Kisah Para Rasul 17:15, 22-32.18:1
Yohanes 16:12-15
Shalom,
Menjelang saat perpisahan dengan para muridNya, Kristus mengatakan: ‘Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungNya’.
Sesungguhnya Kristus telah menyampaikan semua yang diinginkan Bapa untuk disampaikan kepada murid-muridNya.
Tetapi Dia tahu bahwa saat itu mereka belum dapat memahaminya, belum mampu menanggung segala konsekwensi sebagai orang yang benar-benar percaya kepada Firman yang telah disampaikanNya.
Karena itu Kristus berjanji setelah Dia bangkit dan naik ke surga, Dia akan mengutus Roh Kebenaran yang akan membimbing, mengingatkan dan membuka pikiran para murid sehingga dapat lebih mampu mengerti dan menghayati kebenaran-kebenaran yang Dia ajarkan.
Lihat juga: Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup
Lihat juga: Menjadi Saksi Kebenaran
Roh Kudus tidak menyampaikan hal-hal yang baru lagi, karena segalanya telah disampaikan oleh Kristus. Tetapi Dia bukan hanya mengulang-ulang saja apa yang telah disampaikan Kristus.
Roh Kudus akan membuka hati dan pikiran kita untuk dapat melihat dan menghayati kebenaran-kebenaran ajaran Kristus di dalam kejadian-kejadian yang kita alami setiap hari dengan pemahaman-pemahaman baru.
Segala yang disampaikan Roh Kudus kepada kita berasal dari Kristus, sama halnya apa yang disampaikan Kristus semua berasal dari Bapa.
Roh Kudus selain memampukan kita untuk lebih dapat memahami Firman Tuhan juga menggerakkan dan memampukan kita untuk mewartakan apa yang diajarkan Kristus kepada semua orang yang kita jumpai, di mana saja dan kapan saja.
Lihat juga: Menerima Bimbingan Roh Kudus
Lihat juga: Roh Kudus Pembimbing dan Pemersatu
Ketika Paulus sampai di Atena yang merupakan kota pusat kebudayaan dan pendidikan Yunani, dia terkagum-kagum dengan banyaknya patung yang indah-indah. Tetapi dia sedih karena patung-patung itu dijadikan dewa-dewa dan mereka membangun mezbah untuk menyembah patung-patung itu.
Di salah satu mezbah yang ada di kota itu ditulis: ‘Kepada Allah yang tidak dikenal’.
Orang-orang Yunani punya banyak dewa yang disembah tetapi mereka juga percaya selain dewa-dewa yang telah mereka sembah, masih ada dewa-dewa lain lagi.
Kepada dewa-dewa yang belum mereka kenal, yang mereka sebut sebagai ‘allah yang tidak dikenal’ mereka juga ingin meminta berkat dengan mendirikan mezbah bagi mereka.
Lihat juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak
Lihat juga: Menghadirkan Allah di Tengah Dunia
Di Atena, Paulus mulai mewartakan Injil Kristus melalui orang-orang Yahudi yang ada di kota itu.
Ketika orang-orang Yunani ikut mendengarkan, mereka pikir Paulus sedang memperkenalkan dewa baru.
Karena itu dia diijinkan untuk menghadap sidang para cendekiawan yang disebut Aeropagus, bukan untuk diadili tetapi karena mereka ingin tahu ajaran baru yang disampaikannya.
Dengan kuasa Roh Kudus, Paulus memulai pewartaannya dengan mengingatkan bahwa mereka sendiri mengakui masih ada allah lain yang belum mereka kenal.
Maka dia mau memperkenalkan Allah yang belum pernah mereka kenal, yang sesungguhnya adalah Allah sejati, Pencipta dan Pengatur alam semesta dengan segala makhluk di dalamnya.
Lihat juga: Memberitakan Injil ke Segala Makhluk
Lihat juga: Beritakan Injil kepada Segala Makhluk
Karena Allah sangat berkuasa, tidak mungkin Dia tinggal di dalam kuil atau patung yang dibuat oleh manusia.
Orang dapat mengenal Allah sejati itu bukan dari patung-patung buatan manusia tetapi melalui segala ciptaan dan penyelenggaraanNya.
Karena itu Paulus mengajak mereka untuk bertobat, meninggalkan berhala-hala yang mereka buat itu dan beralih untuk menyembah Allah yang benar.
Paulus menyampaikan bahwa setelah kehidupan di dunia ini berakhir, setiap orang akan dihadapkan ke Pengadilan akhir.
Hakim dalam Pengadilan itu adalah Yesus Kristus yang diberi tanda secara khusus yang luar biasa oleh Tuhan, yaitu dengan membangkitkanNya dari kematian.
Ketika mendengar adanya ‘kebangkitan Orang mati’ para cendekiawan yang hadir di sidang itu menolaknya dan menganggap itu sebagai dongeng yang tidak masuk akal.
Meskipun begitu, beberapa orang dari anggota majelis Areopagus itu, menjadi percaya.
Hasil yang dicapai Paulus dalam pewartaan di Atena termasuk sangat sedikit, tetapi dia telah memperkenalkan mereka tentang Allah sejati yang mau memperkenalkan DiriNya melalui Yesus Kristis yang rela menjadi manusia.
Lihat juga: Dengarkanlah Kristus
Lihat juga: Penampakan Kristus dalam Kehidupan Sehari-hari
Seperti orang-orang di Atena yang menyembah patung-patung yang mereka buat sendiri sebagai berhala, pada kenyataannya di era digital saat ini, masih banyak orang yang sesungguhnya juga penyembah-penyembah berhala.
Mereka membangun kenikmatan-kenikmatan hidup, kekayaan dan kekuasaan kemudian menyembahnya, menjadikan itu semua sebagai tujuan hidup utama yang harus dicapai sehingga harus diletakkan di atas segalanya termasuk di atas kejujuran, belas kasih dan etika.
Mereka ini adalah orang-orang yang sesungguhnya belum mengenal Allah yang benar, yang telah memberi mereka hidup dengan segala kelimpahan.
Mari kita dengan jujur memeriksa diri, apakah kita sebenarnya juga termasuk para penyembah berhala yang menyembah allah-allah yang kita ciptakan sendiri?
Mari kita tinggalkan kesia-siaan seperti ini.
Mari kita membuka diri untuk menerima bimbingan Roh Kudus agar semakin hari dapat semakin mengenal Siapa Allah yang seharusnya kita sembah, yang menjadi Sumber Kebahagiaan sejati baik di dunia saat ini maupun dialam kekal.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Relasi Mesra dengan Allah
Lihat juga: Menjadi Wajah Belas Kasih Allah
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












