Tidak Mengerti Apa yang Diminta

2 Korintus 4:7-15, Matius 20:20-28

Shalom,

Baru saja Kristus mengatakan kepada ke 12 rasul bahwa kepergianNya ke Yerusalem kali itu adalah untuk diserahkan kepada imam-imam kepala (Matius 20:18-19), ibu kedua anak Zebedeus (Yakobus dan Yohanes) datang bersujud kepadaNya.

Ibu itu meminta agar pada saat Dia menjadi raja di Yerusalem, kedua anaknya tersebut boleh dilayakkan mendampingiNya, menjadi pejabat-pejabat yang utama.

Kristus ‘kecewa’ mendengar permintaan itu, karena ini menunjukkan bahwa kedua rasul utamaNya itu, sampai saat itu belum juga memahami Siapa Dia sebenarnya dan untuk apa Dia datang ke dunia.

Karena itu Kristus mengatakan: ‘Kamu tidak tahu apa yang kamu minta’.

Permintaan seperti yang diajukan ibu anak-anak Zebedeus itu pada kenyataannya juga sering kita mohon.

Kita bersujud di hadapan Tuhan untuk meminta sesuatu yang sebenarnya kita tidak tahu.

Kita berdoa meminta kekayaan, kesembuhan, kesuksesan atau kekuasaan karena berpikir dengan memperoleh itu akan mendapatkan kebahagiaan.

Padahal bisa saja apa yang kita minta itu malah akan mendatangkan hal-hal yang buruk dalam kehidupan kita karena membuat kita semakin menjauh dari Tuhan, sumber kebahagiaan sejati.

Lihat juga: Ilmuwan Temukan Fakta Baru Relikwi Rasul Filipus dan Yakobus

Lihat juga: Konsekuensi Menjadi Murid Kristus

Mendengar permintaan ibu kedua bersaudara itu, ke 10 rasul lainnya marah.

Hal ini karena sebenarnya mereka juga menginginkan hal itu, sekalipun tidak mengatakan nya dengan terang-terangan.

Mereka marah karena merasa didahului, bukan karena menganggap permintaan keduanya sebagai sesuatu yang tidak pantas diminta.

Para rasul memang telah meninggalkan pekerjaan dan keluarganya untuk mengikuti Kristus.

Tetapi sampai saat itu mereka belum meninggalkan nafsu-nafsu kedagingan yang melekat pada diri mereka.

Barulah nanti pada saat Roh Kudus turun atas mereka, suatu perubahan yang luar biasa terjadi atas mereka.

Dengan penuh iman mereka rela menjadi martir-martir Kristus demi mewartakan Injil keseluruh dunia.

Santo Yakobus Zebedeus menjadi rasul pertama yang dibunuh sebagai martir.

Tanpa kekuatan, bimbingan dan peneguhan Roh Kudus, para rasul niscaya tetap menjadi orang-orang yang lebih memilih kenikmatan dunia yang fana dari pada kebahagiaan kekal.

Lihat juga: Profil Pertapa, Martir dan Jurnalis yang Jadi Santo 2022

Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus

Kristus membuka mata hati para rasulNya dengan menunjukkan bahwa untuk menjadi yang terbesar di hadapan Tuhan, seseorang bukan harus menjadi penguasa, sebaliknya harus menjadi pelayan dan hamba dari semua orang.

Menjadi orang yang ‘berkuasa’ bukan berarti menjadi pemilik dari sekelompok orang tetapi justru dimiliki bersama orang-orang yang mau dipimpinnya.

‘Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan bahkan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang’.

Untuk memperoleh kebahagiaan dan kedamaian sejati, bukanlah dengan mengharap Tuhan memberikan segala yang kita mau, tetapi dengan bersedia mengikuti apa yang Tuhan mau dan mensyukuri segala anugerahNya.

Inilah yang ditegaskan Santo Paulus kepada umat di Korintus:

‘Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami’ (2 Korintus 4:10).

Kristus rela mati disalib untuk memulihkan kebahagiaan hidup kita, baik di dunia maupun di alam keabadian.

Membawa kematian Kristus didalam tubuh, adalah menyalibkan segala nafsu-nafsu kedagingan dalam diri kita, agar kata-kata dan perbuatan kita tidak menyakiti orang lain, sebaliknya mau dijadikan Kristus sebagai alat-alatNya untuk berbelas kasih kepada sesama.

Dengan mengikuti kematian Kristus, kitapun akan memperoleh kebangkitan dan kemuliaan bersamaNya:

‘Karena kami tahu, bahwa Ia yamg telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus’ (2 Korintus 4:14).

Lihat juga: Yesus Menemani & Menopang Penderitaan Kita

Lihat juga: Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

Sebagai manusia, kita sering memperebutkan apa yang mulia di hadapan dunia, tetapi melupakan apa yang dapat menjadikan diri kita ‘berharga’ di hadapan Tuhan yang Maha Kuasa.

Karena itu kita sering kali terjebak memperebutkan kepuasan-kepuasan duniawi, kesenangan-kesenangan, kebanggaan sesaat tetapi malah melupakan apa yang dapat membawa kebaha giaan dan kedamaian sejati.

Kita sering terperangkap dengan pikiran bahwa Tuhan tidak memberikan atau mendengarkan permohonan-permohonan kita, padahal kita sesungguhnya tidak tahu apa dampak dari yang kita minta.

Supaya tidak terjebak di dalam ketidaktahuan dan kesalahan dalam berharap, mutlak dibutuhkan bimbing an Roh Kudus.

Dialah Sang Penolong yang selalu mendampingi untuk mengingatkan segala yang telah diajarkan Kristus dan memberi kekuatan untuk dapat melakukannya.

Roh Kudus akan mengubah kita seperti Dia mengubah para rasul, dari orang-orang yang rapuh menjadi murid-murid Kristus yang tangguh.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Roh Kudus Memperbarui Hidup Kita

Lihat juga: Roh Kudus Memampukan Kita Mengenal Allah


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading