13 June 2024

Eks Dirjen Bimas Katolik Bayu Samodro Legowo dan Tidak Gugat Jokowi ke PTUN

0

Keterangan foto: Mantan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik Kementerian Agama (Kemenag) Yohanes Bayu Samodro dalam konferensi pers daring, Jumat (24/12/2021).

HATIYANGBERTELINGA.COM – Mantan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik Kementerian Agama, Yohanes Bayu Samodro menyatakan legowo dan ikhlas hati pasca pemberhentiannya dengan sejumlah pejabat di Kemenag.

Ia menegaskan dirinya tidak akan ikut dalam pengajuan gugatan atas keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Pada prinsipnya, saya menyatakan legowo dan ikhlas hati untuk mengikuti keputusan Pak Presiden. Untuk saya, tidak ikut ajukan tuntutan melalui jalur PTUN,” kata Bayu dalam konferensi pers secara daring, Jumat (24/12/2021).

Baca juga: Bimas Katolik & Tim HAAK KAJ Bantu Proses Izin Gereja Bermasalah

Menanggapi pemberhentiannya, melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 172/TPA Tahun 2021 tentang pemberhentian dari jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Agama yang ditetapkan pada Tanggal 6 Desember 2021 itu, Bayu mengaku menerima keputusan itu dengan ikhlas dan kepatuhan yang utuh.

Bayu bersyukur mendapatkan kesempatan untuk menduduki jabatan tersebut sehingga bisa membangun hubungan yang lebih erat antara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik dengan seluruh elemen masyarakat Katolik di seluruh Indonesia.

Baca juga: Menag Yaqut Jadikan Umat Katolik Contoh Agama Lain

Dalam acara tersebut dia juga mengucapkan terima kasih atas segala kepercayaan yang telah diberikan untuk menjalankan amanat dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas terhitung sejak menjabat pada 10 Agustus 2020 hingga 6 Desember 2021.

Ia turut meminta maaf pada seluruh pihak yang masih tidak puas akan kinerja dirinya karena adanya kekurangan maupun kesalahan yang telah diperbuat olehnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan akan terus mengabdikan diri bagi bangsa Indonesia dan juga gereja untuk menjalankan tugas-tugas baru yang akan diberikan selanjutnya.

Baca juga: Menag Yaqut: Mau Ngomong Pendidikan Islam, Kristen, Katolik Nggak Ada Manfaat Substantif Jika Moderasi Beragama Tidak Jalan

Bayu berharap hubungan baik yang telah terjalin sebelumnya dengan semua pihak dapat terus dilanjutkan oleh semua pihak.

“Kiranya seluruh daya spiritualitas dan relasi baik yang telah terbangun, dapat terus dilanjutkan dalam sinergi bersama pemerintah guna membangun bangsa dan gereja tercinta. Oleh karena itu, saya mohon doa untuk tanggung jawab dan tugas-tugas di ladang perutusan yang baru sebagaimana semboyan Mgr. Soegijopranoto kita gemakan ‘Seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia’,” tegas dia.

Baca juga: Pastor Kopong Ajak “Netizen” Katolik Menjadi Misioner dengan Jiwa Martiria

Sebelumnya, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas telah mencopot empat pejabat eselon I yang terdiri dari Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Dirjen Bimas Hindu Tri Handoko Seto, Dirjen Bimas Buddha Caliadi dan Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro.

Hal tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial karena pencopotan jabatan dinilai terjadi secara tiba-tiba. Situasi semakin ramai, akibat salah satu mantan dirjen bimas merencanakan ingin menggugat keputusan presiden tersebut ke ranah hukum.

Baca juga: Pastor Kopong MSF Apresiasi Bimas Kristen Telah Menarik Buku Polemik Sejarah Gereja SMPTK


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts to your email.

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading