Malaikat Pelindung

Keluaran 23:20-23a
Matius 18:1-5, 10

Shalom,

Setelah bani Israel dibebaskan Allah dari perbudakan yang kejam di Mesir, mereka dimampukan menyeberangi laut Teberau. Tetapi di seberang laut itu terbentang padang pasir yang sangat luas.

Mereka bingung kemana harus melangkah karena sejauh mata memandang, semuanya hamparan pasir saja.

Melalui nabi Musa, Allah kemudian berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan’ (Keluaran 23:20).

Malaikat Allah memang tidak terlihat wujudnya karena mereka sosok rohani. Tetapi kehadiran mereka saat itu berwujud karya-karyanya yang mendirikan tiang awan untuk menuntun bani Israel di jalan dan melindungi dari sengatan matahari di siang hari.

Pada waktu malam, malaikat-malaikat menyediakan tiang api untuk menerangi bani Israel, sehingga mereka juga dapat berjalan di malam hari.

Malaikat-malaikat ini juga melindungi mereka saat berhadapan dengan bangsa-bangsa kafir yang menghalangi perjalanan mereka ke Tanah Terjanji (Keluaran 23:22-23).

Lihat juga: Malaikat Bobo Versi Calista

Lihat juga: Dibaptis: Mengenakan Kristus, Menerima Roh Kudus dan Menolak Roh Jahat

Melalui sakramen baptis, Allah mengangkat martabat kita secara luar biasa untuk menjadi anak-anak Allah, yang dijanjikan Kristus mendapat tempat di Rumah Bapa setelah peziarahan kita di dunia selesai (Yohanes 14:2).

Meskipun begitu, selama masih hidup di dunia, selalu terbentang di depan kita segala kejadian, persoalan dan tantangan hidup yang mengharuskan kita selalu memilih jalan mana yang akan kita lalui.

Sama seperti Yahwe membimbing bani Israel di padang gurun, Allah juga mengutus malaikat-malaikatNya untuk membimbing kita dalam memilih jalan yang benar, sehingga pada saatnya kita dapat sampai ke Rumah Bapa.

Malaikat Allah akan selalu membimbing kita untuk dapat melakukan segala yang dikehendaki Tuhan dan mencegah mengerjakan apa yang tidak berkenan kepadaNya.

Dengan begitu malaikat pelindung bukan hanya bersifat defensif saja.

Lihat juga: Malaikat-malaikat Allah Sukacita karena Orang Berdosa yang Bertobat

Lihat juga: Bunda Maria Diangkat ke Surga

Di tengah dunia yang semakin materialistis, kita diajarkan untuk dapat memanfaatkan segala kelengahan atau kelemahan orang lain untuk meraup keuntungan semaksimal mungkin bagi diri kita sendiri.

Kita diajarkan untuk memilih teman, hanya sebatas yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan diri kita, keluarga atau kelompok kita sendiri.

Tetapi Kristus memperingatkan kita: ‘Jangan menganggap rendah salah seorang dari yang kecil ini. Sebab Aku berkata kepadamu, malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di sorga’.

Yang kecil bukan hanya anak-anak saja tetapi dalam konteks ini mengacu kepada orang-orang yang polos, sederhana dan tidak punya kemampuan membela diri.

Kristus menegaskan orang-orang yang sering dianggap rendah dan dimanfaatkan orang-orang jahat yang lebih kuat, juga dianugerahkan Tuhan malaikat pelindung yang memiliki relasi sangat dekat dengan Allah: ‘selalu memandang wajah Bapa di surga’.

Dengan begitu segala hal yang kita ucapkan dan perbuat kepada orang-orang yang lebih lemah, yang sedang membutuhkan pertolongan, akan disampaikan para malaikat kepada Tuhan dan pasti akan diperhitungkan Kristus pada saat Penghakiman Terakhir.

Kita harus selalu ingat bahwa bukan hanya kita yang dianugerahkan Tuhan malaikat Allah. Semua orang memperoleh anugerah itu.

Dengan begitu sekalipun mungkin di mata kita ada orang yang tidak ada harganya, di mata Tuhan semua orang pasti dikasihiNya, sama seperti Dia mencintai kita.

Lihat juga: Kacamata Paus Fransiskus Soroti Hati yang Bertelinga

Lihat juga: Pastor Kopong Malu, Sedih, Prihatin Ada Oknum Katolik “Menjual” Ayat Alkitab untuk “Membela” Israel

Allah telah mengangkat martabat kita untuk menjadi anak-anak Allah seperti Yahwe mengangkat bangsa Israel dari sekelompok budak-budak menjadi umat pilihanNya.

Sebagai konsekwensinya kita harus mempunyai sifat-sifat Allah yang Maha Pengasih, Pengampun dan Maha Baik.

Kehidupan di dunia tidak selalu mudah dan ramah. Ada banyak tantangan dan godaan yang dapat membuat kita salah memilih dan tersesat.

Tetapi Allah berjanji menganugerahkan malaikat-malaikatNya untuk membimbing dan melindungi kita.

Dalam kitab Ibrani, para malaikat disebut sebagai roh-roh yang melayani Allah dengan cara melindungi orang-orang yang harus mendapat keselamatan (Ibrani 1:13-14).

Para malaikat itu dapat berwujud orang tua yang mengasuh dan mengasihi kita, para romo dan pembimbing rohani atau sahabat-sahabat sejati yang dengan kasih berani menegur dan menasehati saat kita salah berbuat atau berpikir.

Kita bersyukur bahwa sejak kecil Allah telah menganugerahkan malaikat pelindung untuk kita.

Sebagai wujud syukur, kita harus berusaha untuk selalu mentaati ajaran-ajaranNya dan rela untuk dijadikanNya malaikat pelindung bagi orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan, bimbingan dan perhatian.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Tuhan Setia Mengirim Pertolongan

Lihat juga: Menyangkal Diri, Memanggul Salib dan Mengikuti Kristus


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading