Kristus Menjagaku Saat 2 Kali Meletus Ban Motorku, Mazmur 121:7

HATIYANGBERTELINGA.COM – Dua kali meletus ban motorku, dua kali juga Tuhan menjagaku dan menyelamatkanku.

Kejadian pertama, Senin malam, 18 Mei 2026 sewaktu aku membawa sekarung beras 10 kilogram dengan menggunakan motor. Tiba-tiba ban depan motorku meletus. “Pesss,” sesaat terdengar di telingaku.

Aku tak menyangka suara yang terdengar letusan itu ternyata berasal dari ban depan motorku. Aku bersyukur beberapa meter setelahnya motorku masih dapat dikendalikan seraya diriku mencari tempat tambal ban.

Kunjungi juga: Berkat Tuhan via Tas Jubah Misa Romo Sebas

Kunjungi juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak

Malam itu diriku putuskan untuk pulang ke rumah lebih dulu menyimpan beras yang dibeli sebelumnya. Kemudian aku mengambil pompa tabung manual dan membawanya menuju tambal ban.

Pompa manual ban itu digunakan karena angin ban motorku langsung kempes berjarak 10 meteran. Sebanyak 2 kali aku pompa manual ban depannya hingga menuju tempat tambal ban.

Setiba di tukang tambal ban, seorang pria paruh baya menambalnya. Beliau sempat menawarkan melapisi tambahan ban dalam motorku namun diriku menolaknya. Biayanya cukup lumayan Rp15 ribu.

Belum termasuk biaya menambal ban malam itu Rp20 ribu. Jadi aku putuskan cukup ditambal saja tanpa biaya tambahan lainnya.

Kunjungi juga: Tips Aman Lelang Motor atau Mobil Bagi Pemula

Kunjungi juga: Perlindungan Allah Via Bearing Roda Motor

Sesudah ditambal dengan baik malam itu aku kembali pulang ke rumah. Keesokan harinya, Selasa (19/5/2026), aku berangkat kerja dengan aman dan selamat hingga tiba di kantor. Namun pada sore harinya, saat di perempatan lampu merah dekat kantor tiba-tiba ban depan motorku meletus lagi.

Saya sempat panik dan terkejut karena kejadian meletus ban depan itu untuk kedua kalinya. Namun saya bersyukur pada Tuhan karena motorku dapat dikendalikan walau mesti mencari lokasi tambal ban cukup jauh.

Sore itu penambal bannya ada dua pria paruh baya. Mereka menawarkan ban bekas untuk sementara digunakan, namun saya menolaknya karena kondisi ban bekasnya kurang bagus, ada keretakan dan sudah tipis karetnya.

Kunjungi juga: Perlindungan Juru Selamat

Kunjungi juga: Refleksi Part 1-3 (Ending) dan Kiat Belajar S2

Pria lainnya yang berbaju hitam mencoba mencari ban lainnya di lokasi berbeda yang agak jauh, namun tidak dibawanya karena kondisi bannya tidak bagus juga. Akhirnya seorang lainnya di antara mereka kemudian memotongkan ban bekas tambahan untuk dilapisi pada bagian lobang ban depanku. Jadi ada tambahan karet ban untuk menutupi ban luar yang robek.

Aku pun membayar Rp30 ribu untuk biaya tambahan ban dan tambalan ban sore itu. Aku kemudian menuju pulang ke rumah dengan membawa motor perlahan-lahan. Aku juga sambil mencari ban pengganti dengan harga yang terjangkau.

Aku mulai menyadari kenapa tidak langsung diganti saja dengan ban yang baru? Aku sempat menghitung-hitung kondisi keuanganku di pertengahan bulan ini.

Sambil curahan hati aku sempat buat status WhatsApp:

“Bersyukur masih diberikan keselamatan dan aman di jalan walau kondisi ban begini. Minta jajan tanggal tua gini ada ada aja dah,” postinganku 19 Mei 2026 pukul 16.17 wib.

Aku akhirnya menemukan toko ban yang dapat dikondisikan pembayarannya menggunakan tenor cicilan. Harga ban luar Rp225 ribu ditambah pentil tubles Rp13 ribu untuk pembayaran nontunai dan tip Rp5 ribu secara tunai.

Kunjungi juga: Lima Kiat Bijak Atur Pengeluaran Uang

Kunjungi juga: Tips Kelola Keuangan Keluarga dari Selebritas

Pengalaman ban meletus sebanyak 2 kali itu menyadarkanku kembali bahwa Kristus telah menyelamatkan diriku. Saya melihat kuasa Tuhan melindungiku dan menjagaku.

Berkali-kali Kristus menolong dan menyertaiku. Tidak ada habis-habisnya Kasih Tuhan berkarya hingga detik ini.

Aku mengimani Tuhan penjaga hidup kita seperti ditulis dalam kitab Mazmur.

“Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan;  Ia akan menjaga nyawamu.” (Mazmur 121:7)

Kunjungi juga: Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

Kunjungi juga: Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

Aku bersyukur atas cinta kasih Kristus dalam hidup ini. Terima kasih Tuhan atas Kasih-Mu. Biarkanlah aku dan kami semua memuji dan memuliakan-Mu, Tuhan.

“Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” (Mazmur 34:2).

Sahabat terkasih, marilah kita bersyukur dan memuji Tuhan atas keselamatan-Nya untuk hidup kita.

Kunjungi juga: Keselamatan dalam Bersyukur

Kunjungi juga: Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

Mari kita memuliakan nama-Nya dengan bibir kita dan dalam doa kita.

Seperti nasihat dari Rasul Paulus yang mengatakan, “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya (Ibrani 13:15).

Mari kita menyadari dan merasakan kasih Tuhan yang terus berkarya dalam hidup kita baik dari masa lalu, saat ini dan pada masa depan. Tetap semangat untuk kita semua. Terima kasih untuk sahabat terkasih yang telah mampir mendengarkan refleksi ini.

Salam Mecin

“Mendengar dengan Cinta”

Jakarta, 20 Mei 2026

Kunjungi juga: Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

Kunjungi juga: Menyangkal Diri, Memanggul Salib dan Mengikuti Kristus


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading