Kisah Para Rasul 20:17-27,
Yohanes 17:1-11a
Shalom,
Injil hari ini mencatat pesan akhir Kristus sebelum Dia menyerahkan NyawaNya untuk menebus dosa manusia.
Di dalam bacaan pertama, dicatat pesan-pesan akhir Santo Paulus kepada para pengurus jemaat di Efesus, sebelum dia pergi ke Yerusalem, mengikuti bimbingan Roh Kudus.
Kristus sudah tahu bahwa waktunya sudah tiba bagi Dia untuk menebus dosa manusia dengan NyawaNya.
Setelah mengajak para rasul makan malam bersama, Dia menutup perjamuan itu dengan berdoa kepada Bapa, memohon keselamatan untuk murid-murid yang teramat dikasihiNya.
Dalam doa-doa itu, Kristus menyapa Allah dengan panggilan Bapa, yang menunjukkan persatuan yang sangat erat antara DiriNya dengan Allah Bapa.
Lihat juga: Relasi Mesra dengan Allah
Lihat juga: Pesan Terakhir Kristus Menjelang Kenaikan ke Surga
Setelah 3 tahun mewartakan Injil di Efesus, Paulus dibimbing Roh Kudus untuk pergi ke Yerusalem.
Paulus sadar panggilan ini sangat mirip dengan apa yang telah dialami Kristus.
Setelah 3 tahun mewartakan Injil ke seluruh Palestina, Kristus menebus dosa manusia dengan merelakan Diri untuk disalibkan di Yerusalem.
Karena itu Paulus mempunyai firasat di Yerusalem dia akan ditangkap, dipenjarakan dan mengalami banyak penderitaan.
Meskipun begitu, Paulus dengan penuh iman tetap menyerahkan diri menjadi tawanan Roh Kudus. Artinya dia mau sepenuhnya menyerahkan kebebasannya sebagai manusia untuk selalu mengikuti kehendak Roh Kudus.
Paulus tidak peduli dengan keselamatan dirinya. Yang terpenting, kehendak Kristus agar Injil diwartakan kesegala bangsa, harus terlaksana.
Lihat juga: Bersama Yesus Pergi Beritakan Injil ke Tempat Lain
Lihat juga: Diutus Yesus Memberitakan Injil
Kristus dan Paulus tahu penderitaan yang akan dihadapi, tetapi Mereka memilih untuk taat kepada kehendak Allah, apapun yang akan terjadi.
Karena ketidaktaatan, manusia jatuh ke dalam dosa yang membuat hidupnya, cepat atau lambat mengalami penderitaan.
Karena itu Kristus dan Paulus memberi teladan bagai mana seharusnya kita taat kepada kehendak Bapa, terlepas mengerti atau tidak, karena ketaatan pasti mendatangkan keselamatan.
Di dalam pewartaanNya, Kristus memuliakan Allah Bapa dengan memperlihatkan kuasaNya yg Maha Dahsyat.
Dia mewujudkan kuasa Allah melalui pengajaran-pengajaranNya yang selalu menarik banyak orang untuk mendengarkanNya, membuka pikiran mereka tentang kebenaran Firman Allah dan melakukan berbagai mujizat serta pengusiran setan yang menakjubkan.
Tetapi puncak kuasa Allah ditunjukkan Kristus melalui wafat dan kebangkitanNya dari alam maut.
Dengan kebangkitanNya Kristus masuk ke dalam kehidupan kekal dalam persatuan dengan Bapa dan membuka pintu bagi kita semua untuk masuk ke dalam kebahagiaan kekal di rumah Bapa, bersama Dia.
Kristus telah menyampaikan segala hal yang harus dilakukan oleh setiap orang untuk memperoleh kebahagiaan hidup, baik di dunia fana maupun dialam baka.
Karena itu dalam doaNya Dia mengatakan Dia telah menyelesaikan segala pekerjaanNya (Yohanes 17:4).
Dengan begitu, tinggal apakah kita mau percaya dan taat melakukannya atau menolaknya.
Lihat juga: Iman dan Ketaatan
Lihat juga: Tetap Taat dan Percaya di Saat Kecewa
Menjelang keberangkatannya ke Yerusalem, Paulus mengumpulkan semua penatua jemaat Efesus di kota pelabuhan Miletus (sekitar 3 hari perjalanan dari Efesus) tempat dia akan berangkat.
Paulus mengatakan bahwa mereka tidak akan melihat dirinya lagi. Tetapi dia meminta mereka untuk terus mengikuti apa yang telah diajarkannya.
Dia telah berjuang dengan cucuran keringat dan air mata, khususnya dalam menghadapi tantangan-tantanganorang Yahudi yang hanya mau mentaati hukum Taurat secara harafiah.
Dia rela melakukan semua itu karena tahu bahwa memang ini tugas yang dipercayakan Kristus kepadanya, dan karena umat di Efesus (dan semua orang) memang sangat membutuhkan Injil untuk dapat memperoleh kebahagiaan sejati.
Paulus telah menyampaikan segala yang dia ketahui tentang ajaran Kristus, sehingga dia mengatakan: ‘Aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu’ (Kisah Para Rasul 20:27).
Untuk selanjutnya, tugas pewartaan Injil dan menjaga kemurnian ajaran Kristus agar tidak disalahartikan atau disalahgunakan, ada pada para penatua itu.
Lihat juga: Bersama Yesus Pergi Beritakan Injil ke Tempat Lain
Lihat juga: Memberitakan Injil Allah
Paulus konsisten melaksanakan tugas pewartaan injil kepada segala bangsa, yang dipercayakan Kristus kepadanya.
Dia menjadi teladan dan gembala yang baik yang rela berkurban bagi domba-dombanya.
Dia secara total menyerahkan diri untuk dibimbing Roh Kudus dan dijadikan alat Allah untuk menyampaikan kehendakNya, agar sebanyak mungkin orang dapat menemukan kebahagiaan sejati.
Kehidupannya itu menjadi teladan bagi jemaat yang dihimpunnya.
Untuk dapat meneladani Kristus dan Paulus, sudah pasti dibutuhkan perjuangan yang sangat serius dan harus mencurahkan segala kemampuan akal budi dan tetesan keringat serta air mata, karena harus mematahkan segala godaan kenikmatan duniawi yang sesat dan tantangan-tantangan dari orang yang hati dan pikirannya dikuasai iblis.
Meskipun begitu, kita tahu kita punya tujuan dan harapan yang pasti: Bersatu dengan Kristus yang telah menyediakan tempat bagi kita untuk berbahagia di Rumah Bapa.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Menikmati Sukacita dari Kristus
Lihat juga: Penampakan Kristus dalam Kehidupan Sehari-hari
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












