Kisah Para Rasul 5:12-16,
Wahyu 1:9-11a, 12-13, 17-19,
Yohanes 20:19-31
Shalom,
Setelah Kristus disalibkan, para muridNya benar-benar frustasi.
Mereka sangat sedih kehilangan Guru yang mereka kasihi, bingung dengan kejadian-kejadian yang terjadi begitu cepat yang menghancurkan harapan.
Mereka juga sangat takut ditangkap imam-imam kepala karena mereka pasti dikenali sebagai murid-murid Kristus.
Dalam situasi seperti itu mereka memilih untuk mengurung diri di dalam ruangan tertutup dan terkunci.
Tetapi pada hari Minggu malam, hari ketiga setelah Kristus disalibkan, Kristus datang menampakkan Diri kepada mereka.
Lihat juga: Kristus Menyediakan Santapan untuk Kita
Lihat juga: Mensyukuri Kebangkitan Kristus
Kehadiran Kristus yang ‘menembus’ dinding dan pintu yang terkunci sangat mengejutkan mereka.
Kristus lalu menyapa mereka: ‘Damai sejahtera bagi kamu’.
Dia meyakinkan mereka bahwa Dia bukan hantu dengan menunjukkan luka-luka di tangan dan lambungNya, luka-luka karena penyaliban yang kejam.
Dia lalu menghembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus. Jika kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada’.
Lihat juga: Mengampuni, Diampuni Allah Bapa
Lihat juga: Dihakimi, Dimusuhi, Dihina, Segera Mengampuni!
Penghembusan Roh ini mengingatkan kita ketika Allah menciptakan manusia (Kejadian 2:7).
Dengan begitu, melalui penghembusan Roh ini, Kristus ‘menciptakan’ para rasul menjadi manusia-manusia baru dari yang tadinya penuh dengan keraguan, ketakutan dan kebingungan menjadi orang-orang yang berani bersaksi tentang kebenaran ajaran-ajaran Kristus.
Setelah diubah, para rasul diutus untuk mewartakan Injil dalam bimbingan Roh Kudus dan diberi kuasa untuk mengampuni dosa-dosa orang, sehingga dapat mengembalikan suka cita dan damai sejahtera pada diri setiap orang yang mau percaya kepada Allah.
Lihat juga: Allah Melihat Segala yang Tersembunyi
Lihat juga: Menjadi Wajah Belas Kasih Allah
Untuk lebih memampukan para rasul melakukan tugas perutusan, Allah menganugerahkan mereka berbagai karunia Roh Kudus yang dahsyat.
‘Oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan’ (Kisah Para Rasul 5:12a, 14).
Orang-orang Yahudi memang telah membunuh Kristus. Tetapi Allah membangkitkanNya sehingga Kristus dapat terus berkarya untuk memulihkan kebahagiaan dan kedamaian banyak orang, melalui para rasul-rasulNya.
Orang-orang Yahudi tidak banyak yang melihat sendiri penampakan Kristus setelah Dia bangkit, tetapi dari ajaran-ajaran dan kuasa yang mengalir pada para rasulNya, mereka disadarkan bahwa Kristus tetap berkarya membawa damai sampai akhir jaman.
Karena itu sebagai murid-muridNya, kita selayaknya juga merelakan diri untuk dipakai Kristus menjadi alat-alatNya.
Lihat juga: Tuhan Memakai Kita sebagai Alat Kasih-Nya
Lihat juga: Kristus Diadili dan Mengadili
Ketika Kristus menampakkan Diri pada hari Minggu pertama malam itu, Thomas tidak berada di rumah.
Saat para rasul yang lain menceritakan kepadaNya tentang kehadiran Kristus yang telah bangkit di tengah mereka, dia tidak percaya.
Delapan hari kemudian, ketika mereka sedang berkumpul lagi di rumah itu, Kristus kembali menampakkan Diri.
Kali ini Thomas ada di tempat itu.
Lihat juga: Tetap Taat dan Percaya di Saat Kecewa
Lihat juga: Sohib Yesus Bilang ke Gue: Dasar Lu Orang Kurang Percaya!
Kepada Thomas, Kristus berkata: ‘Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu. Ulurkanlah tanganmu dan taruhlah kelambungKu. Janganlah Engkau tidak percaya lagi’.
Thomas sangat-sangat terjejut. Kristus yang tidak terlihat, ternyata tahu semua yang dikatakannya kepada teman-temannya.
Meskipun begitu, Kristus tidak memarahi atau menghukumnya tetapi mengampuninya.
Karena itu dari ke dalaman hatinya, dia mengatakan: ‘Ya Tuhanku dan Allahku’.
Lihat juga: Membawa Persembahan untuk Tuhan
Lihat juga: Tuhan Memberkati Kita Melalui Orang Lain
Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua dapat menghadirkan Allah, menunjukkan kerahimanNya kalau kita mau mengampuni orang yang telah berbuat salah atau kelalaian.
Pengampunan adalah cara yang sangat efektif untuk mewartakan ajaran-ajaran Kristus.
Demikian juga kalau kita mau berbelas kasih kepada semua orang, maka kita menghadirkan kasih dan dan kuasa Kristus di tengah dunia yang selalu sibuk dan semakin individualistis.
Secara fisik, Kristus tidak nampak, tetapi Dia tahu segala yang terjadi, seperti Dia tahu dengan tepat apa yang dikatakan Thomas kepada teman-temanNya.
Dia tahu segalanya dan dengan kasihNya Dia pasti menolong kita untuk tetap berjalan di jalanNya.
Lihat juga: Memilih Jalan Kehidupan
Lihat juga: Bertekun Menjalani Relasi dengan Tuhan
Dalam perkembangan selanjutnya setelah Kristus naik ke surga, tugas pewartaan Injil mengalami banyak tekanan, baik dari para pemimpin agama Yahudi maupun dari penguasa Roma.
Para rasul dan murid-murid Kristus ditangkapi dan dibunuh.
Karena banyak orang percaya bahwa Rasul Yohanes dijanjikan Kristus untuk tidak mati sampai kedatangan Kristus yang kedua kali, maka penguasa Roma membuang Yohanes ke pulau yang terpencil dan gersang, Pulau Patmos.
Mereka tidak mau orang menyembah orang lain selain kaisar, sehingga Yohanes yang mewartakan Injil Kristus harus dibungkam.
Lihat juga: Memberitakan Injil Allah
Lihat juga: Beritakan Injil kepada Segala Makhluk
Meskipun begitu di tempat yang terpencil di tengah laut seperti itu, Yohanes tetap mendengar suara Allah, mendengar bimbingan Roh Kudus, agar dia mencatat semua yang akan dia lihat dengan karunia penglihatan yang akan diterimanya dan mengirimkannya kepada semua jemaat yang saat itu tergabung di dalam 7 kelompok jemaat.
Dengan begitu, iman jemaat tidak goyah karena tekanan-tekanan yang keras dan kejam dari Kekaisaran Roma saat itu.
Kristus yang telah bangkit dari alam maut, selalu berada di tengah-tengah para muridNya.
Dia menolong, merubah dan memampukan kita agar selalu hidup dalam damai di jalan kebenaranNya.
Untuk itu, Dia mempercayakan kita menjadi alat-alatNya untuk mewujudkan kehadiranNya di tengah dunia saat ini.
Lihat juga: Penciptaan Baru Dunia
Lihat juga: Bersaksi Setelah Disembuhkan
Ada banyak cara Allah memampukan kita untuk menyalurkan kasihNya kepada semua orang: memampukan kita membuat mujizat-mujizatNya, memberi kekuatan untuk mengampuni yang bersalah, mewartakan Injil baik secara lisan maupun tulisan-tulisan dan lain sebagainya.
Setelah kita diampuni Allah, ampunilah semua yang bersalah.
Setelah Tuhan menolong kita dalam situasi yang sulit, tolonglah semua orang yang sedang dalam kesulitan.
Mari kita menjadi saksi-saksi kerahiman Allah yang memberi damai.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Menjadi Saksi Kebangkitan Kristus
Lihat juga: Berani Membela Iman dan Menjadi Saksi Kristus
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.












