Kuasa Panggilan Allah

Kejadian 23:1-4, 19. 24:1-8,62-67
Matius 9:9-13

Shalom,

Setelah Kristus menyatakan bahwa Dia adalah Putera Allah yang berkuasa mengampuni dosa (Matius 9:6), Dia melanjutkan perjalananNya.

Saat melewati tempat untuk memungut cukai, Kristus melihat seorang pemungut cukai yang bernama Matius sedang bekerja di situ. Kristus memanggil dia untuk menjadi muridNya.

Panggilan ini sesuatu yang luar biasa. Di dalam masyarakat Yahudi saat itu, seorang pemungut cukai dianggap sebagai pendosa karena mau bekerja untuk orang Roma (bangsa kafir yang menjajah daerah itu).

Ini pelanggaran berat dari hukum Taurat. Mereka juga dibenci karena demi mendapat kelebihan uang cukai dari yang harus disetorkan ke pemerintah, mereka tega memeras orang-orang sebangsanya.

Karena itu Matius sangat terkejut dan heran ketika Kristus mengajak dia untuk menjadi muridNya.

Dalam panggilan itu ada kuasa Allah yang bekerja sehingga membuat Matius segera berdiri dan mau mengikutiNya.

Ini suatu mujizat penyembuhan rohani yang mengubah Matius dari seorang hamba uang menjadi seorang hamba Allah.

Matius disembuhkan dari kelumpuhan rohani dan mata hatinya dicelikkan sehingga dapat melihat kebenaran sejsti.

Lihat juga: Waspadalah Kebutaan Rohani

Lihat juga: Mengembangkan Kerohanian

Ketika Sara meninggal, Abraham sadar bahwa dia sendiripun tidak akan lama lagi hidup di dunia.

Karena itu dia berupaya untuk segera mencarikan istri bagi anak tunggalnya, Ishak.

Dia ingin Ishak menikah dengan wanita sebangsanya, bukan dengan wanita Kanaan tempat dia tinggal saat itu, agar budaya Yahudi tidak tercemar budaya lain.

Tetapi dia tidak mau Ishak kembali ke negeri asalnya, karena khawatir Ishak akan dipengaruhi oleh kaum kerabatnya di sana untuk kembali menyembah dewa-dewa.

Karena itu dia meminta orang kepercayaannya untuk pergi kembali ke negara asalnya dan memilihkan wanita yang layak dijadikan istri Ishak, sesuai dengan petunjuk Tuhan.

Lihat juga: Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan

‘Tuhan akan mengutus makaikatNya berjalan di depanmu sehingga engkau dapat mengambil seorang istri dari sana untuk anakku’ (Kejadian 24:7).

Abraham yang sangat setia kepada Allah, tidak mau membuka peluang sedikit pun yang dapat membuat anaknya dapat menjadi penyembah berhala lagi.

Inilah teladan yang sangat baik bagi para orang tua Kristiani saat ini yang banyak tidak terlalu peduli dengan pertumbuhan rohani anak-anaknya.

Apa yang diimani Abraham, itulah yang terjadi. Hamba yang diutusnya diberi tanda-tanda oleh Allah untuk memilih seorang gadis dari kerabat Abraham, di tanah asalnya, yaitu Ribka.

Ketika hamba Abraham menghadap orangtuanya dan lalu bertanya apakah Ribka bersedia menjadi istri Ishak, Ribka yang belum pernah mengenal Abrahan, istri dan anaknya, menyatakan kesediaannya.

Dengan kuasaNya, Tuhan telah memanggil Ribka dan Ribka punya kepekaan serta keberanian untuk menanggapi panggilan itu.

Lihat juga: Berpuasa untuk Mendengarkan Kehendak Tuhan

Lihat juga: Membawa Persembahan untuk Tuhan

Ketika Matius makan bersama Kristus, teman-teman Matius yang juga para pemungut cukai, ikut datang dan makan bersama.

Selama ini mereka biasa dikucilkan dalam pergaulan masyarakat.

Mereka merasa sangat dihargai ketika seorang ‘Rabi’ yang punya banyak pengikut, mau bergaul dan makan bersama mereka.

Tetapi orang-orang Farisi merasa tidak senang. Mereka tidak mau apa yang dilakukan Kristus ditiru banyak orang.

Bagi mereka, orang berdosa harus dikucilkan, agar sikap buruknya tidak ditiru banyak orang.

Kristus yang tahu segalanya menjawab mereka: ‘Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.’

Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: ‘Yang Kukehendaki adalah belas kasihan dan bukan persembahan (Hosea 6:6), karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa’.

Lihat juga: Melakukan Kehendak Allah yang Sesungguhnya

Lihat juga: Memaknai “Tanda” Sesuai Kehendak Tuhan

Persembahan yang dimaksud di sini bukan sebatas mempersembahkan materi, tetapi yang terpenting, persembahan diri untuk mau mentaati semua perintah Allah, melakukan ajaran-ajaran kasih Kristus.

Persembahan yang dikehendaki bukan perbuatan kita yang berhasil menghukum orang berdosa tetapi perbuatan kasih yang memberi kesempatan orang berdosa untuk bertobat memperbsiki diri.

Kristus dengan penuh kuasa memanggil Matius untuk menjadi muridNya agar pada saatnya bekerja mewartakan InjilNya ke seluruh dunia.

Allah dengan penuh kuasa memanggil Ribka untuk menjadi istri Ishak, yang kelak cucu-cucu dan keturunan-keturunan selanjutnya membentuk bangsa Yahudi, bangsa pilihan Allah.

Saat ini setiap kitapun dipanggil Kristus untuk menjadi murid-muridNya, untuk mewartakan Injil dengan kata-kata dan perbuatan-perbuatan kita di dalam segala aktivitas kehidupan.

Persoalannya adalah apakah kita punya kepekaan dan keberanian memenuhi panggilan itu.

Jangan bertanya apakah kita mampu, tetapi tanyalah dengan jujur, apakah kita mau sungguh-sungguh menanggapinya.

Roh Kudus akan selalu berjalan di muka untuk membimbing dan memampukan kita dengan kuasaNya yang dahsyat agar kita dapat melakukan apa yang telah diajarkan Kristus.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Roh Kudus Memperbarui Hidup Kita

Lihat juga: Berpengharapan dalam Kuasa Roh


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading