1 Yohanes 2:22-28, Yohanes 1:19-28
Shalom,
Yohanes Pembaptis yang hidup sebagai seorang pertapa dan pendoa, dengan penuh urapan Roh Kudus menyerukan pertobatan kepada banyak orang di Betania yg diseberang sungai Yordan (bukan Betania dekat Yerusalem, tempat tinggal Maria, Marta dan Lazarus).
Mereka yang percaya dengan pewartaannnya diajak memberikan diri untuk menerima baptisan dengan ‘ditenggelamkan’ didalam sungai Yordan, sebagai tanda menenggelamkan kehidupan lama dan kemudian bangkit untuk hidup baru sesuai dengan Firman Allah.
Lihat juga: Dialah Tuhan Andalan Hidup Kita
Yohanes semakin hari menjadi semakin terkenal dan semakin banyak orang yang mengikutinya. Dengan baptisan yang dilakukannya, Yohanes tidak menghapus dosa orang banyak, karena dia tidak punya kuasa untuk itu.
Hanya Mesias yang berkuasa melakukannya. Tetapi baptisan yang dilakukannya adalah tanda bagi orang-orang yang mau bertobat, yang mau berubah.
Yohanes melakukan hal itu agar orang-orang lebih dapat mengenali Mesias yang disebutnya sebagai Terang yang akan datang, yang sebenarnya telah ada di antara mereka. Yang menjadi Tugas dia berikutnya adalah memperkenalkan Terang itu kepada banyak orang.
Lihat juga: Terang Kristus Dalam Kegelapan
Popularitas Yohanes ini menarik perhatian para pemimpin agama Yahudi, yang umumnya dari kelompok Farisi yang tinggal di Yerusalem. Mereka lalu mengutus beberapa orang di antara mereka untuk menyelidiki Yohanes, karena Yohanes bukan dari kelompok mereka.
Setelah bertemu, mereka langsung bertanya kepadanya, siapa dia sebenarnya. Dengan jujur Yohanes menjawab bahwa dia bukan Mesias yang telah diinubuatkan para nabi sejak berabad-abad sebelumnya dan sangat dinantikan kehadiranNya.
Lihat juga: Ingat Yohanes 15:17
Dia bukan nabi Elia yang meninggalkan dunia tanpa kematian (2 Raja-raja 2:11), meskipun malaikat Gabriel mengatakan kepada Zakharia ayahnya, dia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia (Lukas 1:17). Dia juga bukan nabi yang akan datang, yang seperti nabi Musa akan memimpin dan mempersatu kan semua suku bangsa Israel (Ulangan 18:15, 18).
Yohanes mengungkapkan jati dirinya dengan mengatakan: ‘Akulah suara orang yang berseru-seru dipadang gurun; “Luruskanlah jalan Tuhan”, seperti yang pernah dikatakan nabi Yesaya’ (Yes 40 : 3).
Yohanes tidak bicara panjang lebar tentang dirinya, tetapi dia mengarahkan semua orang untuk menantikan tampilnya Mesias yang dia sebut sebagai ‘Dia yang datang kemudian daripada aku’.
Yohanes malahan dengan rendah hati dan tanpa ragu mengatakan bahwa Orang yang akan datang tersebut sangatlah agung dan terhormat sehingga untuk menjadi hambaNya (membukakan tali kasutnya), dia tidak layak.
Yohanes mewartakan Firman tanpa berusaha mengagungkan dirinya sendiri. Inilah pewartaan Firman yang benar.
Lihat juga: Bersama Yesus Pergi Beritakan Injil ke Tempat Lain
Saat ini ada banyak ‘hamba-hamba Tuhan’ yang berbicara tentang Kristus, tentang kuasaNya yang dahsyat, tetapi mereka tidak benar-benar jujur dan tulus mau memuliakan Tuhan. Mereka condong sebatas ‘menggunakan’ Kristus untuk mencari popularitas dan kepentingan diri atau kelompoknya.
Mereka tidak sepenuhnya mengarahkan banyak orang untuk percaya dan bergantung pada kasih dan kuasa Allah, tetapi agar bergantung kepada diri mereka untuk dapat memperoleh kasih dan kuasa Allah itu.
Karunia penyembuhan, pengusiran kuasa gelap dan nubuat, disalah gunakan bukan untuk membuat nyata kehadiran Allah ditengah dunia saat ini tetapi lebih untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah ‘hamba yang diurapi Tuhan’.
Lihat juga: Suka Gak Layak Sama Yesus???
Yohanes rasul telah mengingatkan kita akan adanya orang-orang seperti ini. Yohanes menyebut mereka sebagai orang-orang dari kelompok anti Kristus. Mereka bukan memuliakan Kristus tetapi menyesatkan orang demi kepentingan dirinya: ‘Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenal orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu’ (1 Yohanes 2:26).
Yohanes rasul mengingatkan bahwa didalam diri kita yang telah dibaptis, ada kuasa Roh Kudus yang membimbing dan memampukan kita untuk bersaksi tentang Kristus, bukan terutama dengan karunia-karunia Roh yang ‘spektakuler’ tetapi dengan kasih dan ketaatan, sehingga konsisten melaksanakan ajaran-ajaran Kristus dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari: ‘Demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal (bukan hanya sekedar singgah) didalam Dia’ (1 Yohanes 2:27).
Lihat juga: Memaknai “Tanda” Sesuai Kehendak Tuhan
Kita perlu saling menguatkan, mengingatkan dan menghibur dengan karunia-karunia Roh Kudus yang dahsyat karena karunia-karunia Roh dianugerahkan kepada kita untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan diri sendiri, apalagi untuk membuat orang menjadi tergantung kepada kita (1 Korintus 12:7).
Yohanes Pembaptis adalah teladan seorang pewarta Firman sejati. Dia jujur, rendah hati dan tulus sekalipun dia dianugerahi urapan Roh Kudus yang luar biasa. Dia menggunakan segala kemampuan dan kesempatan untuk menunjukkan kehadiran Kristus kepada semua orang.
Lihat juga: Katekese: Roh Kudus
Setiap kita juga dipercayakan Allah karunia Roh untuk dapat memperlihatkan, menyatakan kehadiran Allah di tengah kekawatiran-kewatiran dan kesibukan dunia dengan melakukan ajaran-ajaran kasih Kristus dalam peziarahan hidup kita saat ini: mengasihi semua orang termasuk orang-orang yang sesungguhnya tidak layak dikasihi lagi, mengampuni semua orang tanpa batas dan melayani semua orang termasuk mereka yang sering menyakiti dan mengecewakan hati.
Mari siapkan dan sediakan diri untuk menjadi saksi Kristus yang jujur, rendah hati, tulus dan penuh urapan.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Berani Membela Iman dan Menjadi Saksi Kristus
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












