Yunus 3:1-10
Lukas 10:38-42
Shalom,
Dalam perjalanan ke Yerusalem, Kristus dan murid-muridNya singgah di sebuah desa di Betania. Di situ Dia dan rombonganNya berkunjung dan disambut hangat oleh Maria dan Marta di rumah mereka.
Marta segera sibuk menyiapkan makanan, minuman dan perbekalan lain yang sekiranya dibutuhkan di saat nanti Kristus dan rombonganNya melanjutkan perjalanan. Dengan pelayanan itu, Marta menyatakan hormat dan kasihnya kepada Kristus.
Maria ketika melihat Kristus, dengan sangat antusias ingin mendengar semua pengajaran-pengajaranNya. Dia tidak ingin kehilangan ‘satu katapun’ dari Kristus, sehingga segera memilih tempat untuk duduk mendengarkan di dekat kaki Kristus.
Setelah beberapa waktu, Marta merasa kewalahan menyiapkan segalanya sendirian. Marta mulai merasa jengkel karena Maria, saudaranya seperti tidak mau peduli.
Dia lalu mengeluh kepada Kristus dan meminta agar Kristus menyuruh Maria membantunya. Marta tidak langsung meminta Maria untuk membantunya karena dalam hal ini sesungguhnya di hati kecil Marta timbul keinginan dipuji Kristus.
Capek lelahnya ingin lebih dihargai dari Maria yang hanya duduk-duduk saja. Kristus yang tahu segala isi hati orang, menegur dan mengarahkan Marta secara halus: ‘Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya’.
Yang diinginkan Kristus dari Marta dan dari kita semua adalah, agar kita mau sungguh-sungguh menyediakan waktu, hati dan pikiran untuk mendengarkan bimbingan dan pesan-pesan Tuhan sebagai hal terpenting, karena itulah yang berguna bagi diri kita agar tetap hidup damai dalam kasih.
Sebelum memulai segala kegiatan setiap hari, berdoa dan renungkanlah Firman secara singkat, karena dengan membuka diri atas bimbinganNya, kita dapat melakukan banyak hal secara lebih baik, dengan hati penuh syukur dan damai sehingga membuat pikiran menjadi lebih jernih.
Lihat juga: Mendengarkan Firman dengan Sepenuh Hati
Lihat juga: Antara Mujizat dan Iman
Setelah dihantam badai dilaut dan terperangkap dalam mulut ikan selama 3 hari, Yunus akhirnya bersedia melakukan tugas dari Yahwe untuk memberi peringatan kepada orang-orang Niniwe.
Di kota itu dengan berani dan penuh iman dia berseru-seru: ’40 hari lagi Niniwe akan ditunggang balikkan’ (Yunus 3:4).
Kuasa Tuhan bekerja melalui Yunus, sehingga orang-orang Niniwe yang terkenal jahat itu percaya akan pesan Tuhan yang disampaikannya.
Malahan raja Niniwe pun percaya dan dia segera memerintahkan semua penduduk kotanya untuk berpuasa dan bertobat.
Karena itu, ‘Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkanNya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya’ (Yunus 3:10).
Karena raja dan penduduk Niniwe mau mendengarkan pesan Tuhan, mereka selamat dari kebinasaan total.
Ada kuasa Allah yang bekerja di saat orang mau membuka hati dan pikiran untuk mendengar FirmanNya dengan sepenuh hati, sehingga kita dapat lepas dari kejemuan, kekawatiran yang berlebihan dan dari keputusasaan.
Lihat juga: Menyimpan Firman dalam Hati
Lihat juga: Belajar dari Masa Lalu
Ketika Kristus datang, Marta melakukan hal yang baik dengan maksud baik. Tetapi di tengah kesibukannya, kedagingan dalam dirinya dan godaan iblis membuat dia kehilangan suka cita.
Hal seperti inilah yang juga sering kita alami. Tanpa bersandar pada Firman Allah, kita rapuh tergoda rasa iri, cemburu, ingin menonjolkan diri dan merasa salib yang kita pikul lebih berat dari orang lain di sekitar kita.
Banyak orang yang merasa tidak bisa menyediakan waktu beberapa menit diawal hari untuk berdoa dan merenungkan Firman karena merasa sudah ditunggu segala kesibukan. Padahal sesungguhnya bukan karena tidak mampu tetapi karena tidak menganggap sebagai hal yang penting.
Ketika kemudian dalam kesibukan merasa letih lahir bathin atau ketika bertemu permasalahan yang sulit, barulah rela menghabiskan banyak waktu untuk datang kepada Allah, untuk mengadu, mengeluh atau minta petunjuk-petunjukNya.
Apa yang dilakukan Marta, baik dan berguna bagi Kristus dan rombonganNya, tetapi Marta lupa, dia sendiri juga sangat butuh Firman yang diajarkan Kristus untuk kedamaian dirinya.
Perikop injil ini tidak bermaksud mempertentangkan mana yang lebih baik: berdoa dan mendengarkan Firman (seperti yang dilakukan Maria) atau melakukan perbuatan-perbuatan baik untuk banyak orang (seperti Marta).
Lihat juga: Memberitakan Injil ke Segala Makhluk
Lihat juga: Kasih yang Menyelamatkan
Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati, tidak ada gunanya (Yakobus 2:17). Tetapi perbuatan baik, kalau tidak didasarkan atas Firman, akan mudah disesatkan iblis sehingga timbul kegelisahan yang mendorong kita keluar dari jalan kasih yang diajarkan Kristus.
Keduanya tidak perlu dipertentangkan tetapi harus saling melengkapi secara berimbang.
Kalau Tuhan berkehendak, tanpa Yunus pun Allah dapat membuat orang-orang Niniwe bertobat. Tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Tetapi Allah menghendaki Yunus mengambil bagian dalam karya penyelamatanNya, untuk membentuk dia menjadi seorang nabi yang semakin baik.
Tugas yang dianugerahkan Tuhan kepadanya, bukan hanya untuk keselamatan penduduk Niniwe saja tapi juga untuk kebaikan dirinya.
Demikian juga ketika Allah mengutus kita melakukan suatu pelayanan kasih, itulah caraNya untuk semakin menyempurnakan iman kita.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Iman di tengah Kekhawatiran
Lihat juga: Syukuri Segala Anugerah Kasih Tuhan
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












