Hakim-hakim 11:29-39a
Matius 22:1-14
Shalom,
Dengan memakai perumpamaan tentang perjamuan kawin, Kristus memberi pengajaran yang begitu indah dan luas, mencakup apa yang telah Allah lakukan dan nubuat-nubuat tentang apa yang akan terjadi pada bangsa Israel dan pada kita semua.
Ada seorang raja yang ingin mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
Untuk itu dia menyuruh hamba-hambanya mengundang orang-orang yang telah dipilihnya untuk menghadiri perjamuan itu.
Hal ini memberi gambaran bagaimana Allah merencanakan karya penyelamatan untuk manusia yang telah terbelenggu berbagai dosa yang menghancurkan kebahagiaan hidupnya.
Sebagai langkah awal, Allah memilih bangsa Israel sebagai bangsa pertama yang diselamatkan.
Tetapi seperti para undangan yang menolak hadir, bangsa Israel tidak mau menanggapi uluran tangan Allah untuk diselamatkan.
Ketika raja tahu undangannya ditolak, dengan sabar raja itu kembali menyuruh hamba-hamba lain mengundang dan ‘membujuk’ para undangan itu bahwa dia telah menyediakan hidangan-hidangan pesta yang terbaik.
Tetapi para undangan itu malahan menanggapinya dengan penghinaan dan kekejian.
Mereka mengacuhkan undangan itu dan lebih memilih melakukan kegiatan sehari-hari mereka.
Lihat juga: Pastor Kopong Malu, Sedih, Prihatin Ada Oknum Katolik “Menjual” Ayat Alkitab untuk “Membela” Israel
Lihat juga: Pastor Kopong MSF Ajak Perdamaian Tanpa Merusak, Tidak Ada Bela Israel Atau Bela Hamas!
Malah ada yang bersikap sangat brutal, dengan menangkap dan membunuh hamba-hamba itu karena merasa kenyamanannya terusik.
Inilah gambaran bangsa Israel yang bukan hanya tidak mau menanggapi panggilan bertobat tetapi malahan menangkap dan membunuhi nabi-nabi utusan Allah.
Mengetahui apa yang terjadi pada hamba-hambanya, raja sangat murka.
Dia mengerahkan pasukannya untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
Dengan pernyataan ini Kristus bernubuat, karena orang-orang Israel akan menyalibkan DiriNya dan kemudian menangkapi para muridNya maka Allah akan membiarkan pasukan Roma membakar habis dan menghancurkan kota Yerusalem pada tahun 70.
Karena penolakan dari para undangan itu, raja itu lalu memerintahkan hamba-hambanya pergi ke persimpangan-persimpangan jalan dan mengundang semua orang yang dijumpai di jalan-jalan, baik orang jahat maupun baik, karena perjamuan kawin telah tersedia.
Persimpangan-persimpangan jalan berarti jalan-jalan di luar pintu gerbang kota yang menuju ke berbagai tempat.
Dalam hal ini Kristus bernubuat bahwa setelah Ia wafat, karena orang-orang Yahudi tetap menolak Dia, maka para muridNya akan diutus ke segala bangsa di seluruh dunia (Matius 28:19).
Firman Tuhan harus diwartakan di mana-mana dan kepada semua orang, termasuk kepada orang-orang jahat.
Di dalam kerahimanNya, Allah berkenan membuka kesempatan kepada semua orang untuk bertobat, untuk mengubah sikap dan cara hidup mereka, selagi mereka masih diberi waktu.
Lihat juga: Kerahiman dan Kuasa Kebangkitan
Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan
Sesuai adat istiadat Yahudi pada saat itu, pemilik pesta menyediakan baju-baju pesta untuk para undangan yang harus mereka kenakan di dalam perjamuan kawin.
Dengan begitu tidak ada alasan bagi para undangan untuk tidak memakai baju pesta.
Inilah gambaran bagaimana Allah membuka kesempatan bagi kita untuk berganti baju, mengubah sikap hati dan bertobat.
Tetapi Tuhan tetap memberi kemerdekaan apakah kita mau menggunakan kesempatan itu atau tidak.
Pada saat perjamuan dimulai, raja masuk ke ruang pesta untuk bertemu para undangannya.
