Roma 1:1-7
Lukas 11:29-32
Shalom,
Setelah Kristus mengusir setan yang membisukan seseorang dengan kuasa kata-kataNya (Lukas 11:14), orang-orang Yahudi yang mengerumuniNya tetap tidak percaya bahwa Dia adalah Mesias.
Mereka mendesak agar Kristus membuat mujizat-mujizat lain, untuk meyakinkan bahwa Dia melakukan hal-hal yang ajaib itu bukan dengan kuasa setan.
Kristus menolak permintaan mereka, karena bukan hanya dari tanda-tanda Ilahi yang sudah sering Dia lakukan, tetapi juga dari pengajaran-pengajaran dan keteladananNya, seharusnya mereka dapat mengenali Dia sebagai Mesias.
Mereka tetap tidak percaya bukan karena tidak melihat tanda-tanda Ilahi tetapi karena terus mengeraskan hati tidak mau percaya.
Karena itulah Kristus menolak membuat tanda-tanda Ilahi lagi dan mengatakan bahwa mereka ini orang-orang yang jahat.
Kepada mereka hanya akan diberi satu tanda Ilahi lagi yaitu tanda Yunus.
Setelah ditelan ikan paus, Yunus secara ajaib pada hari ketiga dimuntahkan ikan itu di pantai Niniwe.
Dia lalu dengan kuasa Tuhan menyampaikan pesan Allah bahwa Allah akan menghancur-leburkan Niniwe sebagai hukuman atas kejahatan-kejahatan mereka.
Meskipun orang-orang Niniwe tidak mengenal Yunus dan tahu bahwa dia orang Yahudi, mereka percaya dengan apa yang disampaikannya.
Mereka bertobat dengan berpuasa, karena itu mereka akhirnya diselamatkan.
Lihat juga: Bertobat dengan Berbuat Kasih
Lihat juga: Memahami Makna Berpuasa
Apa yang dialami Yunus adalah nubuat tentang karya penyelamatan Kristus.
Setelah Dia 3 hari ada di ‘perut bumi’ Kristus dibangkitkan dari kematian.
Wafat dan kebangkitanNya menyelamatkan semua orang yang percaya kepadaNya.
Kebangkitan Kristus dari alam maut adalah tanda kuasa Allah yang sangat dahsyat dan inilah tanda yang sangat amat jelas untuk menunjukkan bahwa Kristus sungguh Putera Allah, seperti yang ditulis Santo Paulus kepada jemaat di Roma.
“Menurut daging, (Kristus) diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh Kekudusan dinyatakan oleh kebangkitanNya dari orang mati, bahwa Dia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita’ (Roma 1:3-4).
Meskipun begitu, tanda yang maha dahsyat inipun, tidak membuat kebanyakan orang Yahudi mau bertobat dan percaya kepada Kristus.
Setelah Dia bangkit dari alam maut, mereka tetap menolak untuk percaya dan mau bertobat.
Orang-orang Niniwe yang dianggap kafir dan sangat jahat, ketika mendengar seruan pertobatan dari Yunus yang bukan orang sebangsanya, mereka mau percaya dan bertobat.
Ratu dari Selatan, dari negeri Syeba yang merupakan orang kafir, karena tergerak berita-berita yang dia dengar tentang kebijaksanaan Salomo, rela mengambil risiko menempuh perjalanan jauh untuk melihat dan mendengar sendiri kebijaksanaan-kebijaksanaan Salomo.
Ketika akhirnya bertemu dan mendengar, dia bukan hanya sangat kagum kepada Salomo tetapi juga mau bertobat dan percaya kepada Allahnya Salomo (1 Raja-raja 10:6-9).
Lihat juga: Menjadi Pemenang Sejati
Lihat juga: Ganti Suku Cadang, Jadi Manusia Baru Citra Kristus
Kristus mengatakan, Dia pasti lebih besar dari nabi Yunus dan Salomo karena Dia adalah Putera Allah yang berkusa di atas segalanya.
Ketidak percayaan orang-orang Yahudi bukan karena tidak melihat tanda-tanda dahsyat dari Tuhan, bukan karena ajaran-ajaran Kristus yang meragukan kebenarannya, tetapi karena mereka keras hati dan terus menutup diri.
Karena itu pada saatnya, mereka akan menerima akibat yang sangat pahit dari penolakan dan kesombongan rohani mereka.
Allah tidak kurang memberi tanda-tanda bahwa Dia sangat mengasihi kita dan berkenan memberi segala sesuatu yang terbaik untuk kita.
Tuhan berulang kali secara kasat mata menunjukkan mujizat-mujizat dan tanda-tanda kasihNya yang ajaib secara pribadi kepada kita.
Tetapi apakah semua itu sungguh membuat kita mau percaya dan taat kepadaNya?
Janganlah membiarkan diri kita dikuasai oleh segala kekhawatiran dunia atau kesombongan-kesombongan diri sehingga kita tidak mampu melihat tanda-tanda itu dengan jernih dan tidak mau percaya bahwa kita sungguh bergantung kepada kasih dan kuasa Kristus.
Celikkanlah mata untuk setiap hari melihat dan mensyukuri tanda-tanda kasih Allah.
Percayalah akan kuasaNya dan akan semua ajaran-ajaran Kristus, maka kita akan mengalami kebahagiaan dan kedamaian hidup, baik saat ini maupun kelak di alam kekekalan.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Keselamatan Bagi yang Percaya
Lihat juga: Menyadari Tujuan Hidup Kekal
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.











