05 March 2024

Kiat Hadapi Emosi Dominan Lansia

1

HATIYANGBERTELINGA.COM – Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Tara de Thouars, BA, M.Psi memberikan kiat bagi anak-anak menghadapi orangtua yang sudah lanjut usia (lansia) berdasarkan emosional yang dominan dari dirinya, seperti cemas, sedih dan marah.

“Yang perlu kita perhatikan lebih kepada emosi apa yang biasanya paling dominan dia rasakan, cemas, marah, sedih. Karena menghadapi ketiga emosi ini caranya berbeda,” kata dia dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu (15/3/2023).

Lihat juga: Ciri Lansia Sehat Jasmani dan Rohani dan Tips Menjaganya

Lihat juga: Lansia Disarankan Tidak Mandi Lebih dari Dua Kali Sehari

Apabila emosinya dominan cemas semisal khawatir pada masa depan, maka anak bisa menghadapinya dengan memberikan rasa aman karena ini yang orangtua butuhkan.

“Ketika menghadapi orang cemas, yang dibutuhkan adalah rasa aman. Maksudnya, ‘Enggak apa-apa kok ma, ada aku di sini. Kalau uangnya belum ketemu. ‘Enggak apa-apa ma, mama enggak butuh uang sebanyak itu kok’,” tutur Tara mencontohkan.

Tetapi kalau emosi orangtua didominasi kesedihan yang biasanya lebih banyak keputusasaan semisal dengan mengatakan dirinya tak lagi berguna atau berarti, cara menghadapinya dengan memberinya pujian yang mengangkat kepercayaan dirinya.

Lihat juga: Untuk Lansia: Tingkatkan Imunitas Sebelum Vaksin COVID-19

Lihat juga: Waspadai Risiko Gangguan Tidur Pada Lansia

“Kalau seperti itu, berarti kita perlu mengangkat orangtua kita. ‘Mama tuh jago masak, aku saja enggak bisa masak’,” ucap Tara.

Sementara apabila orangtua cenderung menunjukkan kemarahan seperti merasa belum siap untuk tua, maka anak bisa membantu mereka untuk menerima kondisinya.

Tara mengatakan, stres merupakan hal normal yang dialami seseorang seiring berbagai perubahan semisal fisik sehingga mungkin belum tentu semua orang dan lansia bisa menerima kondisinya dengan baik.

Lihat juga: Lima Tempat Penduduk Sehat dan Panjang Umur

Lihat juga: Waktu Tidur Lansia Lebih Sedikit? Kenali Gejalanya

Dia berpesan, apabila emosi orangtua tidak stabil ini menandakan dia belum mampu beradaptasi dengan kondisinya sehingga penting bagi anak-anak dan orang sekitarnya untuk tidak tersinggung atau kesal.

“Kalau kita bawa itu personally, kita akan terbawa emosi sendiri dan ini bikin kita jadi ikutan stres,” kata Tara.

Dia menuturkan, seseorang bisa merasa frustrasi ketika tidak lagi bisa melakukan aktivitas fisik yang bisa mereka lakukan waktu muda.

Lihat juga: Waspada Risiko Penyakit Degeneratif Akibat Kualitas Tidur Buruk

Lihat juga: Lansia Latihan 30 Menit dapat Cegah Jatuh Sekaligus Tetap Aktif

Untuk itu sangat penting bagi seseorang yang memasuki usia lanjut untuk tetap aktif sambil menjaga interaksi sosialnya. Menurutnya, inilah kunci bahagia.

Salah satu yang bisa dilakukan agar lansia bahagia yakni terus melakukan hobi atau mempelajari hal baru yang dapat merangsang kemampuan kognisi sehingga dapat mendukung kesehatan mental.

“Dengan fisik yang sehat dan motivasi diri yang baik, usia tidak menjadi halangan untuk tetap produktif dan berkarya,” demikian pesan Tara de Thouars.

Lihat juga: Untuk Wanita dan Pria Periksalah Kesehatan Sesuai Usia Anda

Lihat juga: Empat Tips Cara Membantu Lansia Gunakan Internet

1 thought on “Kiat Hadapi Emosi Dominan Lansia

Leave a Reply