Bilangan 20:1-13
Matius 16:13-23
Shalom,
Pewartaan Injil dan mujizat-mujizat yang dilakukan Kristus di Galilea, sangat berkesan bagi banyak orang.
Mereka percaya bahwa Dia adalah seorang Nabi Besar yang sejajar dengan nabi Elia, Yeremia atau Yohanes Pembaptis yang telah dibunuh Herodes.
Ketika Kristus bersama para rasulNya ada di Kaisarea Filipi, kota di Palestina yang terjauh dari Yerusalem, Kristus ingin tahu sejauh mana para rasulNya telah mengenal Dia dan mengerti ajaran-ajaranNya.
Kristus bertanya kepada mereka: ‘Menurut kamu, Siapakah Aku ini?’
Simon menjawab: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup’.
Jawaban Simon yang menyatukan sebutan Anak Allah dengan Mesias mempunyai pemahaman yang sangat mendalam.
Karena itu Kristus tahu bahwa jawaban spontan Simon sesungguhnya bukan dari dia pribadi tetapi dari Allah Bapa.
Lihat juga: RIP Mgr. Petrus Turang, Prabowo Kenang Uskup Kerja untuk Rakyat Kecil
Lihat juga: Kristus Membangun Jemaat di atas Batu Karang
Artinya, Allah sendiri yang telah menetapkan Simon untuk menjadi penerus DiriNya kelak.
Atas dasar itu, Kristus lalu mengatakan: ‘Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya’.
Kristus menjadikan Simon sebagai batu karang (petral) tempat Dia akan mendirikan seluruh jemaatNya.
Di dalam pengajaran sebelumnya, Kristus mengatakan bahwa rumah yang didirikan di atas batu (dengan pondasi batu yang kokoh), tidak akan rubuh meski diterpa angin kencang dan banjir (Matius 7:24-25).
Kata-kata Kristus ini digenapi ketika Simon bersaksi tentang Kristus di Bait Allah pada hari Pentakosta Yahudi.
Saat itu tiga ribu orang meminta dibaptis sehingga terbentuklah jemaat pertama (Kisah Para Rasul 2:41).
Dalam perjalanan sejarah gereja, sekalipun berkali-kali murid-murid Kristus mengalami penindasan-penindasan yang hebat dan pembunuhan-pembunuhan yang kejam tetapi jemaat Kristus terus bertumbuh dan menyebar sampai ke seluruh dunia, karena Roh Kristus selalu ada bersama jemaatNya.
Lihat juga: Pastor Kopong MSF Tetap Menjadi Seorang Kristen Katolik Terlepas dari Luka-luka Gereja
Lihat juga: Pastor Kopong: Kehadiran Gereja Katolik Jadi Kegelisahan Ahli Taurat Zaman ini
Dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji, ketika bani Israel sampai di daerah Meriba yang di kelilingi bukit/gunung batu, mereka terancam kehabisan air.
Ini pasti sangat menakutkan, karena tanpa kecukupan air, kematian yang sangat menyiksa akan terjadi di padang gurun yang sangat luas itu.
Mereka menjadi sangat marah kepada Musa yang telah mengajak mereka keluar dari Mesir.
Dalam situasi yang kritis seperti itu, Musa dan Harun bersujud memohon pertolongan Tuhan.
Allah lalu berfirman agar Musa mengambil tongkatnya dan berkata kepada bukit batu supaya bukit itu memberi air dari dalamnya (Bilangan 20:8).
Tetapi dalam kepahitan karena sikap keras bangsanya, Musa tidak berkata-kata kepada bukit itu di depan banyak orang tetapi dia memukul bukit batu dengan tongkatnya sampai dua kali.
Musa tergoda untuk tidak percaya bahwa hanya dengan kata-kata saja, air dapat keluar dari bukit batu.
Padahal sebenarnya saat itu Allah ingin Musa bernubuat bahwa dengan FirmanNya, kelak Kristus akan menjadi Air Hidup yang memberi kehidupan kepada semua orang yang percaya kepadaNya.
Allah kecewa karena Musa dan Harun tidak taat, sehingga tidak mengijinkan mereka untuk masuk ke Tanah Terjanji.
Lihat juga: Mendengarkan Firman dengan Sepenuh Hati
Lihat juga: Menyimpan Firman dalam Hati
Kepada Simon Petrus, Kristus berjanji akan memberikan kunci pintu Kerajaan Surga.
Dalam hal ini berarti setelah Kristus kembali ke Surga, Petrus memegang wewenag untuk membuka (atau menutup) pintu Surga.
Dia punya wewenang menentukan apakah suatu ajaran atau penafsiran sesuai dengan kehendak Kristus sebagai satu-satuNya Jalan untuk datang kepada Allah atau tidak.
Setelah Petrus meninggal, wewenang ini diteruskan turun temurun oleh Uskup Roma, untuk kelangsungannya agar tidak pupus dikuasai alam maut.
Setelah menyampaikan wewenang yang akan diberikan kepada Simon Petrus, Kristus justru melarang para rasulNya untuk memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia adalah Mesias, sebelum tiba waktunya.
Hal ini karena Kristus tahu bahwa pemahaman mereka tentang Mesias masih belum benar.
Mereka masih mempunyai gambaran bahwa Mesias adalah orang yang gagah perkasa yang tidak terkalahkan dan sanggup mengalahkan siapapun yang merintangi kehendaknya, sehingga akan memerdekakan mereka dari penjajahan Roma.
Untuk perlahan-lahan memberikan pemahaman yang benar, sejak saat itu Kristus mulai menyatakan bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem untuk menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.
Ia akan dibunuh tetapi akan dibangkitkan pada hari ketiga.
Tetapi ketika Petrus mendengar penjelasan Kristus tersebut, dia menarik Kristus ke samping dan menegurNya dengan mengatakan bahwa hal seperti itu tidak boleh terjadi padaNya.
Kristus menghardik Simon, karena semua yang menghalangi rencana Allah yang sempurna, pasti berasal dari iblis.
Lihat juga: Konsekuensi Menjadi Murid Kristus
Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus
Jemaat yang dibangun Kristus memang tidak akan runtuh sampai selama-lamanya.
Tetapi Kristus tidak berjanji bahwa tidak akan ada badai yang menerpa.
Murid-murid Kristus tidak pernah akan lenyap, tetapi bukan berarti mereka tidak akan mengalami penderitaan dan godaan.
Mari kita terus mengikuti jalan Kristus.
Biarlah Dia yang memimpin seluruh kehidupan kita, meski kita sering tidak mampu mengerti.
Jangan sampai kita menarik Dia ke samping seperti yang dilakukan Simon, untuk menjadikan diri kita sebagai pemimpin yang menentukan apa yang terbaik untuk kita.
Kristus telah menunjukkan jalan yang luar biasa, bahwa untuk mencapai kemuliaan surgawi, jalan yang harus ditepuh adalah jalan salib.
Dalam beberapa hal Tuhan memang membiarkan kita mengalami hal-hal yang menyakitkan.
Hal ini bukan untuk menghukum, tetapi justru agar kita sadar untuk selalu mau tergantung dan percaya kepadaNya.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan
Lihat juga: Salib Kristus Menyelamatkan Kita
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












