Yesaya 55:10-11, Matius 6:7-15
Shalom,
Kristus mengatakan: ‘Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu minta kepadaNya’. Meskipun begitu, Dia ingin kita menyampaikan sendiri apa yang kita butuhkan, supaya dengan demikian dapat terjalin komunikasi antara kita dengan Dia yang mengasihi kita.
Komunikasi yang baik dengan Tuhan akan memampukan kita untuk lebih dapat bersyukur atas segala anugerahNya sehingga dapat tetap taat pada saat tidak mampu memahami rancangan-rancanganNya.
Lihat juga: Doa Mulia Si Tukang Parkir
Kristus mengingatkan, dalam berdoa, untuk menyampaikan apa yang kita inginkan, janganlah bertele-tele. Jangan berpikir, ‘terkabulnya’ suatu doa, tergantung dari indah atau panjangnya suatu doa.
Sampaikankah apa yang sesungguhnya ada di dalam hati dan pikiran kita dengan jujur dan polos seperti seorang anak kecil saat berbicara dengan orang tuanya.
Lihat juga: Tetaplah Setia Berdoa, Berdialog dengan Tuhan
Tidak ada gunanya mencoba menyembunyikan sesuatu dari Dia, karena tidak ada hal yang tidak diketahui Allah.
Kristus lalu mengajarkan suatu doa yang sempurna.
Dalam doa ini Kristus melayakkan kita menyebut Allah dengan panggilan yang sangat intim: ‘Bapa/Abba’ yang dalam bahasa Aram berarti ayah, bukan panggilan untuk semua orang laki yang lebih tua atau di tuakan seperti di negara kita.
Lihat juga: Saat Ada Ganjalan Sama Orang Lain Sewaktu Berdoa, Ampuni Segera!
Dengan begitu sedari awal tercipta komunikasi yang penuh kasih.
‘Dikuduskan/dimuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga’.
Kita tidak dapat menguduskan Allah yang sudah Maha Kudus, tetapi kita memohon agar Tuhan berkenan untuk memakai kita sebagai alatNya untuk menghadirkan kemuliaan kasih dan kuasaNya di dalam segala kata dan perbuatan kita, di manapun kita berada.
Lihat juga: Membawa Persembahan untuk Tuhan
Kita mau berserah kepada Tuhan dengan mengikuti kehendak dan bimbinganNya yang sempurna sehingga didalam diri kita dan di seluruh muka bumi dapat tercipta damai seperti di dalam Surga.
Percayalah bahwa Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan dan Dia sanggup memenuhi segala kebutuhan kita.
Lihat juga: Kebaikan Tuhan via Korek Gas
Untuk dapat lebih mengetahui apa yang dikehendaki Allah dari kita, cara yang paling tepat adalah membangun komunikasi yang baik denganNya melalui doa dan bertekun merenungkan FirmanNya.
Saat berdoa dan mendengarkan FirmanNya ada kuasa yang dahsyat yang bekerja tanpa dapat kita lihat atau sadari.
Melalui nabi Yesaya, Allah berfirman: ‘Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali kesitu, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, (sehingga dapat) memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan’ (Yesaya 55:10).
Lihat juga: Berpuasa untuk Berubah
Air hujan yang jatuh ke bumi, dalam sekejap akan meresap kedalam tanah sehingga tidak tampak lagi. Akan tetapi tidak terlihat bukan berarti tidak berdampak.
Air itu bekerja menyuburkan tanah sehingga benih-benih tanaman dapat bertumbuh dan memberi hasil yang dapat dinikmati banyak orang.
Lihat juga: Menjadi Saksi Kehadiran Kristus
Demikian juga dengan Firman yang kita resapi. Dia akan bekerja membentuk hati dan pikiran kita, sehingga menjadi lebih peka untuk menangkap petunjuk-petunjuk dan bimbinganNya serta dimampukan dan disemangati untuk melakukannya.
Dengan begitu damai sejahtera yang melampaui akal budi akan terjadi di dalam diri kita dan kitapun dapat membawa damai itu kepada orang-orang di sekitar kita.
Lihat juga: Mengimani Proses dari Allah
Dalam berelasi yang baik dengan sesama, perlu selalu disadari bahwa kita adalah citra Allah. Kalau Dia adalah Maha Rahim maka selayaknya kitapun mau menghadirkan kerahimanNya itu di manapun kita berada, dengan selalu mau mengampuni orang yang bersalah, tanpa kecuali.
Mengampuni kesalahan sesama adalah kunci untuk menerima pengampunan Allah. ‘Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga, tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kamu’.
Lihat juga: Mengampuni, Diampuni Allah Bapa
Kristus telah membuka hati dan pikiran kita tentang pentingnya berdoa didalam kehidupan sehari-hari.
Dia tidak melarang kita untuk berlama-lama dalam berdoa tetapi yang tidak dikehendakiNya adalah berdoa dengan bertele-tele dalam menyampaikan suatu maksud. Tujuan berdoa adalah berkomunikasi dengan Allah.
Lihat juga: Tuhan Tidak Jauh Dari Doa Kita
Untuk dapat lebih mampu mendengar jawaban dan bimbingan Allah, kita sangat perlu merenungkan Firman, karena di dalam Alkitab bisa dipelajari bagaimana kebijaksanaan Allah dan cara-cara yang dipakai Allah untuk menjawab dan membimbing setiap kita dalam segala situasi kondisi kehidupan.
Marilah di dalam masa pra Paskah ini kita lebih mau menydiakan waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhan secara lebih intens, supaya semakin dimampukan untuk melakukan pertobatan yang sejati dan semakin hidup dalam kekudusan.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Sukacita Pertobatan
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












