Dari Arti WFH Menjadi Memberitakan Kerajaan Allah

HATIYANGBERTELINGA.COM – Pagi ini, Rabu (3/9/2025) saya enggak sengaja dengerin percakapan HT (walkie-talkie) antara suara wanita dengan suara pria dari milik petugas lalu lintas di warung makan kaki lima.

“WFH artinya apa …? (disebut nama panggilannya)?” tanya pria dari suara HT itu.

“Artinya mangan (makan), turu (tidur), gawe (kerja) di rumah sama bojone bos,” kata suara wanita itu menjawab.

“Pokoknya, enak-enak di rumah bos,” tambahnya lagi mengartikannya secara bebas.

Lihat juga: Hai Ayah! Saat WFH Luangkanlah Waktu untuk Anak

Saya tersenyum mendengar percakapan itu seraya menyeruput kopi capucino pakai gelas plastik. Menurut saya, percakapan pagi itu menjadi menarik antara sesama rekan kerja yang santai dan humoris tanpa memikirkan terjemahan aslinya WFH atau Work From Home” atau “Bekerja dari Rumah”.

Memang akhir-akhir ini beberapa karyawan atau pegawai diberlakukan WFH, yang merujuk pada sistem kerja di mana karyawan melakukan pekerjaan dan tugas-tugasnya dari rumah atau lokasi lain di luar kantor tradisional.

Lihat juga: Memberitakan Injil ke Segala Makhluk

Pada Rabu 3 September 2025, Gereja merenungkan dari Injil Lukas 4. Diceritakan Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.

Luk 4:41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Luk 4:42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.

Luk 4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”

Lihat juga: Allah Tidak Pernah Tertidur

Sebagian kutipan Injil yang direfleksikan hari ini mendorong kita bersaksi untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Kita diajak tidak menjadi seperti setan yang mengatakan “Engkau adalah Anak Allah,” tapi tidak beriman kepada Yesus, melainkan kita adalah murid Yesus yang beriman kepada Yesus dan ikut serta mengabarkan sukacita Kerajaan Allah ke semua makhluk di mana pun dan kapan pun juga.

Seperti suara wanita dari HT itu yang menjelaskan arti WFH dalam bahasa sederhana dan selalu siap sedia memberikan jawaban ketika ditanyakan, demikian jugalah kita selalu siap sedia dimintai pertanggungjawaban sebagai pengikut Yesus Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah.

“Tuhan Yesus Kristus, utuslah kami selalu menjadi saksi-Mu dan memberitakan Kerajaan Allah dalam setiap waktu dan kesempatan yang kami miliki sehingga Engkau selalu dipermuliakan kini dan selama-lamanya. Amin.”

Depok, 3 September 2025

Melki Pangaribuan

Salam Mecin “Mendengar dengan Cinta”

Lihat juga: Perlindungan Allah Via Bearing Roda Motor

Lihat juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading