HATIYANGBERTELINGA.COM – Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa masyarakat umum dapat melakukan pencegahan penularan tuberkulosis (TBC) melalui beberapa hal.
“Ada empat pencegahan. Pertama kalau ada yang sakit maka harus segera diobati agar tidak menular ke orang lain,” katanya kepada ANTARA, dilansir Jumat (23/5/2025).
Selain itu, ia merekomendasikan vaksinasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) pada bayi sebagai perlindungan sejak dini.
Lihat juga: Kenali Gejala Cegukan
Lihat juga: Anak Batuk Tidak Boleh Dalam Posisi Tidur
“Walaupun proteksinya hanya sebagian (mencegah TBC) berat pada anak dan kematian TBC pada anak) tidak melindungi dewasa,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang memang sesuai dengan kriteria estetika maka dapat diberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).
Terakhir yakni menerapkan perilaku hidup bersih, sehat untuk menjaga daya tahan tubuh.
Lihat juga: Edukasi Bermain Bentuk Perilaku Bersih Anak
Lihat juga: Bersihkan Wajah Anda Saat Pagi Hari Agar Kulit Tetap Sehat
Pria yang juga menjabat Direktur Pascasarjana Universitas YARSI ini juga mengungkapkan adanya perkembangan diagnosis untuk penyakit TBC.
“Diagnosis tadinya pakai sputum untuk melihat kuman di bawah mikroskop maka sekarang dengan tes cepat molekuler,” katanya.
Sementara dari sisi pengobatan, kini sudah ada pengobatan dengan durasi empat bulan selain durasi enam bulan.
Lihat juga: Panduan dari IDAI untuk Isolasi Mandiri Anak-anak
Lihat juga: Tips Penanganan Tepat Bagi Penderita Gejala Sinusitis
Soal vaksin TBC yang masih diteliti, ia berharap jika hasil penelitian menunjukkan hal positif maka dapat dihadirkan vaksin baru sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.
“Tapi sekarang belum ada (vaksin TBC),” katanya.
Lebih lanjut, ia pun melarang pasien yang masih terpapar TBC tidak menghentikan pengobatan, karena hal ini mampu menyebabkan dampak yang serius bagi pasien.
“Tentu jangan sampai berhenti, karena akan ada dua dampak. Pertama, penyakitnya tidak sembuh, dan kedua dapat terjadi kuman yang resisten dan tidak dapat dibunuh oleh obat standard,” katanya.
Lihat juga: Tanda Awal Katarak Anak dan Cara Pengobatannya
Lihat juga: Sering Lupa Nama Orang? Obatnya Tenyata Cuma Tidur Berkualitas
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












