Keselamatan Bagi yang Percaya

1 Tesalonika 4:13-17a
Lukas 4:16-30

Shalom,

Suatu kali Kristus kembali ke Nazaret, desa tempat Dia dibesarkan yang terletak di provinsi Galilea.

Apa yang dilakukanNya di Kapernaum dan tempat-tempat lainnya telah didengar oleh orang-orang di Nazaret.

Karena itu saat Dia datang ke rumah ibadat pada hari Sabat, pengurus rumah ibadat meminta Dia untuk membacakan dan menjelaskan Firman Allah yang disampaikan nabi Yesaya.

Pada ibadat harian, kutipan yang diambil hanya dari kitab Taurat. Tetapi di hari Sabat, dibacakan juga kitab para nabi.

Kristus memilih kutipan dari Yesaya 61:1-2. Dalam kutipan itu Nabi Yesaya tidak sedang bernubuat tentang kedatangan Mesias.

Saat itu dia sedang menjelaskan tugas yang diterimanya dari Yahwe untuk memberi takan kabar baik bahwa dengan kuasa Tuhan, bangsanya akan segera dibebaskan dari perbudakan di Babel dan akan diijinkan kembali ke tanah airnya.

Kristus mengambil kutipan ini untuk menjelaskan karya penyelamatanNya sendiri.

Roh Allah ada padaNya dan Ia mau menyampaikan kabar baik bahwa Ia akan membebaskan semua manusia dari kutukan dosa, membimbing dan menguatkan semua orang agar terbuka matanya sehingga dapat mengenal Allah dan masuk dalam rancanganNya yang sempurna yang akan memberi kebahagiaan sejati di dunia maupun di alam baka.

Inilah yang dimaksud dengan pembebasan orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta dan kebebasan bagi yang tertindas.

Lihat juga: Kristus Menggenapi Hukum Taurat

Lihat juga: Percayalah, Kamu Telah Menerimanya

Kristus mengatakan: ‘Pada hari ini, genaplah nas ketika kamu mendengarnya”.

Artinya, kabar baik ini akan dialami oleh semua orang yang mau mendengar dengan penuh kepercayaan, lepas dari mengerti atau tidak.

Orang-orang Nazaret awalnya terkagum-kagum mendengar pengajaran Kristus.

Tetapi kemudian mereka menjadi ragu karena merasa sudah tahu Siapa Dia, yaitu anak Yusuf, seorang tukang kayu, bukan ahli Taurat.

Dari mana Dia mempelajari semua itu?

Mereka juga curiga, karena Kristus membuat banyak mujizat di kota-kota lain, bukan lebih dulu di kampung halamannya.

Kristus menjawab keraguan mereka, bahwa hal itu terjadi karena mereka yang sudah merasa tahu Siapa Dia, malahan merasa Dia sama saja dengan mereka, sulit untuk percaya bahwa Allah telah mengurapiNya menjadi Putera Allah.

Padahal kasih dan kuasa Allah hanya dapat dialami oleh orang-orang yang membuka hati untuk percaya.

Lihat juga: Mendengarkan Firman dengan Sepenuh Hati

Lihat juga: Nabi yang Dihargai di Negeri Siber

Kristus lalu menunjukkan dari kitab para nabi bagaimana nabi Elia menolong janda di Sarfat dari kematian karena kelaparan, padahal dia bukan orang Yahudi dan saat itu banyak sekali janda-janda orang Yahudi yang sedang kelaparan.

Selain itu nabi Elisa dicatat menyembuhkan Naaman, panglima perang Siria dari kustanya, padahal saat itu banyak orang Yahudi yang sedang menderita kusta.

Semua itu terjadi karena orang-orang Yahudi tidak mau percaya penuh kepada Yahwe.

Allah tidak melihat siapa dan apa orang itu tetapi apakah orang tersebut mau percaya.

Mendengar penjelasan itu, terutama mendengar bahwa Yahwe juga mencintai bangsa lain, orang-orang Nazaret sangat marah karena selama ini mereka sangat bangga bahwa hanya mereka yang dipilih Allah menjadi bangsa pilihan.

Mereka tidak ingin Kristus mengatakan hal itu lagi di mana-mana, sehingga mereka mau membunuhNya.

Tetapi tidak ada kuasa yang dapat membunuh Putera Allah kalau bukan karena kehendak dan kerelaanNya sendiri.
Penolakan Kristus di desaNya sendiri adalah nubuat bahwa Dia juga akan ditolak oleh pemimpin-pemimpin bangsaNya sendiri.

Lihat juga: Belajar dari Tokoh Masa Lalu

Lihat juga: Berpengharapan dalam Kuasa Roh

Kepada umat di Tesalonika, Santo Paulus menulis: ‘Kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berduka cita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan’ (1 Tesalonika 4:13).

Sampai saat inipun masih banyak orang berpikir bahwa kematian jasmani adalah hukuman atas dosa sehingga menjadi akhir yang menyedihkan dan menakutkan dari segalanya.

Paulus menegaskan, orang yang percaya kepada Kristus, pasti tahu bahwa setelah wafat, Kristus bangkit dari kematianNya.

Dengan begitu mereka yang telah mempersatukan diri denganNya selama hidup di dunia, yaitu dengan mentaati semua ajaran-ajaranNya, ketika kematian datang, akan dikumpulkan Allah dengan para orang kudus lainnya untuk berbahagia dialam keabadian bersama Kristus (1 Tesalonika 4:16-17).

Apakah kita mau percaya bahwa dalam persatuan dengan Kristus ada kebangkitan setelah kematian di dunia ini?

Atau kita merasa lebih tahu tentang kehidupan setelah kematian, seperti orang-orang Nazaret yang merasa sudah tahu dan mengenal Kristus sebagai anaknya Yusuf?

Apakah kita percaya dan mau mendengar ketika Kristus mengajarkan untuk selalu mengampuni semua orang yang bersalah dan mengasihi semua orang termasuk orang yang pernah sangat menyakiti kita?

Atau kita merasa lebih tahu sehingga menolak untuk percaya kepada ajaranNya itu?

Kristus sudah menegaskan bahwa segala yang dijanjikanNya, yang dikatakanNya hanya akan dapat dialami kalau kita mau percaya dan mentaati ajaran-ajaranNya.

Karena itu berbahagialah orang yang mau mendengarkan FirmanNya dan bertekun untuk melaksanakannya.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Menyimpan Firman dalam Hati

Lihat juga: Kebahagiaan Hamba Allah


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading