Iri Hati dan Cemburu

Kejadian 4:1-15, 25, Markus 8:11-13

Shalom,

Kisah tentang Kain dan Habel bukanlah suatu kejadian yang bersifat historis, tetapi suatu cerita religius yang menggambarkan asal muasal dosa yaitu iri hati yang berakar dari kecenderungan kita untuk membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Karena mendengarkan godaan iblis, Adam dan Hawa yang hidup dalam kedamaian mulai membanding-bandingkan diri mereka dengan Tuhan. Akibatnya mereka menjadi cemburu dan tidak mau taat lagi kepada Tuhan.

Lihat juga: Kebaikan Tuhan via Korek Gas

Kain membanding-bandingkan penerimaan Tuhan atas persembahan yang dia sampaikan dengan yang dipersembahkan Habel adiknya. Dia marah ketika melihat Allah lebih berkenan dengan persembahan Habel.

Kain merasa iri dan cemburu kepada Tuhan karena merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan, padahal dia anak sulung. Kain tidak menggunakan kenyataan ini untuk koreksi diri. Dia memberikan persembahan tidak dengan sepenuh hati untuk menyata kan syukur, tetapi sekedar suatu kewajiban atau rutinitas saja.

Habel memberikan yang terbaik yang dia miliki (lemak-lemak dari anak sulung dombanya) untuk dipersembahkan. Dengan memberi yang terbaik, Habel menunjukkan rasa syukur dan hormatnya kepada Tuhan.

Lihat juga: Bersyukur tanda iman #Homili30

Sesungguhnya Allah bukan melihat apa yang dipersembahkan tetapi apa yang ada dihati dan pikiran kita ketika memberi persembahan. Allah yang mengetahui segalanya, menegur Kain untuk menyadarkannya: ‘Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau berbuat tidak baik, dosa sudah mengintip didepan pintu. Ia sangat menggoda engkau tetapi engkau harus berkuasa atasnya’ (Kejadian 4:6-7).

Kain sebenarnya merasa kecewa dengan Tuhan bukan dengan Habel. Tetapi karena tidak berani menyampaikannya kepada Allah, maka dia menumpahkan kekesalan hatinya kepada Habel. Kain sangat kawatir Habel akan mendapat balasan yang lebih berlimpah dari pada dia, sehingga akan mempermalukan dia.

Lihat: Cinta Kasih Tuhan Mentahirkan Keluarga

Tuhan mengingatkan Kain, bahwa kalau dia tulus dalam memberi persembahan, dia tidak perlu memikirkan apa yang Allah akan anugerahkan kepadanya sebagai balasannya. Tetapi kalau dibalik persembahan ada keinginan mendapat balasan yang berlipat, meskipun terlihat melakukan hal yang baik tetapi sama sekali tidak berdasarkan kasih.

Kain membanding-bandingkan penerimaan Tuhan atas persembahan yang dia berikan dengan yang diterima Habel. Karena iri, cemburu dan kawatir Habel akan lebih sukses dari dirinya karena lebih disayangi Tuhan. Kain membunuh Habel.

Lihat juga: Cinta Kasih Tuhan Mentahirkan Keluarga

Orang-orang Farisi telah mendengar ada begitu banyak orang yang mengikuti Kristus karena Dia mengajar dengan penuh kuasa dan telah banyak menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir kuasa-kuasa gelap. Didalam beberapa kesempatan, mereka mencoba berdebat dengan Kristus tentang penafsiran kitab Taurat, tetapi mereka tidak bisa membantah kebenaran-kebenaran yang disampaikanNya. Akan tetapi hal ini tidak membuat mereka menjadi percaya kepadaNya, malahan menimbulkan iri hati dan dendam karena merasa dipermalukan.

Orang-orang Farisi juga sangat cemas melihat begitu banyak orang yg percaya kepada Kristus. Mereka khawatir orang-orang Yahudi tidak lagi percaya kepada mereka, sehingga mereka akan kehilangan kekuasaan dengan segala fasilitas yang mereka nikmati.

Orang-orang Farisi ini lalu mencoba meminta lagi tanda-tanda bahwa Kristus memang utusan Allah, dengan harapan mereka dapat menemukan kesalahan dari apa yang dia katakan atau lakukan. Kristus yang mengetahui isi hati mereka, mengeluh dalam hati.

Lihat juga: Narsistik Yesus Buat Hatiku Tenang

Orang-orang Farisi ini adalah kelompok orang-orang yang pandai, berpendidikan tinggi dan terus mempelajari hukum Taurat dan kitab para nabi serta mengajarkannya kepada semua orang. Tetapi hati mereka ternyata jauh dari Allah.

Apa yang mereka lakukan sesungguhnya bukan agar Allah dipermuliakan didalam diri semua orang, tetapi agar semua orang mau percaya dan taat kepada mereka, sehingga dapat mereka manfaatkan untuk kepentingan diri atau kelompok mereka saja.

Kristus tidak mau lagi membuat tanda-tanda/mujizat-mujizat karena kalau hati mereka tetap dipenuhi iri hati dan ketamakan, apapun yang Dia lakukan atau ajarkan, tetap saja mereka tidak mau percaya.

Lihat juga: Yesus Makan Ikan Bakar dan Roti Panggang, Bangkit!

Orang Farisi melihat begitu banyak orang datang kepada Kristus, jauh melebihi dari yang datang kepada mereka. Karena tidak dapat menjatuhkan Kristus dengan Firman Allah, mereka merencanakan pembunuhan atas diriNya.

Didalam kehidupan sehari-hari, dalam segala bidang, kita perlu sangat berhati-hati dengan kecenderungan membanding-bandingkan diri dengan orang lain, karena hal ini dapat menjadi akar bertumbuhnya iri hati, dengki dan kebencian kepada sesama serta kecemburuan kepada Tuhan sehingga membuat hidup kita gelisah, tidak damai, mudah marah kepada semua orang dan malahan dapat membawa kita kepada perbuatan-perbuatan kejam.

Lihat juga: Perlindungan Allah Via Bearing Roda Motor

Bersyukurlah kepada Tuhan dan percayalah bahwa meskipun setiap orang menerima berkat dan anugerah yang berbeda-beda tetapi Allah mencintai setiap kita dengan cinta yang sama. KasihNya seperti matahari yang memberi terang dan kehangatan kepada semua orang tanpa membeda-bedakannya.

Dia yang lebih tahu bagaimana membuat kita bahagia dan memperoleh keselamatan kekal dari pada diri kita sendiri. Jangan hanya terpukau melihat apa yang dianugerahkan Allah kepada seseorang tetapi ingatlah limpahan berkat yang telah dilakukan Tuhan kepada kita di waktu-waktu yang lalu.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Ngubah Hati Najis Jadi Berkat


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Spiritualitas

    Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

    Tips dan Strategi Teolog Siber Awam Jadi Influencer Kristus di Jagat Digital

    Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

    Yesusku yang Baik, Yesus Terbaik; Lirik: Imanuela Pangaribuan

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading