Orang Tua Perlu Terapkan Pola Asuh Dialogis

HATIYANGBERTELINGA.COM – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengingatkan orang tua mengenai pentingnya menerapkan pola asuh dialogis guna mendukung tumbuh kembang anak.

“Komnas Perlindungan Anak mengajak masyarakat untuk menerapkan pola asuh dialogis dan partisipatif,” kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (6/6/2022).

Lihat juga: Orang Tua Perlu Hargai Potensi Anak

Arist menjelaskan pola asuh dialogis atau partisipatif adalah pola asuh yang mengedepankan dialog dan bertukar pikiran dalam menjalankan komunikasi dan interaksi antara orang tua dan anak.

“Dalam pola asuh ini orang tua tidak hanya memberikan nasihat, namun juga melibatkan pendapat anak dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Lihat juga: Orangtua Segera Lengkapi Imunisasi Anak Agar Terhindar Penyakit

Pola asuh dialogis, kata dia, membawa dampak positif pada sang buah hati karena dapat mendewasakan anak dan membentuk karakter kepemimpinan dalam diri anak.

“Pola asuh ini akan menetapkan keluarga sebagai media dan wahana utama dalam proses tumbuh kembang anak,” katanya.

Lihat juga: Tips Membangun Ikatan Kuat Antara Orang Tua dengan Anak

Terkait hal tersebut, kata dia, orang tua yang masih menerapkan pola asuh yang otoriter perlu mengubah paradigma dan menerapkan pola asuh dialogis dan partisipatif.

“Dengan pola asuh dua arah yang melibatkan anak dalam berpendapat dan berargumen diharapkan akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” katanya.

Lihat juga: Kiat Bagi Orang Tua untuk Optimalkan Fungsi Sensoris Anak

Arist menambahkan bahwa setiap tanggal 29 Juni masyarakat Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Momentum Harganas, kata dia, sangat tepat untuk mengoptimalkan pola asuh yang tepat di tengah keluarga.

Lihat juga: Manfaat Bagi Anak Dibacakan Buku Cerita Sebelum Tidur

“Momentum Harganas diharapkan dapat meningkatkan lagi optimalisasi fungsi keluarga di tengah masyarakat yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan untuk mewujudkan keluarga yang berketahanan,” katanya.

Pola asuh yang tepat yang diterapkan pada anak, kata dia, merupakan bagian dari optimalisasi fungsi keluarga yaitu fungsi cinta kasih, melindungi hingga pendidikan di tengah keluarga. (ANTARA)

Lihat jugaLima Tips Hadapi Tantangan Anak Belajar Daring


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading