Bilangan 6:22-27, Galatia 4:4-7, Lukas 2:16-21
Shalom,
Peristiwa kelahiran Kristus adalah suatu peristiwa yang sangat amat luar biasa. Allah yang Maha Kuasa berkenan menjadi manusia yang hidupnya serba terbatas baik oleh waktu, tempat maupun akal budinya.
Akan tetapi peristiwa yang sangat luar biasa ini terjadi dalam suasana yang jauh dari sorak sorai kegembiraan dan perhatian dunia. Tidak ada yang mau memperhatikan bahkan berbelas kasihan kepada wanita pilihan Allah yang sedang sakit karena saat melahirkan Bayinya sudah hampir tiba, sehingga dia harus melahirkan Bayi Mesias di kadang hewan tunggangan.
Lihat juga: Penciptaan Baru Dunia
Meskipuun begitu, Allah tidak membiarkan Maria dan Yusuf bergumul sendiri didalam kebingungan dan keprihatinan begitu saja. Peneguhan dan penghiburan bagi mereka setelah mengalami saat-saat yang kritis itu datang dari kesaksian para gembala yang diutusNya.
Mereka bersaksi bagaimana malaikat menampakkan diri pada mereka di tengah padang rumput dan mengatakan bahwa Bayi yang dilahirkan di kandang hewan di Bethlehem adalah Imanuel, Allah yang berkenan hidup bersama dan ditengah manusia.
Lihat juga: Pastor Kopong MSF: Larangan Ucapan Natal Semakin Bermakna di Betlehem Indonesia
Kedatangan Kristus didunia ini bukan hanya suatu peristiwa sejarah. Dia datang untuk memulihkan relasi kasih antara Allah dan manusia yang telah rusak karena dosa dan kelalaian manusia.
Kristus bahkan melayakkan kita untuk menjadi anak-anak Allah sehingga kita dapat menyapa Allah yang Maha Mulia dengan panggilan yang sangat intim: ‘ya Abba, ya Bapa”. Dengan demikian relasi kita dengan Allah bukan lagi berdasarkan ketaatan akan perintah-perintahNya seperti relasi antara tuan dengan hamba yang diajarkan kitab Taurat (Galatia 4:6-7).
Dasarnya sekarang adalah kasih yang menjadikan segala ketaatan bukan lagi karena takut dihukum atau karena mengharap upah, tetapi karena takut mengecewakan dan menyedihkan Bapa yang mencintai kita.
Lihat juga: Berani Membela Iman dan Menjadi Saksi Kristus
Kasih Kristus telah memperbarui hidup kita sehingga kita bukan lagi hamba tetapi sebagai anak-anak Allah, yang berarti ahli-ahli waris Kerajaan Surga. Kelahiran Kristus telah membuat seluruh kehidupan kita menjadi baru, karena kita dilepaskan dari jerat dan kutukan dosa.
Tanpa kita mau menerima Kristus, pembaruan itu tidak dapat kita alami. Karena itu, sebelum kita merayakan tahun Baru, kita harus mensyukuri kelahiran Kristus didalam kehidupan kita dan keluarga kita lebih dulu. Kita harus mensyukuri Natal lebih dulu sebelum merayakan Tahun baru.
Lihat juga: Tips Buat Resolusi Tahun Baru dan Menerapkannya
Hari ini kita membuka lembaran baru didalam kehidupan, dengan memasuki tahun yang baru. Ada banyak harapan tetapi tidak ada suatu kepastian.
Sebagai manusia, kita begitu tidak berdaya sehingga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Tetapi sebagai anak-anak Allah, kita dapat berseru memohon perlindungan dan petunjuk Tuhan, seperti seorang anak kecil yang berseru mencari perlindungan didalam pelukan kasih orang tuanya.
Lihat juga: Tuhan Memberkati Kita Melalui Orang Lain
Marilah kita diawal tahun yang baru ini tidak memulai dengan pekik kegembiraan tanpa makna seperti anak-anak dunia, tetapi berseru memohon berkat Tuhan seperti Dia telah member kati bani Israel dalam peziarahan mereka menujuTanah Terjanji:
-Tuhan berkenanlah selalu memberkati dan melindungi kami dari segala yang jahat didalam tahun yg baru ini (Bil 6 : 24).
-Berkenanlah menyinari kami dengan wajahMu yang Maha Kudus dan memberi kami kasih karunia Mu sehingga kami tidak tersesat dalam melangkah (Bil 6 : 25).
-Tuhan berkenanlah menghadapkan wajahMu kepada kami dan memberi kami damai sejahtera. Amin.
Selamat Tahun Baru 2025 para sahabat yang dikasihi Kristus. Dalam perlindungan dan bimbinganNya, mari melangkah masuk kedalam tahun yang baru ini.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Tahun Baru dapat Picu Depresi, ini Tiga Kiat Mengatasinya!
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












