Bersyukurlah dengan Merelakan Diri

Kolose 1:1-8
Lukas 4:38-44

Shalom,

Setelah mengajar di rumah ibadat di Kapernaum pada hari Sabat, Kristus pergi ke rumah Simon karena mendapat kabar bahwa ibu mertuanya demam keras.

Setelah sampai, Kristus menghardik demam itu dari ibu mertua Simon.

Pada saat itu juga ibu itu sembuh dan pulih kekuatannya. Tentu saja dia sangat gembira dan terkagum-kagum dengan kuasa yang ada pada Kristus.

Dengan hati penuh syukur, dia lalu berinisiatif melayani kebutuhan Kristus dan murid-muridNya.

Lukas menulis Kristus menghardik demam ibu mertua Simon.

Dengan kata-kata ini Lukas menyejajarkan antara sakit penyakit dengan pengaruh kuasa-kuasa gelap, karena saat itu orang yakin setiap penyakit tidak lepas dari pekerjaan iblis.

Di samping itu karena masih sederhananya ilmu kedokteran, banyak penyakit yang tidak diketahui penyebab dan cara menyembuhkannya, sehingga orang yang menderita sakit penyakit seperti itu, dianggap kerasukan setan.

Lihat juga: Waspada Terhadap Penyesatan Iblis

Lihat juga: Melakukan Hal yang Mustahil

Lukas menulis banyak mujizat penyembuhan yang dilakukan Kristus, untuk menunjukkan bahwa Kristus berkuasa atas segala roh-roh jahat.

Ini sesuatu yang penting karena yang punya kuasa seperti itu hanya Allah dan orang-orang yang diurapiNya secara khusus.

Tetapi Kristus datang kedunia bukan untuk menyelesaikan semua masalah kesehatan.

Dia melakukan itu untuk menunjukkan belas kasih Allah dan kuasaNya yang diatas segala kuasa apapun.

Mujizat-mujizat yang dilakukanNya sebenarnya bertujuan untuk meyakinkan banyak orang bahwa Dia sungguh Mesias, sehingga mereka mau percaya kepadaNya dan mau melakukan apa yang diajarkanNya.

Ibu mertua Simon sangat bersyukur atas mujizat kesembuhan yang dia alami.

Dia mewujudkan syukurnya selain dengan melayani Kristus bersama murid-muridNya, juga dengan menceritakan kesembuhannya itu kepada tetangga-tetangganya, sehingga setelah matahari terbenam, artinya hari Sabat telah selesai, mereka berbondong-bondong membawa orang-orang sakit dan yang kerasukan setan kehadapan Kristus untuk memohon disembuhkan juga.

Lihat juga: Bersaksi Setelah Disembuhkan

Lihat juga: Tidak Mengerti Apa yang Diminta

Anugerah Allah dalam bentuk apapun, tidak diberikan untuk kenikmatan atau kebanggaan pribadi, tetapi perlu disyukuri dengan semakin mentaati kehendak Tuhan dan menolong sesama.

Inilah juga yang dilakukan jemaat di Kolose, sehingga ketika Paulus mendengarnya, dia sangat bersyukur: ‘Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu. Karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap sesama orang kudus, oleh karena pengharapan yang disediakan bagi kamu di surga’ (Kolose 1:3-5a).

Jemaat di Kolose banyak berbuat kasih kepada sesama, sebagai wujud syukur kepada Allah karena telah mendengar FirmanNya dan untuk mentaati ajaran-ajaranNya.

Mereka berharap dengan berbelas kasih, mereka boleh semakin berkenan di hadapan Tuhan sehingga pada saatnya, dengan kerahiman Tuhan, mereka boleh dilayakkan masuk ke dalam surga.

Jadi tujuan mereka bukan untuk meminta Allah membalas perbuatan-perbuatan baik mereka dengan kelimpahan materi.

Keesokan harinya, Kristus berpamitan untuk melanjutkan pewartaan InjilNya ke tempat-tempat lain.

Tetapi orang-orang berusaha untuk menahan Dia agar Dia selalu ada bersama mereka.

Lihat juga: Memberitakan Injil ke Segala Makhluk

Lihat juga: Bersama Yesus Pergi Beritakan Injil ke Tempat Lain

Sikap orang-orang itu mencerminkan egoisme yang begitu sering menggoda setiap orang, yang ingin segala berkat dan rahmat Tuhan hanya untuk dirinya dan orang-orang yang dikasihinya saja.

Kristus lalu mengatakan kepada mereka: ‘Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus’.

Kristus mengajarkan mereka untuk tidak bersikap egois.

Dia sendiri pun tidak mau membiarkan diri terbenam di dalam kenikmatan puja dan puji.

Dia memilih melanjutkan pewartaanNya dengan meninggalkan provinsi Galilea untuk masuk ke Yudea.

Marilah kita meneladani sikap ibu mertua Simon dan iman jemaat di Kolose yang mengerti untuk mewujudkan syukur dengan perbuatan nyata.

Setelah Allah mengampuni dosa-dosa kita, bersyukurlah dengan mengampuni semua orang yang bersalah kepada kita tanpa kecuali.

Setelah Allah melimpahkan berkat kepada kita, bersyukurlah dengan merelakan diri dipakai Tuhan untuk menyalurkan berkat-berkatNya itu kepada banyak orang.

Di dalam bersyukur, ingatlah bukan kita yang memberi Allah terlebih dulu sehingga Dia wajib membalas kita, tetapi Allah yang lebih dulu telah memberi kita secara berkelimpahan, sehingga kitalah yang wajib membalasNya.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Bersyukur dan Berbagi

Lihat juga: Bersyukur dengan Ketaatan


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading