Belajar dari Biji Sesawi dan Ragi

Keluaran 32:15-24, 30-34

Matius 13:31-35

Shalom,

Kristus memberi dua perumpamaan lagi tentang Kerajaan Surga agar kita semua semakin dapat memahaminya.

Yang pertama, dikatakan kerajaan surga seperti biji sesawi.

Biji tanaman ini berdiameter 1 milimeter saja dan termasuk biji tanaman terkecil di Palestina.

Tetapi setelah bertumbuh, biji itu akan menjadi pohon yang tingginya 2-3 meter dan berdaun rindang sehingga menarik burung-burung di udara untuk berteduh.

Dengan perumpamaan ini, Kristus mau meyakinkan para muridNya, jangan terlalu khawatir kalau sampai saat itu, jumlah murid yang taat, setia dan percaya kepadaNya jumlahnya hanya sedikit.

Percayalah bahwa pada saatnya, kerajaan Allah yang dibangunNya di atas dunia ini akan bertumbuh dan berkembang menjadi sangat besar.

Yang kedua, Kristus mengumpamakan kerajaan Allah seperti ragi yang diadukkan ke dalam tepung terigu.

Jumlah ragi sedikit tetapi pengaruhnya sangat besar terhadap keseluruhan adonan.

Lihat juga: Ragi Orang Farisi dan Herodes

Lihat juga: Pastor Kopong Ajak “Netizen” Katolik Menjadi Misioner dengan Jiwa Martiria

Perumpamaan tentang biji sesawi lebih kepada dunia laki-laki.

Perumpamaan tentang ragi, lebih ke dunia wanita.

Dengan begitu Kristus ingin pengajaran-pengajaranNya dimengerti semua orang.

Rancangan-rancangan Allah pasti akan terjadi tetapi semua memerlukan proses sehingga diperlukan kesabaran dan iman.

Manusia tidak dapat banyak berbuat untuk mempercepat pertumbuhan biji menjadi pohon yang besar, sama seperti kita juga tidak dapat banyak berbuat untuk mempercepat naiknya adonan.

Dalam situasi kondisi masyarakat saat ini, jumlah orang yang tetap bertekun, setia dan taat kepada Tuhan relatif sedikit dibandingkan mereka yang mengikuti gaya hidup dunia yang dikuasai materialistis, individualist dan hedonist.

Banyak orang yang lidah bibirnya sering mengucapkan: ‘Ya Allah’, tetapi Allah yang dipujanya bukan Allah sejati melainkan allah-allah yang mereka ciptakan sendiri: kekayaan, kekuasaan dan kenikmatan-kenikmatan duniawi.

Akan tetapi bagi kita yang masih mau taat, janganlah gentar.

Pada saatnya Kerajaan Allah akan dicari dan dijadikan dasar kehidupan banyak orang.

Tetapi semua memerlukan proses dan waktu.

Lihat juga: Menghadirkan Kerajaan Allah

Lihat juga: Dibaptis: Lahir Kembali Menjadi Warga Kerajaan Allah

Musa naik ke atas gunung untuk menerima 10 Firman dari Allah.

Karena dia tidak turun-turun, orang-orang Yahudi yang menanti di padang gurun menjadi tidak sabar.

Mereka mengira Musa sudah wafat dan tidak akan kembali lagi, padahal saat itu mereka masih sulit untuk percaya dan menyembah Allah yang tidak terlihat wujudNya.

Karena itu mereka memaksa Harun membuatkan allah untuk memimpin mereka (Keluaran 32:22).

Harun lalu membuat patung berhala berupa anak lembu dari emas untuk disembah.

Harun tidak berani menegakkan kebenaran iman seperti yang selama itu dilakukan Musa.

Dia memilih mengikuti saja keinginan orang banyak.

Pada waktu Musa kembali dengan membawa loh batu yang berisi 10 Firman yang ditulis Allah sendiri, dia melihat apa yang mereka lakukan.

Musa sangat marah kepada bangsanya. Dia juga marah kepada Harun yang bersikap pengecut.

Musa sadar bangsanya telah melakukan kesalahan yang sangat parah dengan kembali menyembah berhala.

Dia sangat khawatir mereka semua akan terkena kutukan Yahwe. Karena itu dia kembali naik ke atas gunung mencari Allah.

Lihat juga: Menjadi Wajah Belas Kasih Allah

Lihat juga: Jangan Gelisah, Percayalah pada Allah

Apa yang dilakukan bangsa Israel di padang gurun, pada kenyataannya diulang kembali oleh banyak orang dalam peziarahan menuju Rumah Bapa saat ini.

Manusia menciptakan ukuran kekayaan materi, kesuksesan, kenikmatan-kenikmatan hidup untuk disembah, dijadikan tujuan hidup.

Persis seperti orang Israel membangun sendiri patung anak lembu untuk disembah dalam perziarahan mereka menuju tanah terjanji.

Mari kita sekarang periksa diri dengan jujur.

Apakah kitapun bersikap seperti orang-orang banyak yang secara nyata telah kembali menjadi penyembah-penyembah berhala di tengah segala ketidak pastian dunia?

Atau kita memilih seperti yang dilakukan Harun: mengikuti kemauan dan tingkah laku banyak orang, meski di dalam hati sebenarnya tetap percaya pada Allah?

Banyak orang beriman yang bersikap pengecut seperti Harun karena merasa tidak mungkin dapat mempertobatkan dunia dengan situasi kondisi seperti saat ini.

Lihat juga: Iri Hati dan Cemburu

Lihat juga: Melayani dengan Ketulusan Hati

Jumlah murid Kristus yang sejati relatif sangat kecil sekalipun orang yang menyebut diri sebagai pengikutNya cukup banyak.

Dalam situasi seperti ini, Kristus mengingatkan kita tentang perumpamaan biji sesawi dan ragi yang dituangkan pada adonan.

Meskipun saat ini jumlah murid Kristus yang setia relatif kecil, pada saatnya, di dalam waktu Tuhan, semua akan bertumbuh menjadi besar dan baik.

Tidak ada orang yang dapat menduga bagaimana ke 11 rasul yang sebagian besar orang-orang ‘biasa’ saja, ditambah dengan Santo Paulus dapat meneruskan pewartaan Injil Kristus sampai ke seluruh dunia dan menyelamatkan hidup sangat banyak orang.

Mari kita terus taat dan setia pada ajaran-ajaran Kristus, di manapun kita berada dan dalam situasi kondisi apapun.

Biarlah melalui kesaksian hidup kita, banyak orang dapat mengenal, menerima dan menjadikan Kristus sebagai Juru selamat mereka.

Mari kita sungguh-sungguh berusaha menjadi semakin seperti Kristus, sehingga dapat menjadi naungan bagi banyak orang yang sedang terluka atau yang sedang lelah dalam peziarahan hidup di dunia yang sering tidak mudah.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya

Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Nobar Zoom”, Katekese: Kesaksian Pribadi, Panggilan Hidup, komunitas online Santo Carlo Acutis, Buat Gen Alpha untuk Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus, Tips dan Pesan dari Kak Melki Pangaribuan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membumikan Ensiklik Perdana Paus Leo XIV dan SKB Tujuh Menteri dalam KBC

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Membedah Refleksi Kristus Menjagaku

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Kesaksian Panggilan Hidup dan Tips Buat Gen Alpha Setia Melangkah Bersama Tuhan Yesus

    Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

    Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

    Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

    Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading