Waspadalah di dalam Kesuksesan

Ulangan 6:4-13
Matius 17:14-20

Shalom

Setelah Kristus menampakkan kemuliaanNya di atas bukit, Dia mengajak rasul-rasul utamaNya untuk turun dari bukit itu, di mana para rasul lainnya sedang menunggu mereka di kaki bukit.

Melihat kedatangan Kristus, ada seorang bapak menghampiri dan kemudian menyembahNya, sambil memohon agar anaknya yang sangat menderita karena sakit ayan (epilepsi), dapat disembuhkan.

Bapak itu mengatakan bahwa sebenarnya sebelumnya dia telah meminta tolong para murid untuk menyembuhkan anak itu tetapi mereka tidak mampu.

Ketika anak itu dibawa kepadaNya, Kristus tahu anak itu bukan hanya sakit ayan (sakit jasmani) tetapi juga kerasukan setan.

Dengan penuh kuasa Dia mengusir setan yang menguasai anak itu, sehingga anak itupun sembuh saat itu juga.

Ketika mulai mengutus para rasul untuk mewartakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat, Kristus memberi kuasa kepada mereka untuk menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir setan, agar banyak orang percaya dengan pewartaan yang mereka sampaikan (Matius 10:8a).

Lihat juga: Bunda Maria Diangkat ke Surga

Lihat juga: Antara Mujizat dan Iman

Para rasul sangat sadar bahwa kuasa itu bukan berasal dari diri mereka sendiri, tetapi sepenuhnya dari Allah sehingga harus dilakukan benar-benar sesuai kehendak Allah dan dalam persatuan dengan Allah.

Dengan begitu sebelum melakukan pengusiran setan mereka akan berdoa dengan khusuk dan penuh penyerahan diri.

Akan tetapi ketika mereka telah beberapa kali berhasil melakukannya, mereka mulai merasa bahwa kuasa itu telah melekat pada diri mereka sehingga saat melakukan pengusiran, doa yang mereka panjatkan, baik sebelum maupun pada saat pengusiran, tidak lagi sepenuh hati dan segenap pikiran tertuju pada Allah.

Akibatnya mereka tidak mampu menyembuhkan anak yang kerasukan setan.

Dalam kegagalan ini, bukan karena kuasa doa yang mulai memudar tetapi persatuan dengan Tuhan yang mulai mereka abaikan karena merasa yakin dengan sendirinya Tuhan akan menolong.

Dalam kelengahan itu, godaan kedagingan mulai merusak: keinginan dipuja dan dipuji, merasa diri hebat dan lainnya.

Kristus mengingatkan para murid, sesungguhnya kuasa yang ada pada doa yang didasarkan iman yang benar, sangat dahsyat.

Iman yang kecil seperti biji sesawi saja akan sanggup melakulan hal-hal yang bagi manusia tidak masuk akal, yang diibaratkan dengan memindahkan gunung.

Tetapi waspadalah karena kesuksesan dan keberhasilan sering kali justru menjadi tantangan besar bagi kita untuk tetap mau bergantung dan berserah kepada Tuhan sepenuhnya.

Kewaspadaan di saat merasa berhasil juga diingatkan oleh nabi Musa menjelang bani Israel masuk ke Tanah Terjanji:

‘Apabila Tuhan, Allahmu telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikanNya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yaitu Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikan kepadamu kota-kota yang besar dan baik yang tidak kau dirikan, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan’ (Ulangan 6:10, 12).

Lihat juga: Pastor Kopong Malu, Sedih, Prihatin Ada Oknum Katolik “Menjual” Ayat Alkitab untuk “Membela” Israel

Lihat juga: Melakukan Hal yang Mustahil

Kesuksesan, kekayaan, apalagi kekuasaan, telah banyak menjatuhkan iman dan kesetiaan orang kepada Tuhan.

Banyak orang yang disaat merasa sukses dan nyaman perlahan-lahan meninggalkan Allah untuk beralih menyembah kenikmatan hidup.

Mereka lupa bahwa segala yang mereka milik berasal dari Allah dan harus digunakan sesuai keinginan Allah.

Kita perlu waspada saat Tuhan menganugerahkan kesuksesan, karena lebih banyak orang yang meninggalkan Allah saat sedang terlena kenikmatan hidup dari pada ketika sedang berhadapan dengan berbagai kesulitan.

Kristus mengatakan bahwa kalau mereka sungguh-sungguh sadar bahwa mereka adalah utusan-utusan Allah yang diberi kuasa melakukan apa yang dikehendaki Allah, mereka tentu harus berusaha untuk selalu menyatukan hati dan pikiran mereka dengan Allah, agar dapat menangkap apa yang dikehendaki Tuhan untuk mereka lakukan.

Dalam kepercayaan dan kepasrahan seperti itu mereka melekat erat dengan Tuhan sehingga kuasa Tuhan yang tidak ada batasnya juga akan mengalir melalui mereka.

Karena itu Kristus menekankan kepada para rasul, pentingnya untuk berdoa dan berpuasa, khususnya pada saat menghadapi tantangan-tantangan besar.

Para rasul terkejut karena kegagalan mereka saat mengusir setan dari menyembuhkan sakit ayan yang diderita anak seorang bapak yang datang kepada mereka.

Tetapi Kristus kecewa kepada para rasul karena Dia tahu bahwa dengan kegagalan itu, terlihat mereka belum dapat untuk selalu melekat erat dengan Allah.

Berdoa dan berpuasa bukanlah sarana untuk ‘memaksa’ Allah masuk ke dalam rencana-rencana kita sehingga dengan kuasaNya yang ajaib membuat apa yang kita inginkan menjadi kenyataan.

Berdoa dan berpuasa justru untuk mengosongkan diri, melepaskan diri dari nafsu-nafsu kedagingan sehingga kita dapat semakin peka menangkap apa yang dikehendaki Allah.

Ketika kita sungguh-sungguh melalukan apa yang Tuhan inginkan, tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi, karena ada kuasa Allah yang bekerja melalui kepercayaan kita kepadaNya.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

    Malam ini, hari Rabu, 14 Januari 2026, saya duduk di depan laptop milik adik saya untuk mengetik refleksi yang telah direnungkan sepanjang jalan arah pulang kerja dari Jakarta menuju ke

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading