05 March 2024

Tips Membangun Ikatan Kuat Antara Orang Tua dengan Anak

6

HATIYANGBERTELINGA.COM – Ada cara mudah agar ikatan orang tua dan anak dapat menjadi kuat saat pandemi, salah satunya dengan pengelolaan emosi yang baik.

Dengan pengelolaan emosi baik yang dimulai dari orang tua ketika mengalami tekanan atau stres, maka nantinya anak dapat lebih nyaman saat berinteraksi selama proses menjalin ikatan tersebut, kata Psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI), Ajeng Raviando.

“Kadangkala orang tua lupa untuk mengatur stres-nya. Sering lupa kalau ketika kita mengalami gangguan kesehatan mental, anggota keluarga yang lain terdampak. Jadi memang perlu ada pengendalian emosi,” kata Ajeng dalam acara virtual, Sabtu (26/3/2022).

Baca juga: Penting! Tanamkan Kebahagiaan Anak Sejak Dini

Ketika stres pastikan orang tua dapat mengendalikannya tanpa memengaruhi komunikasi dengan sang buah hati.

Misalnya ketika orang tua stres akibat pekerjaan, jangan sampai suara orang tua saat berkomunikasi dengan anak menjadi meninggi.

Hal sebaliknya juga terjadi ketika anak stres, orang tua harus mencari cara agar anak dapat mengendalikan emosinya dan menemukan solusinya bersama-sama.

Baca juga: Wahai Orang Tua, Pujilah Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Ajeng menyebut tidak sedikit di tengah masa pandemi, orang tua dan anaknya berkonflik mengenai masalah pelajaran sekolah karena sang anak merasa stres harus belajar terus di rumah tanpa memahami materi belajarnya.

Ketika kondisi tersebut terjadi, carilah kegiatan yang dapat melepaskan stres untuk dilakukan bersama-sama.

Dengan demikian selain membantu mengatasi tekanan yang dialami masing-masing pribadi, ikatan antara anak dan orang tua dari melakukan aktivitas bersama dapat juga berjalan ke arah yang positif.

Baca juga: Rasa Bangga Orang Tua Buat Anak Jadi Pribadi Unggul

Beberapa ide kegiatan yang dapat dilakukan bersama-sama dengan anak untuk melepaskan stres dan cocok di masa pandemi di antaranya, pertama, berjalan mengelilingi komplek rumah.

Kedua, dapat juga memasak sarapan atau makanan untuk keluarga.

Beberapa kegiatan tadi selain berpengaruh baik pada kesehatan mental, dapat juga membangun kepercayaan antara ibu dan anak.

Baca juga: Tujuh Tips Kebiasaan Digital yang Baik untuk Anak

Ternyata hal itu juga sekaligus menunaikan tugas-tugas rumah yang biasanya hanya dilakukan oleh satu pihak saja.

“Jadi saat membangun ikatan (bonding) dengan anak, kita bisa memasukkan kegiatan itu tetap kreatif tapi juga produktif meski terbatas di area rumah saja,” kata Ajeng.

Baca juga: Empat Kiat Cerdas Tingkatkan Semangat Belajar Anak