Antara Mujizat dan Iman

Keluaran 14:5-18

Matius 12:38-42

Shalom,

Kristus baru saja menyembuhkan banyak orang sakit (Matius 12:15) dan mengusir setan dari orang yang dibawa kepadaNya (Matius 12:22), tetapi beberapa ahli Taurat dan orang Farisi malahan datang kepadaNya untuk meminta tanda-tanda lain dariNya, supaya mereka dapat percaya bahwa Dia sungguh Mesias.

Kristus tahu bahwa sebenarnya mereka bukan sedang berusaha sungguh-sungguh untuk dapat percaya kepadaNya tetapi mau mencari-cari kelemahan dan kesempatan untuk mempersalahkan Dia. Karena itu Dia menolak permintaan mereka.

Dia malahan memperingatkan mereka: ‘Generasi yang jahat dan tidak setia ini (terus) menuntut tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda (lagi) selain tanda nabi Yunus’.

Dalam kitab Perjanjian Lama, nabi Yunus hidup pada kisaran abad ke 8 sebelum Masehi.

Dia diminta Allah untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada orang-orang Niniwe, tapi dia tidak mau karena orang-orang Niniwe adalah musuh orang-orang Yahudi dan mereka terkenal kejam.

Yunus sengaja naik perahu ke arah yang berlawanan, ke Tarsis.

Allah lalu ‘menangkapnya’ sedemikian rupa sehingga dia dibuang dari kapal yang ditumpanginya dan ditelan ikan Paus.

Lihat juga: Menghadirkan Allah di Tengah Dunia

Lihat juga: Kuasa Panggilan Allah

Dia tetap hidup meskipun 3 hari ada dalam perut ikan itu. Ikan itu kemudian memuntahkan dia di pantai Niniwe.

Seperti Yunus yang ada dalam rahim ikan paus selama 3 hari 3 malam sebelum dilontarkan ikan itu ke pantai, pada saatnya Kristus akan dibunuh dan dimakamkan selama 3 hari sebelum Allah membangkitkanNya untuk masuk ke dalam Surga.

Seperti Yunus yang kemudian mempertobatkan dan menyelamatkan orang-orang Niniwe dari kehancuran, kebangkitan Kristus membuka pintu keselamatan bagi semua orang yang mau mendengar dan percaya kepada ajaran-ajaranNya.

Yunus tidak membuat tanda-tanda mujizat apapun agar kata-katanya dipercaya, tetapi kuasa Firman yang dahsyat yang disampaikannya membuat orang-orang Niniwe mau percaya dan kemudian bertobat.

Kristus bukan hanya menyampaikan Firman Allah, tetapi Dia sendiri adalah Firman Allah yang hidup dan berkuasa.

Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi yang tetap menolak Dia menunjukkan kekerasan hati mereka melebihi orang-orang Niniwe yang di masa Yunus terkenal sangat jahat.

Lihat juga: Menyimpan Firman dalam Hati

Lihat juga: Berdoa dan Mendengarkan FirmanNya

Kristus mengambil peristiwa yang dialami Yunus sebagai nubuat atas apa yang akan terjadi pada DiriNya, yang membuktikan bahwa Dia sungguh Mesias.

Kristus tidak mau lagi membuat mujizat dihadapan orang-orang Farisi kecuali mujizat kebangkitanNya dari alam maut.

Kristus lalu mengingatkan, pada masa Salomo menjadi raja, ada seorang ratu dari negara yang terletak jauh diselatan kerajaan Israel, yang rela menempuh perjalanan sangat jauh untuk menemui Salomo, untuk mendengar kebijaksanaan-kebijaksanaannya dalam memerintah yang membuat Israel menjadi kerajaan yang besar, makmur dan ditakuti lawan-lawannya.

Ketika dia kemudian menyaksikan dan mendengar kebijaksanaan-kebijaksanaan Salomo, dia bertobat dan mengakui bahwa Yahwe yang disembah Salomo, sungguh adalah Allah yang benar.

Ratu dari Selatan itu bertobat bukan karena melihat mujizat-mujizat Ilahi, tetapi dari kebijaksanaan-kebijaksanaan Salomo atas petunjuk-petunjuk Yahwe.