Saat itulah raja menemukan ada orang yang tidak mengenakan pakaian pesta.
Kedatangan raja saat pesta dimulai adalah gambaran saat di mana Allah akan datang sebagai Hakim pada akhir zaman.
Orang yang tidak mengenakan baju pesta adalah orang yang tidak mau mengenakan belas kasih kepada sesamanya selama dia hidup di dunia.
Kekotoran baju yang membuat orang itu tidak layak mengikuti perjamuan makan, memberi gambaran kekotoran hati orang-orang yang tidak mau bertobat meskipun telah diberi kesempatan.
Karena itu orang-orang ini tidak layak untuk masuk ke dalam kebahagiaan abadi di surga.
Orang yang telah menerima undangan perjamuan tetapi dengan sengaja tidak mau mengganti bajunya adalah gambaran orang-orang yang percaya bahwa Kristus adalah Tuhan, tetapi tidak punya komitmen untuk mengubah cara berpikir, sikap hati dan gaya hidup seperti yang telah diajarkan Kristus dan disampaikan oleh murid-muridNya.
Lihat juga: Konsekuensi Menjadi Murid Kristus
Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus
Bangsa Amon sering menggangu bangsa Israel yang telah menetap di Tanah Terjanji.
Mereka sering merampok harta milik rakyat dan malahan membunuh pemiliknya.
Hal ini menimbulkan kegelisahan dan kemarahan orang-orang Yahudi.
Mereka lalu memohon Yefta, seorang yang dikucilkan bangsanya karena ibunya bukan istri resmi ayahnya, untuk menjadi panglima mereka dalam berperang melawan Amon.
Menyadari betapa kuatnya bangsa Amon, ketika Yefta yang hidupnya dekat dengan Allah akan berperang, dia bernazar di hadapan Tuhan: kalau dia dapat mengalahkan bangsa Amon, saat dia pulang ke rumah, apa yang keluar pertama dari pintu rumahnya akan dia persembahkan sebagai kurban bakaran (Hakim-hakim 11:30-31).
Yefta memiliki seekor anjing yang sangat setia yang selalu pertama-tama menjemput dia kalau dia pulang.
Yefta sangat menyayangi anjing itu. Tetapi ketika dengan pertolongan Tuhan, bangsa Yahudi dapat menghancurkan Amon, saat dia pulang yang pertama-tama menyambutnya dengan gembira adalah satu-satunya anak wanitanya.
Sekalipun dengan hati yang hancur lebur, tetapi karena putrinyapun merelakan diri demi ayahnya dapat memenuhi nazarnya kepada Allah, Yefta dengan penuh komitmen melakukan nazarnya.
Lihat juga: Tetaplah Percaya Kebijaksanaan Allah
Lihat juga: Mengikuti Bimbingan Allah
Untuk punya komitmen yang kuat kepada Tuhan, pasti dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang kadang sangat menyakitkan.
Ketika kita menerima sakramen baptis, kita telah membuat komitmen, suatu janji kepada Tuhan untuk menolak setan dengan segala tipu daya dan ajaran-ajarannya serta segala bentuk takhyul.
Apakah kita punya komitmen yang kuat untuk memenuhi janji ini?
Yefta menghadapi kenyataan yang sama sekali tidak dia sangka.
Dia sangat sedih dan hancur, tetapi dia memilih untuk setia kepada nazarnya, kepada janjinya kepada Allah setelah diberi kemenangan yang luar biasa.
Orang yang menerima undangan keperjamuan kawin tetapi dengan angkuh tidak mau berganti pakaian pesta, adalah gambaran orang yang mau menerima segala anugerah dari Allah tetapi tidak mau taat dan setia kepada Allah kalau tidak sesuai dengan pikiran atau kesenangannya.
Semoga dari contoh positif Yefta dan gambaran negatif dari orang yang tidak punya komitmen, kita mau belajar untuk semakin hari semakin setia dan taat kepada Tuhan dalam segala situasi kondisi hidup, terlepas mengerti atau tidak.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Kuasa Panggilan Allah
Lihat juga: Allah Tidak Pernah Tertidur
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












