Roma 8:26-30
Lukas 13:22-30
Shalom,
Mendengar ajaran Kristus bahwa semua orang harus bertobat (Lukas 13:3), berbuah (Lukas 13:8-9) dan menumbuhkan imannya (Lukas 13:19), seorang muridNya menjadi pesimis sehingga dia bertanya: ‘Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?’.
Kristus tidak membenarkan atau menyalahkan pendapat itu tetapi mengatakan: ‘Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu’.
Allah tidak terutama menuntut hasil, tetapi Dia melihat usaha sungguh-sungguh kita untuk bertobat, berbuah dan menumbuhkan iman.
Bertobat berarti mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang melawan ajaran kasih Kristus.
Berbuah adalah sebanyak mungkin melakukan perbuatan kasih dengan tulus kepada sebanyak mungkin orang.
Menumbuhkan iman adalah berusaha semakin mempererat relasi dengan Tuhan melalui doa, ibadat dan merenungkan FirmanNya.
Semua usaha ini pasti akan menghadapi tantangan dan godaan tetapi Allah juga pasti membantu untuk memampukan kita.
Lihat juga: Jangan Takut
Lihat juga: Viral Hoaks! Paus Yohanes Paulus II Pindah Agama
Santo Paulus menegaskan hal ini dalam suratnya kepada jemaat di Roma.
Dia mengatakan, malahan ketika kita sudah mengalami banyak kegagalan sehingga tidak tahu lagi apa yang harus diminta kepada Tuhan untuk dapat terus memperbaiki diri, Roh Allah akan turun meneguhkan kita:
‘Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan’ (Roma 8:26).
Allah lebih tahu kemampuan dan kesulitan-kesulitan kita dari pada kita sendiri.
Allah tahu segala kerinduan kita.
Dia pasti tahu di saat-saat kita terus berusaha untuk melewati pintu yang sesak.
Yang tidak disukai Allah adalah orang yg mengatakan ingin masuk kedalam surga, tetapi tidak mau berkorban diri, tidak mau melepaskan keterikatan dengan kenikmatan-kenikmatan dosa dan tidak mau berubah.
Kristus lalu memberi perumpamaan, ketika pintu rumah telah ditutup oleh tuan yang akan segera memulai perjamuan makan, mereka yang masih berada di luar akan mengetuk-ngetuk dan berseru minta dibukakan.
Orang-orang itu akan mengajukan alasan bahwa mereka kenal dengan tuan itu.
Tetapi pada saat itu, Tuan itu akan menjawab: ‘Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapanKu, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan’.
Lihat juga: Dibaptis: Mengenakan Kristus, Menerima Roh Kudus dan Menolak Roh Jahat
Lihat juga: Melawan Kemunafikan
Bagaimana Kristus dapat mengakui kita sebagai murid-muridNya pada saat Ia mengadili dunia pada Penghakiman Terakhir, kalau selama dalam kehidupan di dunia kita tidak berusaha sungguh-sungguh mendengarkan SuaraNya, apalagi mau bertekun melakukan apa yang diajarkanNya?
Malahan cukup banyak orang yang sekalipun datang beribadah, mengikuti Misa Kudus, hati dan pikirannya tetap tidak sepenuhnya tertuju kepada Allah kaeena tidak rela meninggalkan kesibukan dan kesenangan-kesenangan duniawi.
Orang-orang yang disebut sebagai pelaku-pelaku kejahatan adalah orang-orang yang tetap bersibuk diri dengan kesenangan-kesenangannya, padahal tahu perjamuan makan akan segera dimulai.
Kristus lalu mengingatkan bangsa Israel bahwa meskipun mereka adalah bangsa pertama yang dipilih Tuhan untuk diselamatkan, tetapi karena kekerasan hati mereka, bangsa-bangsa lain akan lebih dulu menerima Dia sebagai Juru Selamat dan memperoleh keselamatan abadi.
Saatnya akan tiba ketika mereka melihat orang-orang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan duduk dalam perjamuan makan bersama Abraham, Ishak, Yakub nenek moyang mereka tetapi mereka sendiri dicampakkan keluar.
Lihat juga: Keselamatan Bagi yang Percaya
Lihat juga: Kristus Melemparkan Api
Peringatan Kristus ini sesungguhnya bukan hanya untuk bangsa Israel saja, tetapi juga untuk kita semua saat ini.
Bagi orang yang telah menerima Sakramen Baptis sejak bayi atau kanak-kanak, kalau mereka tidak mau bertekun mendengarkan dan mengikuti ajaran-ajaran Kristus, mereka dapat menjadi yang terakhir bahkan tertolak untuk dilayakkan bersatu dengan Kristus dan para kudusNya di dalam kebahagiaan abadi.
Bukan mereka yang paling awal menerima baptisan yang pertama-tama dapat mengalami keselamatan sejati, tetapi mereka yang mau bertekun, berusaha keras dengan segala pengorbanan diri, yang pertama-tama akan menikmati kebahagiaan Ilahi.
Mereka yang rela berdesak-desakan masuk ke pintu yang sempit yang akan selamat dan bukan mereka yang memilih pintu yang terbuka lebar untuk menikmati dunia yang sangat fana.
Firman Tuhan harus diresapi dan dilakukan sehingga menghasilkan perubahan cara berpikir dan sikap hati yang akan mendorong kita untuk semakin banyak berbuat kasih kepada sesama.
Jangan bertanya, bagaimana caranya atau apakah kita mampu melakukannya, karena kalau kita membuka diri, dengan caraNya yang dahsyat, Allah akan bekerja membantu dan membukakan kesempatan-kesempatan sehingga kita dapat berubah dan berbuah.
‘Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (untuk bertobat, berbuah dan terus menumbuhkan iman kepada Kristus)’ (Roma 8:28).
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Bertobat dengan Berbuat Kasih
Lihat juga: Percayalah, Kamu Telah Menerimanya
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.











