19 July 2024

Ini Bedanya Bullying dengan Bercanda

0

HATIYANGBERTELINGA.COM – Psikolog klinis Annisa Mega Radyani, M. Psi., menyebutkan perbedaan mendasar antara tindakan perundungan dengan bercanda yakni terdapat pada niat atau intensi pelaku kepada korban, sementara perundungan cenderung berniat untuk menyakiti orang lain.

“Ada intensi atau ada niat untuk menyakitinya (korban perundungan). Jadi, secara jelas orang tersebut ada keinginan untuk membuat orang lain itu tidak nyaman, membuat orang lain itu terluka jadi ada intensi seperti itu,” kata Annisa, lulusan magister psikologi Universitas Indonesia di Jakarta, Sabtu (24/2/2024).

Lihat juga: Tiga Dampak Bullying Anak Berawal dari Rumah

Lihat juga: Sejak Dini Perlu Didik Anak Tak Bully Penyandang Disabilitas

Sementara tindakan yang bersifat candaan hanya didasari motif sebatas ingin bersenda gurau dengan teman tanpa ada niat untuk menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman.

Annisa juga menyebutkan tindakan perundungan juga secara spesifik dilakukan kepada orang atau kelompok tertentu dan terjadi secara berulang-ulang.

Lihat juga: Lima Tips Hadapi Bullying Game Online

Lihat juga: 10 Rahasia Buat Anak Jadi Lebih Cerdas

“Bullying (perundungan) itu memang tidak hanya sekali atau dua kali tapi ketika itu terjadi berulang kali dan dalam waktu berdekatan,” ujar Annisa.

Orang tua berperan penting dalam mendidik anak guna mencegah sifat perundung timbul dalam diri anaknya salah satunya dengan mengajarkan perbedaan antara tindakan yang bersifat candaan dan yang menjurus kepada perilaku perundungan.

Lihat juga: Lima Cara Sederhana Ungkapkan Kasih Sayang ke Orang Tua

Lihat juga: Orang Tua Perlu Terapkan Pola Asuh Dialogis

“Artinya dari orang tua atau keluarga penting sekali mendidik anak sejak dini untuk memahami apa, sih, bullying (perundungan) itu? Apa, sih, bedanya bullying dan bercanda? Perilaku apa aja sih yang udah disebut sebagai bullying?,” ucap dia.

Selain itu, orang tua juga didorong untuk mengajarkan konsekuensi dari setiap perbuatan yang dilakukan oleh anaknya.

Lihat juga: Tips Membangun Ikatan Kuat Antara Orang Tua dengan Anak

Lihat juga: Lima Tips Tinggal Sama Orang Tua

Annisa mengatakan orang tua juga perlu tegas dalam menyampaikan kepada anak hal mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

“Kalau memang anak melakukan kesalahan, kita tetap konsisten menyampaikan bahwa itu tidak boleh lagi dilakukan,” kata dia.

Lihat juga: Pentingnya Mengobrol dengan Anak-Remaja

Lihat juga: Kiat Pahami Kembang Sosial Emosional Anak


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading