HATIYANGBERTELINGA.COM – Saya terkejut mendapat tugas spontan atau dadakan yang tidak terpikirkan sebelumnya, tanpa briefing, job desk, dan tidak diminta oleh tim panitia yang hadir pada hari itu.
Pagi itu tugas baru dari Tuhan adalah saya membawakan tas hitam berisikan jubah misa sekaligus sebagai pengawal Romo Sebas SVD (batik cream) ketika memasuki dan saat keluar area dalam Lapas Klas IIA Bulak Kapal Bekasi, Jumat, 20 Februari 2026.
“Itu tas isinya jubah saya,” kata Romo Sebas pagi itu saat ditanya oleh pegawai Lapas yang berjaga.
Saya spontan kemudian membawakan tas itu dari pintu masuk, saat pemeriksaan barang, hingga kembali keluar lapas.
Walaupun pagi hari itu cuacanya mendung, gerimis hujan, macet dan bahkan banjir, namun kami semua tetap berangkat dari tempat masing-masing (terjauh Serpong) menuju ke Lapas Bekasi untuk mengikuti misa dan penerimaan Abu Prapaskah untuk Warga Binaan di Gereja Kasih Anugerah.
Lihat juga: Kebaikan Tuhan via Korek Gas
Lihat juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak
Pagi itu, tas hitam berisikan jubah RP. Sebastianus Ndona, SVD, saya bawakan seraya mendampingi langkah beliau yang berhati-hati di jalanan area dalam Lapas.
Sesekali beliau terkena pinggiran seng di sampingnya karena menghindari jalanan licin di area yang sedang tahap renovasi.
“Kaki ini sudah mulai suka sakit,” kata Romo Sebas panggilan akrab umat kepadanya.
Saya bersyukur diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk mengawal Pastor Sebas. Pengalaman itu adalah berkat Tuhan yang tak terlupakan melalui tas hitam berisikan jubah misa.
Bukan hanya sekadar tas, tetapi juga sarana berkat Tuhan yang luar biasa seraya boleh berjalan bersama wakil Tuhan di dunia sebagai penerus para Rasul Kristus.
Berikut rekaman homili Romo Sebas dan Romo Didit yang dapat disaksikan pada channel YouTube kami.
Hari itu saya bersama komunitas Verbum Domini (KVD), KBKK (Komunitas Bakti Kasih Kemanusiaan), KKT (Komunitas Kasih Tuhan) perwakilan FPP Bekasi dan FPP KAJ berkesempatan melayani di bawah komando dokter Irene, RD Didit Supartono, dan Ketua Koordinator FPP Bekasi (mama mertua).
Usai misa, saya didampingi dokter Irene membawakan kegiatan “ice breaker”.
Tepuk baru tercipta seperkian menit yang terinspirasi di dalam Lapas yaitu “Tepuk Laskar Kristus.”
Laskar Kristus?!
“Iman” (tangan kanan),
“Kasih” (tangan kiri),
“Luar biasa (bentuk tangan love), dan
“Yes, Yesus, yes, Haleluya” (kepalan tangan bersemangat).
Setelah itu kami berjoget bersama dengan diiringi lagu “Ada Cinta” yang didokumentasi video di bawah ini.
Pengalaman hari itu mengingatkan saya terhadap ayat berikut ini:
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23).
Demikian juga ayat ini:
Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (1 Petrus 4:10).
Terima kasih Tuhan atas pengalaman pelayanan hari ini. Engkaulah yang terbaik dan terindah Tuhan. Berkat dan rahmat kasih-Mu luar biasa bagi kami.
Tuhan memberkati semuanya. Amin.
Salam Mecin
“Mendengar dengan Cinta”
Foto dokumentasi: bro Wandy & KVD.
Lihat juga: Perlindungan Allah Via Bearing Roda Motor
Lihat juga: 3 Spirit & Mindset Efata Community
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