Lihat juga: Menghayati Makna Mendalam Mujizat Pergandaan Roti dan Ikan

Lihat juga: Menghayati Mujizat di Kana

Meskipun Salomo dianugerahi kebijaksanaan yang luar biasa dari Allah, tetapi kebijaksanaannya bukan tak terbatas, karena bagaimanapun juga, dia tetap seorang manusia.

Sebagai Putera Allah yang rela menjadi Manusia, semua kebijaksanaan Kristus adalah kebijaksanaan Allah yang jauh melebihi segala kemampuan manusia.

Karena itu seharusnya orang-orang Farisi itu lebih mudah untuk percaya kepadaNya.

Sayangnya iri hati dan dengki dibiarkan menutupi hati dan pikiran mereka.

Kristus memang membuat banyak mujizat untuk membuat orang-orang banyak yang mendengarkan ajaran-ajaranNya lebih mampu untuk percaya.

Allah sendiripun dari masa perjanjian lama, sering menggunakan tanda-tanda untuk menyatakan bahwa tidak ada Allah lain yang berkuasa atas segenap alam semesta selain DiriNya.

Lihat juga: Berpegang Teguh pada Janji Allah

Lihat juga: Allah Tidak Pernah Tertidur

Dalam kitab Keluaran dicatat bahwa ketika bangsa Israel telah keluar dari Mesir Firaun baru sadar bahwa dia dan rakyatnya akan lumpuh dalam banyak bidang kehidupan tanpa adanya ‘budak-budak’ bangsa Yahudi.

Karena itu, dia memerintahkan bala tentaranya dengan kekuatan penuh mengejar bangsa Israel untuk diseret kembali ke Mesir.

Orang-orang Yahudi pada suatu saat, tidak mungkin dapat ‘lari’ lebih jauh lagi ketika didepan mereka terbentang laut Teberau.

Melawan tentara-tentara Mesir, sudah pasti mereka kalah karena tidak punya peralatan perang dan tidak terlatih untuk itu.

Dalam situasi yang kritis itu Musa berdoa dan berseru memohon pertolongan Allah.

Yahwe lalu memberi perintah agar Musa mengangkat tongkatnya dan mengulurkan tangannya ke atas laut untuk membelah air laut sehingga orang Israel dapat menyeberanggi laut itu (Keluaran 14:16).

Mujizat penyelamatan yang luar biasa itu diperlihatkan Allah agar bukan hanya orang-orang Yahudi, tetapi juga orang-orang Mesir percaya bahwa Dialah Tuhan: ‘Maka orang Mesir akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, apabila Aku memperlihatkan kemuliaanKu terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda’ (Keluaran 14:18).

Penyelamatan bangsa Israel melalui air laut Teberau merupakan nubuat penyelamatan kita oleh Kristus melalui air Baptis.

Melalui sakramen Baptis, Allah memberi kita kekuatan untuk selamat dari segala tipu daya iblis yang tidak pernah lelah berusaha menjerat kita.

Lihat juga: Berpegang Teguh pada Janji Allah

Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya

Allah sering kali memperlihatkan kuasaNya yang dahsyat secara mencolok untuk membuat kita semua sadar akan kasih dan kuasaNya dan bahwa Dia sungguh ada di tengah-tengah kita.

Akan tetapi betapa dahsyat dan seringnya mujizat-mujizat yang diperlihatkan atau diijinkan Allah untuk kita alami sendiri, tidak akan membuat kita sungguh-sungguh mau bertobat kalau tetap tidak membuka hati dan pikiran untuk dibentuk, dibimbing Roh Kudus.

Mari kita buka hati dan pikiran untuk menerima Firman Allah dengan penuh iman dan mensyukuri semua kebijaksanaan-kebijaksanaanNya yang tidak terbatas itu dengan penuh kekaguman, syukur dan niat kuat untuk menjadi pelaku FirmanNya yang taat.

Bukan banyaknya mujizat yang dilihat atau dialami yang dapat menyelamatkan hidup kita dari kegelisahan dan kekhawatiran yang berlebihan tetapi iman kita kepada Kristus penyelamatnya.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Kekhawatiran

Lihat juga: Ketaatan Membawa Keselamatan


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading