Efesus 2:19-22
Lukas 6:12-19
Shalom,
Kristus berdoa semalam-malaman sebelum memilih 12 orang di antara murid-muridNya untuk dijadikan rasul-rasulNya.
Kristus berdoa kepada Bapa karena Dia tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan pemikiran atau keinginanNya sendiri, tetapi agar semuanya sesuai dengan kehendak Bapa.
Selain itu Kristus juga berdoa bagi orang-orang yang akan dipilih dan diutusNya, karena Dia tahu mereka pasti akan menghadapi godaan dan tantangan berat dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.
Iblis tidak bisa menjatuhkan Kristus dengan godaan dan tipu dayanya, maka sasaran berikut yang ditujunya tentu orang-orang terdekatNya dan para utusanNya.
Lihat juga: Jangan Takut untuk Diutus
Para rasul yang dipilih, disebutkan namanya berdua-dua/berpasangan.
Hal ini untuk menunjukkan bahwa di dalam melaksanakan tugas perutusan, mereka harus selalu bekerja sama.
Kekuatan utama mereka untuk dapat melaksanakan tugas perutusan adalah dari persatuan mereka dengan Kristus dan di antara mereka sendiri.
Persatuan ini yang juga ditekankan oleh Paulus kepada seluruh jemaat di Efesus yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi.
Paulus tidak mau lagi masih ada sekat-sekat yang memisahkan di antara sesama murid Kristus.
Kepada jemaatnya yang bukan Yahudi Paulus menegaskan: ‘Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus sebagai batu penjuru’ (Efesus 2:19-20).
Perbedaan bangsa dan bahasa tidak boleh jadi penyebab perpecahan, karena kasih Kristus yang sama kepada semua orang, jauh lebih kuat dari perbedaan-perbedaan yang ada.
Lihat juga: Konsekuensi Menjadi Murid Kristus
Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus
Setelah memilih 12 orang untuk menjadi rasulNya, Kristus menunjukkan apa yang harus mereka lakukan sebagai utusan-utusanNya.
Dia mengajak mereka turun dari bukit. Ternyata di situ telah berkumpul banyak orang yang telah menunggu.
Kristus lalu memberi pengajaran tentang Firman Tuhan.
Setelah mengajar, Dia menyembuhkan orang-orang sakit dan melepaskan mereka yang dirasuki roh-roh jahat.
Orang-orang yang berkumpul di situ adalah murid-muridNya yang menyertaiNya dari seluruh provinsi Galilea dan orang-orang dari provinsi lain yaitu provinsi Yudea.
Selain itu ada juga orang-orang bukan Yahudi yang datang dari Tirus dan Sidon.
Alkitab mencatat tentang apa yang dilakukan Kristus dan siapa orang-orang yang hadir saat itu, untuk menunjukkan bahwa pewartaan Injil yang harus dilakukan para rasul dan kita semua sebagai murid-muridNya, bukan sebatas mengajarkan Firman Tuhan secara lisan saja.
Penginjilan harus memberi teladan bagaimana melakukan Firman itu dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan berbelas kasih dan melakukan hal-hal yang nyata untuk mengurangi beban orang-orang yang sedang sakit, baik jasmani maupun rohani.
Yang harus dilayani, bukan hanya orang-orang yang dikenal atau yang tinggal dekat dengan kita saja.
Mereka yang tinggalnya berjauhan, di luar provinsi atau di luar negeri dan mereka yang berbeda bangsa dengan kitapun, harus tetap dibantu kalau sedang menghadapi kesulitan-kesulitan seperti bencana alam, peperangan, kelaparan dan lainnya.
Lihat juga: Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan
Kristus memberi kuasa yang luar biasa kepada para rasulNya.
Dari 12 rasul dan 70 murid, sekali pun awalnya mendapat tantangan-tantangan yang luar biasa, tetapi ternyata Injil terus berkembang ke seluruh dunia.
Pewartaan Injil sampai saat ini telah berlangsung 20 abad dan milyar dan orang telah menerima Kristus sebagai Tuhan mereka.
Sebagai murid-murid Kristus saat ini, tugas kitalah sekarang untuk terus mewartakan Injil sebagai konsekuensi kita yang telah menerima sakramen baptis.
Kristus telah memilih kita untuk menjadi murid-muridNya dan sebagai orang-orang yang terpilih, Dia mengutus kita agar semua orang tahu Siapa Dia dan apa yang diajarkanNya untuk memperoleh kebahagiaan hidup, di dunia saat ini dan kelak di alam baka.
Mari kita terus saling meneguhkan, saling mengingatkan dan bekerja sama, sehingga Injil Kristus dapat menjangkau dan diimani lebih banyak orang lagi, agar kita semua dapat memperoleh keselamatan.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Keselamatan Bagi yang Percaya
Lihat juga: Ketaatan Membawa Keselamatan
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










