1 Tesalonika 5:1-6, 9-11
Lukas 4:31-37
Shalom,
Setelah ditolak di Nazaret, Kristus pergi ke Kapernaum yang tidak terlalu jauh jaraknya. Ia mengajar di sana pada hari-hari Sabat.
Orang-orang yang mendengarkanNya dibuat takjub karena Dia mengajar dengan penuh wibawa dan kuasa.
Dia mengajar bukan hanya apa yang tertulis saja, tetapi dengan pasti menjelaskan apa maksud Allah di dalam Firman yang tertulis itu.
Karena itu pengajaran-pengajaranNya menjadi berbeda dengan yang biasa disampaikan para ahli Taurat yang lebih didasarkan hafalan dan penafsiran-penafsiran mereka sendiri.
Suatu kali ketika Kristus sedang mengajar, datang seorang yang kerasukan setan.
Iblis menggunakan orang itu untuk berteriak dengan keras: ‘Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusanMu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah’.
Mendengar kata-kata iblis itu, Kristus dengan penuh kuasa menghadiknya: ‘Diam, keluarlah dari padanya’.
Iblis itu mencoba melawan, karena itu orang yang dirasukinya terhempas. Tetapi iblis tidak mampu melawan dan terpaksa meninggalkan orang tersebut.
Lihat juga: Dibaptis: Mengenakan Kristus, Menerima Roh Kudus dan Menolak Roh Jahat
Lihat juga: Abba dan Kakak Sulung Menang Lawan Serangan Si Jahat
Kehadiran roh jahat di tempat ibadat di hari Sabat menunjukkan dia dapat menyusupi orang-orang yang sedang lemah di mana saja dan kapan saja.
Pemikiran-pemikiran jahat dan sesat bisa menggoda kita saat kita lengah, sekalipun sedang di tempat ibadat.
Kristus membungkam roh jahat itu hanya dengan kata-kataNya.
Hal ini menunjukkan bahwa ada kuasa yang Maha Tingg dalam FirmanNya yang sanggup melindungi kita dari berbagai tipu daya dan penyesatan iblis.
Kristus melarang iblis menyampaikan kepada semua orang tentang jati DiriNya, bukan karena kata-kata itu salah tetapi karena belum waktunya disampaikan.
Jati Diri Kristus sebagai Putera Allah baru dapat dimengerti dengan benar setelah Kristus wafat disalib dan pada hari ketiga bangkit dari alam maut.
Dengan begitu kita dapat melihat di dalam Dia selain ada kuasa yang luar biasa, ada kasihNya kepada setiap orang yang tidak terbatas dan ketaatanNya kepada Allah yang tidak ada bandingnya.
Lihat juga: Menjadi Teladan Ketaatan
Lihat juga: Ketaatan Membawa Keselamatan
Jemaat di Tesalonika sangat yakin bahwa Kristus segera akan datang kembali untuk kedua kalinya, untuk mengadili semua makhluk.
Tetapi dengan keyakinan itu, sebagian orang tidak mau lagi bekerja melaksanakan tugas sehari-harinya, karena merasa percuma kalau dalam waktu singkat semua akan hancur bersamaan dengan kedatangan Kristus.
Inilah salah satu bentuk penyesatan iblis di dalam jemaat Kristus.
Bahwa Kristus akan datang untuk kedua kalinya, itu hal yang pasti dan benar.
Tetapi iblis menyesatkan pikiran jemaat Tesalonika dengan menganggap kedatangan itu segera akan terjadi, bersamaan dengan hari kiamat, di mana semua yang ada di muka bumi akan hancur lebur.
Paulus yang mendengar itu, menulis surat kepada jemaatnya dan menjelaskannya dengan penuh kasih: ‘Kamu sendiri tahu benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam’ (1 Tesalonika 5:2)
Kedatangan Kristus yang kedua kali adalah hal yang pasti, tetapi kita tidak tahu kapan waktunya.
Sama seperti kematian yang pasti akan kita alami tetapi kita tidak tahu kapan saatnya.
Dengan begitu Paulus mengingatkan, jemaat memang harus berjaga-jaga mempersiapkan diri tetapi tanpa meninggalkan kewajiban mereka sehari-hari.
Lihat juga: Berjaga-jagalah agar Tidak Jatuh ke dalam Dosa
Berjaga-jaga jangan diartikan bersikap pasif menunggu begitu saja, tetapi dengan terus melakukan pekerjaan sehari-hari dengan didasarkan kasih kepada Tuhan dan sesama seperti yang diajarkan Kristus.
Jemaat harus terus bekerja tetapi sebagai anak-anak siang, sebagai orang-orang yang telah diterangi kasih Kristus.
Iblis dapat bekerja dengan membutakan kita sehingga tidak dapat melihat kasih dan kuasa Allah melalui orang-orang atau kejadian di sekitar kita.
Iblis juga bisa bekerja dengan memutarbalikkan suatu kebenaran sehingga kita salah menafsirkannya dan salah bertindak.
Karena ada penyesatan-penyesatan seperti itu, sangat perlu bagi kita untuk terus hidup dalam persekutuan dengan teman-teman seiman, agar dapat saling mengingatkan, meneguhkan dan menasehati.
Jangan sampai kita disesatkan dengan kekawatiran-kekawatiran yang berlebihan sehingga dalam kepanikan kita tidak percaya cukup mengandalkan kasih dan kuasa Kristus, sehingga merasa perlu meminta pertolongan allah-allah lain melalui paranormal dan dukun-dukun.
Yang lebih parah lagi orang malah sering lebih takut dengan kuasa iblis dari pada percaya bahwa Kristus sanggup melindungi kita dengan sempurna.
Untuk mematahkan penyesatan-penyesatan iblis, mutlak kita perlu membentengi diri dengan sesering mungkin memerima sakramen-sakramen, berdoa lebih bersungguh-sungguh dan merenungkan FirmanNya setiap hari, baik secara pribadi maupun dalam kebersamaan dengan murid-murid Kristus lainnya.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Memenangkan Pergumulan
Lihat juga: Kuasa Panggilan Allah
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










