Melakukan yang Harus Dilakukan

Kebijaksanaan Salomo 2:23-3:9
Lukas 17:7-10

Shalom,

Perumpamaan tentang tuan dan hamba yang disampaikan Kristus di sini, bukan untuk mengajarkan bagaimana sikap Tuhan terhadap orang yang percaya kepadaNya.

Perumpamaan ini justru untuk menunjukkan bagaimana seharusnya sikap kita, murid-murid dan hamba-hamba Allah pada saat telah melakukan apa yang dikehendakiNya.

Di dalam masyarakat agraris di Galilea pada saat itu, sebuah keluarga biasanya hanya memiliki satu orang hamba saja.

Tugas hamba itu selain mengurus ladang juga untuk melayani keperluan tuan dan keluarganya.

Karena itu, bukan sesuatu yang luar biasa atau kejam kalau hamba yang baru pulang dari bekerja di ladang harus segera melayani tuannya untuk makan.

Hal seperti itu sudah biasa dan sudah menjadi tugas rutin sehari-hari seorang hamba, sehingga tuannya tidak merasa perlu untuk mengucapkan terima kasih atas pelayanan dari hambanya tersebut.

Lihat juga: Menjadi Hamba yang Setia

Hal ini disampaikan Kristus untuk mengingatkan bahwa, janganlah merasa telah melakukan sesuatu yang hebat di hadapan Allah, kalau telah berbelas kasih kepada sesama, mewartakan Firman atau melayani banyak orang di dalam lingkungan, persekutuan doa atau di paroki.

Perbuatan-perbuatan baik itu juga jangan digunakan untuk mengalihkan tugas kita di dalam rumah tangga atau di tempat usaha.

Ajaran-ajaran kasih Kristus harus dilakukan terhadap sesama di manapun kita berada, terutama terhadap keluarga kita sendiri.

Berbelas kasih kepada sesama, mengampuni mereka yang bersalah, taat berdoa dan merenungkan Firman harus dijadikan kebiasaan sehari-hari setiap murid Kristus. Itulah konsekuensi menjadi murid Kristus (Yohanes 13:35).

Karena itu jangan setelah melakukan hal-hal baik itu kita berbangga diri di hadapan Tuhan dan berharap mendapat imbalan/pahala berlimpah dariNya.

Kristus malahan mengajarkan agar setelah melakukan tugas-tugas sebagai murid dan hamba, kita perlu bersujud di hadapan Tuhan dan mengatakan: ‘Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan’.

Melakukan Firman Tuhan memang sudah seharusnya dilakukan untuk dapat mengalami kebahagiaan.

Justru kalau tidak melakukannya, kita akan mengalami penderitaan dalam kebingungan.

Lihat juga: Mendengarkan Firman dan Pelayanan

Lihat juga: Gambar ILAHI Romo Subroto SJ, Puisi oleh Antonius Laba

Dalam kitab Kebijaksanaan dikatakan: ‘Sebab Allah telah menciptakan manusia untuk kebaikan dan dijadikanNya (sebagai) gambar hakekatNya sendiri’ (Kebijaksanaan Salomo 2:23).

Dengan demikian, ketika kita melakukan kebaikan-kebaikan seperti yang dikehendaki Allah, ada suatu kebahagiaan dan kedamaian yang akan dialami, karena kita telah melakukan hal yang sesuai hakekat kita sebagai citra Allah.

Selain itu, dengan melakukan banyak perbuatan kasih, kita sebenarnya mempersiapkan diri agar kelak dapat bersatu dengan Allah yang Maha Pengasih di dalam RumahNya di alam keabadian.

Kebahagiaan dan kedamaian pada saat melakukan kehendak Allah, tidak dapat dimengerti, tidak masuk akal bagi orang-orang duniawi, karena bagi mereka, kebahagiaan hanya dibatasi pada kepuasan-kepuasan di saat dapat memenuhi nafsu-nafsu kedagingan.

Karena itu orang-orang yang taat kepada Tuhan dianggap mereka sebagai orang yang sebenarnya telah mati di tengah kehidupan yang menawarkan banyak kesenangan.

Menurut pandangan orang-orang duniawi, puncak malapetaka dan kesia-siaan hidup orang-orang yang taat adalah pada saat kematian terjadi, karena berarti mereka tidak pernah menikmati kebahagiaan sepanjang hidupnya.

Padahal dengan kematian, orang-orang yang taat akan dilayakan masuk ke dalam kebahagiaan sejati yang abadi
(Kebijaksanaan Salomo 3:2-3).

Lihat juga: Kebahagiaan Hamba Allah

Seorang hamba dibeli oleh tuannya dari pemiliknya yang lama.

Dengan begitu untuk selanjutnya hamba itu menjadi milik tuannya dan harus bekerja untuk menyenangkan tuannya.

Kita semua telah dibeli, ditebus Kristus dengan harga yang sangat mahal, yaitu dengan Darah dan NyawaNya sendiri.

Karena itu kita semua sepantasnya harus berusaha bekerja sungguh-sungguh untuk menyenangkan hati Kristus dengan ketaatan dan kesetiaan.

Mari kita lakukan sebanyak mungkin perbuatan kasih yang diajarkan Kristus dengan gembira dan penuh syukur, bukan untuk mengejar upah tetapi karena sadar bahwa di balik perbuatan kasih ada kebahagiaan yang dapat kita alami, yang puncaknya dapat kita harapkan untuk dialami pada saat Tuhan memanggil kita dari dunia ini.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Kristus Melemparkan Api

Lihat juga: Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

    Malam ini, hari Rabu, 14 Januari 2026, saya duduk di depan laptop milik adik saya untuk mengetik refleksi yang telah direnungkan sepanjang jalan arah pulang kerja dari Jakarta menuju ke

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading