Hakim-hakim 6:11-24a
Matius 19:23-30
Shalom,
Setelah orang kaya itu meninggalkan Kristus dengan kecewa karena diminta untuk menggunakan semua harta kekayaannya untuk menolong orang-orang miskin, Kristus berbicara kepada murid-muridNya:
‘Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah’.
Mendengar kata-kata ini, para muridNya sangat terkejut.
Selama ini mereka meyakini bahwa kekayaan dan kesuksesan adalah berkat Allah bagi orang yang taat dan berkenan kepadaNya.
Jadi kalau orang yang dianggap terberkati saja tidak bisa masuk ke dalam surga, bagaimana yang lain, termasuk diri mereka sendiri.
Karena itu Petrus bertanya dengan polos kepada Kristus, bagaimana dengan dia dan teman-teman rasul lainnya, yang berbeda dengan orang kaya itu, telah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Dia?
Lihat juga: Kristus Membangun GerejaNya
Lihat juga: Bersama Kristus Mengatasi Badai
Kristus sengaja memakai gaya bahasa hiperbolis saat mengatakan bahwa lebih mudah seekor unta (hewan terbesar saat itu di tanah Palestina), untuk masuk ke dalam lubang jarum dari pada orang kaya masuk ke surga.
Maksudnya, memang mau mengatakan hal itu sama sekali tidak mungkin.
Tidak perlu dicari-cari alasan atau cerita-cerita lain untuk melunakkan kata-kata Kristus ini sehingga terdengar lebih masuk akal.
Tetapi Kristus tidak berhenti dengan kata-kataNya sampai di situ saja.
Dia meneruskan dengan mengatakan: ‘Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin’.
Yang dimaksud Kristus dengan kata-kataNya yang keras ini adalah: dengan kemampuan atau kekayaan sendiri, orang tidak akan mampu berbuat sesuatu yang membuat dirinya dilayakkan masuk ke dalam Kerajaan Surga yang kudus.
Tetapi dengan mengandalkan Allah, tidak ada yang mustahil.
Dengan kata lain, hanya dengan belas kasih dan pertolongan Kristus, kita dapat masuk ke dalam kerajaan surga.
Orang-orang yang merasa diri kaya dan pandai, terbiasa menggunakan segala kelebihan yang ada padanya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi, sehingga tidak mau banyak tergantung dan mengandalkan Tuhan.
Orang-orang ini tidak mau melakukan perintah Allah kalau dianggap tidak masuk akal.
Karena itu sukar bagi mereka untuk mengalami secara pribadi pertolongan-pertolongan Allah yang melampaui segala akal budi.
Lihat juga: Tuhan Setia Mengirim Pertolongan
Lihat juga: Berpengharapan dalam Kuasa Roh
Ketika bangsa Israel tidak mau lagi menyembah Yahwe sebagai satu-satunya Allah mereka, Allah tidak berkenan melindungi bangsa ini lagi.
Akibatnya mereka mengalami banyak kekalahan dan ditindas oleh bangsa Midian.
Setiap kali mereka mau memanen hasil ladang, orang-orang Midian datang untuk mengambil hasil jerih payah mereka tersebut dan merusak habis ladang mereka.
Karena itu bangsa Israel hidup dalam ketakutan dan kelaparan.
Tetapi Allah tidak selamanya membiarkan Israel berada dalam tekanan yang dapat menghancurleburkan bangsa ini.
Allah lalu mengutus malaikatNya untuk menemui Gideon dan menunjuknya untuk memimpin bangsanya mengalahkan bangsa Midian.
Gideon menganggap perintah Allah itu hal yang mustahil dilakukan karena keluarganya adalah yang terkecil dari suku Manasye dan dia sendiri paling muda di dalam keluarganya.
Tetapi Allah meneguhkan dia dengan janjiNya: ‘Akulah yang menyertai engkau, sebab engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis’ (Hakim-hakim 6 :16).
Allah memilih Gideon bukan karena kemampuannya tetapi karena ingin memberi dia kemampuan untuk mengalahkan bangsa Midian yang jauh lebih kuat, demi untuk menyelamatkan bangsanya.
Lihat juga: Menghadirkan Allah di Tengah Dunia
Lihat juga: Berpegang Teguh pada Janji Allah
Gideoan dimungkinkan Allah mengalahkan bangsa yang jauh lebih kuat dan banyak.
Begitu juga Allah akan memampukan kita untuk mengalahkan segala godaan iblis dan kebiasaan-kebiasaan duniawi yang jahat di hadapan Allah.
Gideon memang semula sangat ragu akan kemampuannya, tetapi Tuhan tidak pernah ingkar janji.
Ketika pada akhirnya dia percaya dan mau bergantung pada Tuhan, dia dimampukan membuat mujizat dengan menghancurkan bangsa Midian.
Begitu juga dengan kita semua. Kalau kita mau membuka diri menerima bimbingan dan karunia-karunia Roh Kudus untuk taat dan percaya penuh kepada Kristus, maka kitapun akan dimampukan melakukan apapun yang dikehendakiNya dan pada akhirnya akan dilayakkan masuk ke dalam Rumah BapaNya.
‘Setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudara laki-laki atau saudara-saudara perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali 100 kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal’.
Siapa saja yang percaya dan mau mencintai Tuhan di atas segalanya, lebih dari mencintai sanak keluarga dan harta kekayaannya, maka Tuhan akan menganugerahkan segala yang terbaik di dalam kehidupannya di dunia saat ini dan kebahagiaan kekal di alam keabadian, seperti yang dirindukan orang kaya yang datang kepada Kristus.
Janganlah karena lebih mengasihi harta atau keluarga kita memilih melawan hukum-hukum Allah.
Semoga kita mau percaya penuh kepada Tuhan, sehingga seperti Gideon, dilayakkan melakukan hal yang sesungguhnya mustahil untuk diperoleh seorang manusia, yaitu dilayakkan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Pastor Kopong: Yesus Naik ke Surga Sungguh Allah dan Sungguh Manusia, Bukan Manusia Biasa (Isa Almasih)
Lihat juga: Prapaskah Bersama St. Fransiskus Assisi: Kerajaan Allah Ada di Sini
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












