Roma 6:12-18
Lukas 12:39-48
Shalom,
Kristus mengatakan: ‘Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu ketika tuannya datang’.
Banyak orang berpikir, persoalan utama dalam hal ini adalah karena kedatangan tuan itu tidak terduga.
Tetapi sebenarnya, kalau seorang hamba dengan setia terus bertekun pada tugasnya, baik tuannya ada atau tidak, kapanpun tuannya datang tidak menjadi masalah.
Karena itu ketika seorang tuan mendapatkan hambanya sedang melaksanakan tugasnya saat dia pulang, dia yakin bahwa hambanya ini hamba yang setia.
Tugas utama murid Kristus adalah mengasihi Allah dengan mentaati semua FirmanNya dan mewujudkan kasih itu dengan mengasihi sesama.
Salah satu bentuk kasih itu adalah dengan tidak membiarkan anggota-anggota tubuh kita melakukan hal-hal yang jahat di hadapan Allah dan sebaliknya menyiapkannya untuk dipakai Allah, kapanpun Dia kehendaki.
Lihat juga: Tanda Kasih dan Kuasa Allah
Lihat juga: Dari Arti WFH Menjadi Memberitakan Kerajaan Allah
Hal inilah yang ditegaskan Santo Paulus kepada jemaat di Roma: ‘Janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman. Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran’ (Roma 6:13).
Untuk itu, jagalah lidah bibir kita sehingga tidak mengucapkan fitnah, caci maki atau cercaan yang melukai hati sesama, tetapi siapkanlah lidah dan mulut kita untuk dipakai Allah mewartakan Firman Tuhan, untuk membangkitkan semangat atau menghibur mereka yang berbeban berat.
Jagalah agar hati dan pikiran kita tidak terus memikirkan, mengingat atau mencari-cari kelemahan atau kesalahan orang lain untuk kemudian menghakiminya.
Tetapi arahkanlah hati dan pikiran untuk mencari dan melihat kebaikan sesama dan kejadian-kejadian di sekitar kita, sehingga kita dapat terus melihat dan mensyukuri kebesaran Allah.
Lihat juga: Tetaplah Percaya Kebijaksanaan Allah
Lihat juga:Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan
Kristus menegaskan semua orang harus selalu berjaga-jaga. Tetapi ada orang-orang tertentu yang dipilih Allah melakukan tugas sebagai pengurus rumah yang memberi makanan kepada hamba-hamba lain.
Artinya ada orang yang diberi tugas memberi makanan rohani kepada banyak orang dengan menyampaikan Firman Allah dan pemahaman-pemahamannya yang membawa kebahagiaan.
Ada juga orang yang dititipkan Allah kelebihan harta untuk dengan tulus disalurkan kepada mereka yang lemah dan kepada orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan.
Setiap orang dipercayakan Allah talenta dan karunia-karunia Roh Kudus bukan hanya untuk kepentingan dirinya saja tetapi untuk kepentingan bersama.
Seorang hamba yang baik tidak terus memikirkan dan membuat perkiraan-perkiraan kapan tuannya akan datang, tetapi dia fokus bagaimana menyelesaikan tugas-tugasnya sebaik mungkin, sehingga dapat menyenangkan tuannya saat dia datang.
Begitu juga dengan murid Kristus yang baik, tidak akan menyibukkan diri dengan terus membuat perkiraan-perkiraan kapan Kristus datang untuk kedua kalinya.
Jauh lebih bermanfaat untuk memikirkan, seandainya Kristus datang saat ini, apakah kita siap untuk diminta mempertanggung jawabkan segala tugas-tugas yang dipercayakanNya kepada kita.
Lihat juga: Ganti Suku Cadang, Jadi Manusia Baru Citra Kristus
Lihat juga: Kristus Membangun GerejaNya
Kristus telah memilih dan melayakkan kita untuk menjadi murid-muridNya.
Sebagai murid, Dia telah banyak memberi tahu apa yang dikehendaki Allah dari kita, agar memperoleh kebahagiaan dan kedamaian baik di dunia fana maupun nanti di alam baka.
Dengan begitu, kalau kita tetap sering melakukan hal-hal yang mengecewakanNya, sesungguhnya itu bukan karena kita tidak tahu tetapi karena memang tidak mau taat.
Dalam hal ini Kristus mengingatkan:
‘Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima (lebih) banyak pukulan. Tetapi barang siapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang mendatangkan pukulan, ia akan menerima (lebih) sedikit pukulan’.
Karena itu janganlah mencontoh perbuatan-perbuatan buruk orang-orang di sekitar kita, sebagai pemaaf atas ketidaksetiaan yang kita lakukan.
Sebagai murid Kristus kita telah dianugerahkan Firman dan pengetahuan tentang kebenaran dan kebaikan, sedangkan orang lain yang melakukan kekeliruan atau kelalaian, mungkin saja karena dia belum tahu bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang jahat di hadapan Tuhan.
Paulus menegaskan: ‘Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran’ (Roma 6:18).
Karena itu marilah kita saling meneguhkan dan mengingatkan agar kita sungguh-sungguh menjadi hamba kebenaran yang setia sampai saatnya Kristung datang kembali.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Kebahagiaan Hamba Allah
Lihat juga: Keselamatan Bagi yang Percaya
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.











