citra Kristus

Lihat juga: Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

Selama 3 hari terakhir saya masih mengingat-ingat apa saja yang telah dilalui sejak memilih untuk melanjutkan S2.

Tanpa dukungan istri, keluarga dan kolega mungkin saya tidak dapat mencapai keberhasilan seperti pada titik sekarang ini.

Saya merasakan kuasa dan pernyataan Tuhan yang terus berkarya hingga detik ini. Tanpa dimaknai dan direfleksikan maka semuanya itu akan berlalu begitu saja.

Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus mengatakan “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.” (Efesus 5:20)

Lihat juga: Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

Lihat juga: Ini Manfaat Ajak Anak Merefleksikan Apa yang Sudah Dilakukannya

Nasihat Santo Paulus itu menurut saya masih relevan dan aktual hingga saat ini, termasuk pengalaman yang saya alami mendapatkan nilai yang tinggi pada semester pertama.

Nilai itu bukan sekadar angka tetapi ada makna dan proses pengalaman di baliknya yang telah dilalui. Banyak hal yang dilalui itu membuat saya pada kesempatan ini merefleksikan kembali bahwa ternyata karya Tuhan luar biasa. Oleh karena itu, saya mengucap syukur dalam segala sesuatu yang Tuhan nyatakan dalam hidup ini.

Tuhan telah memberikan akal budi, pikiran untuk digunakan dengan baik dan benar. Tuhan telah memberikan hati, perasaan untuk merasakan segala emosional yang dialami. Tuhan telah menyatakan kehendak-Nya untuk kita yang mengasihi dan mengimani-Nya. Bahkan Tuhan memberikan sehat, kesehatan dan umur panjang untuk kita syukuri dalam setiap nafas kehidupan ini.

Para sahabat, saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus, saat ini saya mengajak untuk kita semua memaknai dan mensyukuri kembali setiap peristiwa dan pengalaman yang telah kita lalui.

Ada pengalaman yang tidak menyenangkan, ada peristiwa yang tidak baik, bahkan sebaliknya apabila ada peristiwa dan pengalaman yang luar biasa dalam hidup kita, apakah kita mau mensyukurinya dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita?

Lihat juga: Manfaat Menulis Jurnal Sebelum Tidur

Lihat juga: Berkat Tuhan via Tas Jubah Misa Romo Sebas

Saya mengutip kembali pernyataan berikut: “Mari kita mulai lagi, sebab kita belum berbuat apa-apa,” kata Santo Fransiskus dari Asisi.

Dalam kesempatan ini kita diajak untuk memulai lagi segala sesuatunya dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Begitu banyak peristiwa dan pengalaman baru yang akan kita lewati lagi. Hari ini saat kita menyadari maka mulailah dengan ucapan syukur seketika itu juga teringat dan terlintas dalam benak pikiran dan hati kita.

Selain itu rasakan juga segala perasaan yang ada di hati kita saat mengingat pengalaman dan peristiwa yang dilalui, mungkin ada perasaan sedih-duka, sukacita, gembira atau bahagia agar kita memaknai segala sesuatunya sebagai ungkapan syukur atas karya kuasa Tuhan yang luar biasa selalu berkarya bagi hidup kita di dunia ini.

Mari kita juga berbagi, bersaksi dengan membagikan pengalaman dan peristiwa kuasa karya Tuhan yang telah kita rasakan kepada sesama, keluarga dan kolega, bahkan orang-orang yang sangat membutuhkan kita.

Tetap semangat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Refleksi penutup part 1-3 ditulis di Jakarta, 24 Februari 2026.

Salam Mecin

“Mendengar dengan Cinta”

Lihat juga: Perlindungan Allah Via Bearing Roda Motor

Lihat juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Related Posts

Leave a Reply

Spiritualitas

Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

3 Spirit & Mindset Efata Community

3 Spirit & Mindset Efata Community

Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

Persembahan untuk Tuhan

Persembahan untuk Tuhan

Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

Pendidikan Bernafas Eros

Pendidikan Bernafas Eros

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading