HATIYANGBERTELINGA.COM – Tak hanya dialami orang dewasa, katarak juga dapat terjadi pada anak-anak yang dapat mengganggu penglihatannya.
Katarak adalah suatu kondisi di mana protein dalam lensa mata rusak sehingga menjadi keruh, yang menyebabkan penglihatan kabur atau tidak jelas.
Katarak dapat berkembang pada anak-anak disebabkan dari faktor bawaan, di mana beberapa anak terlahir dengan katarak dari masalah perkembangan, atau infeksi selama kehamilan.
Lihat juga: Daftar Nutrisi Penting Lindungi Mata
Lihat juga: Anak di Bawah 8 Tahun Rentan Mata Juling
Penyebab lain katarak pada anak terjadi karena trauma mata, peradangan, dan terjadi karena penggunaan steroid atau obat tetes mata.
Katarak dapat memengaruhi anak kecil dan anak muda secara berbeda, sehingga penting untuk mengidentifikasi tanda-tandanya agar dapat dilakukan intervensi yang efektif.
Berikut tanda awal katarak pada anak, seperti dilansir Times of India, Rabu (23/4/2025).
Lihat juga: Atasi Mata Minus Anak Tanpa Lasik, Mungkinkah?
Lihat juga: Sembilan Alasan Anak Malas Meski Berbakat
1. Tanda awal katarak pada anak kecil
- Perubahan warna putih atau keabu-abuan pada pupil mata, terutama terlihat pada cahaya terang atau foto.
- Mata mungkin menyipit atau juling/tidak sejajar.
- Bayi mungkin menunjukkan tanda-tanda gangguan penglihatan dengan kesulitan mengenali wajah.
- Anak-anak mungkin mengalami keterlambatan perkembangan visual, tidak mencapai tonggak perkembangan seperti melacak objek dengan mata mereka.
- Sensitivitas atau kepekaan terhadap cahaya terang dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan sehingga menekankan pentingnya deteksi dini dan perawatan.
Lihat juga: Aktivitas Fisik Jaga Kesejahteraan Mental Anak
Lihat juga: Salah Pola Makan dapat Rusak Tiroid Anak
2. Tanda awal katarak pada anak muda
Pada anak yang lebih tua, tanda-tanda katarak pada mata yang tidak boleh diabaikan, seperti:
- Penglihatan buram/kabur atau terdistorsi, tidak melihat gambar yang jelas.
- Penglihatan ganda, melihat dua gambar dari satu objek sekaligus
- Mata tidak sejajar (strabismus), di mana mata tidak melihat ke arah yang sama secara bersamaan.
- Gerakan mata yang tidak terkendali (nistagmus), gerakan mata yang tidak disengaja yang dapat menyebabkan mata bergerak dengan cepat dan dapat mengaburkan penglihatan.
- Memegang buku atau mainan dekat dengan wajah mereka.
Lihat juga: Hindari Makanan yang Buat Gangguan Tidur Anak
Lihat juga: Hukuman Fisik Tidak Relevan Didik Anak Masa Kini
Dengan mengenali tanda-tanda awal ini, orang tua dapat segera memeriksakan kesehatan mata ke dokter sehingga memastikan anak-anak mendapatkan perawatan yang mereka perlukan untuk mengatasi potensi katarak.
Pengobatan katarak pada anak
Penanganan katarak pada anak-anak sering kali memerlukan intervensi bedah, meskipun penanganan non-bedah juga tersedia, tergantung pada kasusnya.
Biasanya melalui metode utama melibatkan pengangkatan lensa yang keruh dan menanamkan atau implantasi lensa intraokular (IOL).
Lihat juga: Anak Sering Tonton Video Pendek Turunkan Minat Belajar
Lihat juga: Orang Tua Perlu Kontrol Penggunaan Gawai Anak
Untuk katarak yang kecil atau tidak signifikan secara visual, diperlukan pendekatan dengan hati-hati, seperti melakukan pemantauan rutin untuk setiap perubahan penglihatan.
Jika operasi belum diperlukan, kacamata atau lensa kontak dapat membantu hingga operasi diindikasikan.
Manajemen yang cermat dengan dilatasi farmakologis juga dapat dipertimbangkan, dengan mempertimbangkan potensi risiko komplikasi seperti ambliopia.
Lihat juga: Kiat Strategi T.E.R.A.T.U.R Anak Masuk Sekolah
Lihat juga: Cegah Pelecehan Anak dari Pelaku Child Grooming
Ada beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi keputusan pengobatan, seperti usia anak, jenis dan ukuran katarak, serta kondisi kesehatan yang menyertainya.
Waktu operasi sangat penting terutama pada bayi di bawah dua tahun, yang mungkin menghadapi risiko lebih tinggi terkait implantasi IOL.
Apakah katarak bersifat bawaan atau didapat juga memengaruhi urgensi perawatan.
Lihat juga: Tiga Dampak Bullying Anak Berawal dari Rumah
Lihat juga: Empat Cara Kenalkan Anak Label Makanan Kemasan Agar Tidak Keracunan
Penanganan jangka panjang setelah operasi sangat penting untuk memantau perkembangan penglihatan dan mencegah komplikasi seperti ambliopia.
Selain itu, diperlukan kontrol rutin dengan dokter mata untuk mendapatkan hasil penglihatan terbaik seiring dengan pertumbuhan anak.
Pendekatan komprehensif ini memaksimalkan potensi perbaikan penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Lihat juga: 10 Rahasia Buat Anak Jadi Lebih Cerdas
Lihat juga: Tips Ajarkan Anak Menabung
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












