RIP Mami Ice, WKRI Sejati Perangkai Salib Bunga

HATIYANGBERTELINGA.COM – Mami Ice berpulang ke rumah Bapa di surga, 7 Februari 2025. Sosok oma satu ini selalu penuh semangat menjalankan hidupnya.

Tahun 2010 perjumpaan terakhir saya dengan beliau. Kenangan masa lalu saat beliau masak di tungku dapur kayu di belakang rumah oyang Toehatoe di jalan sukowati, Ambon champ, Kota Raha, Kabupaten Muna.

Lihat juga: RIP Eyang Romo Subroto SJ; Sang Moderator Humoris dan Pendebatku

“Mami, masak apa?” tanya saya saat itu.

“Masak nasi anak ganteng,” jawabnya waktu itu seraya memasukkan kayu bakar.

Mami Ice, panggilan akrabnya dikenal bagi semua kalangan di kota Raha.

Lihat juga: RIP Ompung Pastor Anselmus, Sahabat Anak Bina Iman Santa Clara

Saat saya sekolah di SMA 2 Raha, saya pernah lihat Mami begitu sibuk merangkai bunga. Saya bertanya, “Mami bunga untuk siapa?”

“Ini ganteng, bunga buat yang meninggal orang gereja,” jawabnya.

Dalam obrolan ternyata Mami mencari sendiri bunganya untuk dirangkai sendiri dalam bentuk salib. Semua dengan modal sendiri.

Lihat juga: RIP Sr Hildegard Hayon CB, Teman Curhat Online Kami, Penulis Renungan

Itulah sebagian kecil yang saya kagumi dari sosok Mami Ice, rasa solidaritas dan sosialnya begitu tinggi untuk sesama manusia.

Pernah suatu kali saya melihat Mami di pinggir jalan menuju jalan by pass Kota Raha. Saya pun menghampiri Mami, “mau ke mana Mami?

“Ke gereja ganteng,” katanya.

Lihat juga: Paus Minta Nikaragua Izinkan Biarawati Bunda Teresa Berkarya Lagi

Saya pun memboncengnya menuju gereja katolik santo yohanes pemandi Raha, demikian pula arah pulangnya ke Ambon champ.

Semangat, kemandirian, dan kesederhanaan Mami selalu tampak dalam kehidupan kesehariannya.

Lihat juga: Empat Gaya Hidup Orang yang Umur Panjang

Kemarin adik saya mengabarkan bahwa Mami saya meninggal.

Saya terkejut dan sedih seraya mengingat segala kenangan tentang sosok Mami Ice, sang WKRI sejati.

Mami Ice ketiga dari kiri. Foto Pribadi

Selamat jalan Mami Ice. Terima kasih teladan hidup dan kenangan indah tentangmu.

Doa kami semua menyertai kepergianmu.

Salam dan doa dari cucu yang selalu engkau bilang ganteng, melki pangaribuan dan dari kami sekeluarga di Bekasi.

Lihat juga: Delapan Tips Orangtua Milenial Mengasuh Anak Generasi Alfa


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Menyambut Raja Damai

    Yesaya 11:1-10 Lukas 10:21-24 Shalom, Setelah menyelesaikan tugasnya, ke 70 murid Kristus yang pertama kali diutus untuk mewartakan Injil, kembali menemui Kristus dengan gembira karena mereka mengalami sendiri bagaimana di

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

    Alleluya Kristus Bangkit; Awas Halelupa Halelupa

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading