HATIYANGBERTELINGA.COM – Psikolog anak, remaja dan keluarga Sani Budiantini S.Psi, Psi menyampaikan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan trauma anak yang menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.
Direktur Lembaga Psikologi Daya Insan itu mengemukakan bahwa ada kalanya orang tua perlu memindahkan anak yang menjadi korban perundungan ke sekolah yang dinilai aman.
“Ada kalanya juga memang anak itu harus pindah sekolah, si korban gitu ya,” katanya kepada ANTARA, dilansir Rabu (21/5/2025).
“Karena trauma tadi, yang berkepanjangan, yang menghambat kemajuan sekolahnya, menghambat konsentrasi, melemahkan kesehatan mentalnya. Kalau kasus seperti ini memang disarankan anak tersebut masuk ke sekolah yang dirasa aman,” ia menjelaskan.
Lihat juga: Ini Bedanya Bullying dengan Bercanda
Lihat juga: Reparenting Bantu Sembuhkan Inner Child
Sani mengatakan bahwa orang tua harus berusaha memastikan anak berada di lingkungan sekolah yang aman dari perundungan.
“Tentunya rasa aman itu banyak hal ya, misalnya dari sisi lingkungan, dari sisi kasus-kasus yang ada di sekolah tersebut, dari sisi penanganan guru, pengamanan pengawasan sekolah, kayak (adanya) CCTV,” katanya.
Sani mengemukakan bahwa seharusnya pelaku perundungan yang dikenai konsekuensi pindah sekolah, bukan korbannya.
Namun, ia melanjutkan, kadang ada korban perundungan yang memang perlu dipindahkan ke lingkungan sekolah yang baru karena merasa trauma di lingkungan sekolah tempat dia mengalami perundungan.
Lihat juga: Tiga Dampak Bullying Anak Berawal dari Rumah
Lihat juga: Lima Tips Hadapi Bullying Game Online
Sani menyampaikan bahwa pindah sekolah tidak serta merta menjamin korban perundungan dapat pulih dari trauma.
Anak yang mengalami trauma karena menjadi korban perundungan di sekolah, ia mengatakan, membutuhkan bantuan dari tenaga profesional untuk memulihkan diri.
“Jadi ada pendampingan psikologis, tentunya ada pemeriksaan di awal untuk melihat intensitas atau sejauh mana hal tersebut mengganggu kesehatan jiwanya,” katanya.
Lihat juga: Sembilan Alasan Anak Malas Meski Berbakat
Lihat juga: Hindari Lima Kondisi Merusak Kepercayaan Diri Anak
Sani juga menyampaikan perlunya sekolah membangun sistem pendukung untuk membantu dan mendampingi pemulihan korban perundungan.
“Mendengar curhatannya tanpa menghakimi, tanpa melabel, atau bahkan menyalahkan,” katanya.
“Karena ada juga lingkungan yang memang menyalahkan korban, itu enggak boleh dilakukan, karena akan menambah luka batin yang lebih dalam untuk korban,” ia menambahkan.
Lihat juga: Kiat Bimbing Anak Agar Tidak Ikut-ikutan Sedang Viral
Lihat juga: Ikatan Batin Ibu-Anak Pengaruhi Tumbuh Kembangnya
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












