Kebijaksanaan Salomo 1:1-7
Lukas 17:1-6
Shalom,
Kristus mengingatkan para muridNya, di dalam kehidupan pasti ditemukan hal-hal yang dapat membuat kita jatuh dalam dosa, baik yang berasal dari orang-orang di sekitar kita maupun dari situasi kondisi di sekitar kita.
Hal-hal itu dapat berupa kata-kata atau sikap orang-orang yang menyakitkan hati, mengecewakan, membuat kita menderita, atau situasi kondisi masyarakat yang saat ini semakin materialistis, individualistis dan koruptif.
Hal-hal seperti ini dapat membuat iman kepercayaan kita kepada Tuhan goyah karena tergoda untuk membalas dendam, merasa iri dan dengki atau mengikuti kebiasaan-kebiasaan buruk yang terjadi di sekitar kita.
Kristus mengingatkan kita agar waspada dan tetap teguh beriman pada ajaran-ajaranNya dan yang lebih penting lagi, jangan sampai kita sendiri menjadi penyebab orang lain tersesat dengan kata-kata dan perbuatan kita yang ceroboh, arogan, kasar dan suka memamerkan kekayaan yang sebenarnya hanya sekedar titipan Tuhan.
Ada dua hal yg diajarkan Kristus dalam hal ini:
Lihat juga: Kesesatan yang Tersembunyi
Lihat juga: Berjaga-jagalah agar Tidak Jatuh ke dalam Dosa
Yang pertama, orang yang menyebabkan orang lain berbuat dosa akan mendapat hukuman berat dari Allah: ‘Lebih baik baginya jika sebuah batu giling dikaitkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyebabkan salah satu dari orang-orang yang kecil (yang lebih lemah atau yang sering lengah) ini berbuat dosa’.
Jangan berpikir kita dapat menyembunyikan sesuatu dari Tuhan, termasuk yang ada di kedalaman hati kita: ‘Sebab roh Tuhan memenuhi dunia semesta dan Ia yang merangkum segala-galanya mengetahui apapun yang disuarakan’ (Kebijaksanan Salomo 1:7).
Yang kedua, ampunilah kesalahan orang kepada kita termasuk orang-orang yang telah menjerumuskan kita untuk berbuat dosa.
Di dalam kasih, ingatkanlah orang yang bersalah itu bahwa kata-kata dan perbuatannya telah menyakiti kita atau orang lain.
Mungkin saja dia tidak sadar bahwa dia telah berbuat salah atau mungkin juga kita yang salah menafsirkannya.
Untuk mengampuni, Kristus mengatakan: ‘Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau 7x sehari dan 7x ia kembali kepadamu dan bekata “aku menyesal”, engkau harus mengampuni dia’.
Mendengar apa yang diajarkan Kristus itu, para rasulNya merasa diri mereka tidak akan sanggup melakukannya, sehingga mereka mengatakan: ‘Tambahkanlah iman kami (supaya kami mampu melakukannya)’.
Tetapi Kristus mengatakan jangan menunggu sampai merasa iman kita cukup kuat baru mau melakukan perintah itu.
Lakukan saja dengan kepercayaan penuh bahwa kalau kita melakukan apa yang diinginkan Tuhan dengan baik dan benar, kuasa Tuhan yang dahsyat akan ada bersama kita.
Lihat juga: Diampuni, Diubah dan Diutus
Lihat juga: Mengampuni, Diampuni Allah Bapa
Dalam kitab Kebijaksanaan ditulis: ‘Tuhan membiarkan DiriNya ditemukan oleh yang tidak mencobaiNya dan menampakkan Diri kepada semua orang yang tidak menaruh syak wasangka terhadapNya’ (Kebijaksanaan Salomo 1:2).
Iman memang dapat memampukan kita melakukan hal-hal yang dahsyat yang diibaratkan Kristus dengan menenggelamkan pohon ara yang besar ke dalam laut. Karena itu, janganlah ragu.
Tetapi di sisi lain, janganlah mencobai Tuhan dengan ‘memaksa’ Dia menunjukkan kuasaNya secara luar biasa, apa lagi kalau hanya untuk kebanggaan diri kita saja.
Untuk mengetahui dengan benar apa yang memang dikehendaki Tuhan, kita harus terus membersihkan diri dari segala dosa dengan melakukan pertobatan terus menerus.
‘Sebab kebijaksanaan tidak masuk ke dalam hati keruh dan tidak pula tinggal dalam tubuh yang dikuasai oleh dosa’ (Kebijaksanaan Salomo 1:4).
Kristus sudah mengingatkan bahwa di dalam kehidupan sehari-hari, tidak mungkin tidak ada hal-hal yang dapat membuat orang berdosa.
Tetapi mari kita menghadapi segala tantangan dan godaan dengan apa yang diajarkan Kristus.
Mengampuni semua orang yang berbuat salah tanpa kecuali dan tanpa batas, seperti Tuhan mengampuni kita, dan berhati-hatilah dalam bertindak dan berkata-kata, supaya kita jangan sampai menjadi batu sandungan bagi orang lain sehingga menyebabkan mereka jatuh ke dalam dosa.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Malaikat-malaikat Allah Sukacita karena Orang Berdosa yang Bertobat
Lihat juga: Dosa Tidak Pernah Bercanda, Kristus Telah Menebus Kita
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.











