Kejadian 19:15-29
Matius 8:23-27
Shalom,
Setelah sepanjang hari mengajar banyak orang, Kristus mengajak para rasulNya menyeberangi danau Galilea dengan perahu. Karena lelah, dalam penyeberangan itu Kristus tertidur.
Tiba-tiba di tengah danau itu badai menerjang begitu hebat sehingga perahu merekapun terombang ambing tanpa dapat dikendalikan lagi.
Kebanyakan para rasul adalah nelayan dan berasal dari daerah tersebut, tetapi karena dahsyatnya badai, mereka panik.
Dalam situasi itu mereka merasa kecewa melihat Kristus masih tertidur. Karena itu mereka membangunkan Dia dan meminta Dia berbuat sesuatu untuk menolong.
Setelah bangun, pertama-tama Kristus menegur para rasul: ‘Mengapa kamu ketakutan, hai kamu yang kurang percaya?’
Kristus kecewa kepada mereka, karena mereka baru saja mendengarkan ajaran-ajaranNya dan menyaksikan Dia membuat banyak mujizat penyembuhan. Tetapi ternyata mereka tetap kurang percaya kepadaNya.
Dia lalu menghardik angin dan air danau yang seketika menjadi tenang.
Orang-orang yang menyaksikan ini menjadi sangat terpesona dan bertanya-tanya, Siapakan Dia ini sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya.
Lihat juga: Yesus Menemani & Menopang Penderitaan Kita
Lihat juga: Kasih Mengatasi Badai
Di dalam kehidupan sehari-hari, kadang badai menghantam tanpa terduga, sehingga membuat kita bingung, limbung dan berseru-seru meminta pertolongan Tuhan.
Badai dapat terjadi dalam rupa kehilangan orang yang sangat dikasihi dan mengasihi kita, dalam rupa sakit penyakit yang mengancam kehidupan, atau berbagai musibah.
Dalam situasi kritis, kitapun sering kecewa karena merasa Kristus seperti tidak mau peduli.
Dia seperti tertidur. Akan tetapi sesungguhnya Dia tidak pernah jauh dari kita.
Teguran Kristus kepada para rasul di danau Galilea, juga tertuju kepada kita dan perlu kita resapi di dalam hati yang paling dalam, mengapa kita sering begitu takut dan tidak percaya bahwa Ia mampu dan mau menolong.
Para rasul tahu bahwa Kristus ada bersama mereka, tetapi tidak sabar dan tidak cukup percaya bahwa pada saat yang tepat, Dia pasti bertindak.
Begitu juga yang sering terjadi pada diri kita. Sadar bahwa Allah mengasihi kita, tetapi tidak cukup percaya akan FirmanNya bahwa Allah setia dan karena itu tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita.
Di saat pencobaan datang, Ia akan memberi jalan keluar agar kita dapat menanggungnya’ (1 Korintus 10:13).
Tuhan sebenarnya selalu memberi kekuatan dan menyediakan jalan keluar dari setiap persoalan, tetapi karena panik dan kurang percaya, kita tidak cukup peka untuk mendengar bisikanNya.
Lihat juga: Dengarkanlah Kristus
Lihat juga: Berdoa dan Mendengarkan FirmanNya
Penduduk kota Sodom dan Gomora sangat kejam dan tidak bermoral.
Segala kejahatan dan penyimpangan sexual dilakukan dengab bebas dan bersama-sama.
Dalam situasi kacau seperti itu, di manakah Tuhan, mengapa Dia sedari awal diam saja?
Apakah Allah tertidur sehingga tidak melihat segala kekejian itu?
Saat ini, sesungguhnya segala kejahatan yang dilakukan di kota Sodom dan Gomorah, kembali terjadi.
Penyimpangan-penyimpangan sexual, korupsi, pemerasan dan penindasan yang kuat terhadap yang lebih lemah terjadi begitu sering, baik dilakukan dengan terang-terangan maupun terselubung.
Tidak ada lagi kejahatan di Sodom dan Gomora yang tidak dilakukan dibanyak kota di seluruh dunia.
Meskipun begitu, percayalah bahwa Allah tidak menutup mata.
Pada saatnya, dalam kerahimanNya, Dia akan bertindak dan menghancurkan segala yang jahat dan menyelamatkan yang tetap setia dan taat.
Lihat juga: Tuhan Setia Mengirim Pertolongan
Lihat juga: Malaikat Bobo Versi Calista
Allah mengutus malaikatNya untuk menyelamatkan Lot dan keluarganya dari bencana kehancuran di kotanya, karena ternyata di kota itu tidak sampai 10 orang yang tetap taat dan setia pada Yahwe.
Tetapi sayangnya, istri Lot hatinya terlalu berat untuk meninggalkan kehidupan lama, untuk melepaskan berbagai kenikmatan dosa selama ini.
Dia sudah dalam perjalanan keluar dari kesesatan yang menghancurkan, tetapi akhirnya melawan peringatan malaikat untuk tidak menoleh ke belakang.
Dalam sekejap dia menerima kematian dan tubuhnya menjadi tiang garam (Kejadian 19:26).
Kalau tidak waspada, apa yang diperbuat dan kemudian dialami istri Lot, juga dapat terjadi pada diri setiap kita.
Allah telah memanggil dan menyelamatkan hidup kita, tetapi kemudian kita masih menoleh, masih merindukan dan akhirnya jatuh kembali dalam dosa-dosa lama yang memberi kenikmatan sesaat, tetapi yang pasti membawa kepada kematian yang mengerikan.
Lihat juga: Percaya Pada Kehidupan Setelah Kematian
Lihat juga: Melakukan yang Baik di Hadapan Allah
Allah tidak pernah tertidur. Dia selalu ada dan melihat dengan cermat segala yang terjadi.
Di dalam pergulatan hidup yang mencekam atau di tengah kejahatan yang dilakukan dengan bebas oleh banyak orang, Allah tetap hadir dan pasti akan bertindak pada saat yang paling tepat untuk menolong dan menyelamatkan yang tetap taat dan percaya kepadaNya tetapi akan menghukum mereka yang terus berkeras tidak mau melepaskan diri dari keterikatan-keterikatan duniawi yang melawan Firman Allah.
Semoga kita tetap mau berjuang menjadi orang yang percaya kepada Kristus, dalam segala situasi kondisi kehidupan.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa
Lihat juga: Kristus Menyediakan Santapan untuk Kita
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










