Bertobat Sebelum Terlambat

Roma 15:14-21
Lukas 16:1-8

Shalom,

Di dalam suatu pengajaran, Kristus menyampaikan perumpamaan kepada murid-muridNya, tentang seorang tuan tanah yang mempunyai seorang bendahara yang ‘pandai’.

Fungsi bendahara pada saat itu bukan seperti bendahara saat ini yang sebatas mengurus aliran kas.

Saat itu bendahara diberi kekuasaan besar dari tuannya untuk mengatur sebagian harta tuannya yang dalam hal ini berupa tanah yang luas.

Bendahara punya kuasa untuk menentukan berapa bagi hasil panen dari penggarap yang harus diberikan kepada tuan tanah melalui dia.

Bendahara tuan ini rupanya sangat tamak akan harta sehingga dia meminta bagi hasil yang sangat banyak dari penggarap tetapi yang dia berikan kepada tuan tanah sebatas kelaziman saja.

Dengan begitu dia mengambil bagian yang paling banyak bagi dirinya sendiri sehingga dia bisa hidup mewah.

Pada suatu saat tuan tanah itu menaruh curiga kepada bendaharanya itu.

Dia lalu meminta pertanggunganjawaban keuangan darinya.

Lihat juga: Tips Kelola Keuangan Agar Ramadan Berjalan Aman dan Nyaman

Lihat juga: Rahmat Allah via Uang Kertas dari Celengan Anak

Bendahara itu sadar bahwa dia tidak dipercaya lagi dan akan segera dipecat.

Dia menjadi bingung, karena selama ini dia sangat yakin bahwa dia akan terus dipercaya menjadi bendahara.

Dia sadar tanpa punya kuasa sebagai bendahara, dia bukan hanya kehilangan penghasilan saja tetapi dia juga dapat menjadi sasaran kemarahan para penggarap yang selama ini merasa diperas.

Dalam situasi yang terjepit, memanfaatkan sisa waktu yang masih ada, bendahara itu mengambil langkah yang pandai.

Dia memutuskan untuk menyenangkan para penggarap yang selama ini dia peras.

Caranya, surat hutang yang berupa surat perjanjian berapa banyak bagi hasil yang harus diserahkan para penggarap itu di saat panen, diganti jumlahnya dengan yang relatif jauh lebih kecil.

Bagian yang dia potong adalah bagian yang biasanya untuk dia, bukan yang untuk disetor ke tuannya.

Dengan melakukan ini, bendahara itu berharap saat dia dipecat, dia bisa bersahabat dengan para penggarap yang merasa berhutang budi kepadanya, sehingga dia bisa selamat dari kemarahan/kebencian mereka.

Lihat juga: Konsekuensi sebagai Murid Kristus

Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus

Ketika mendengar hal itu, tuan tanah memuji kepandaian bendaharanya, karena ketika dia tahu dia segera akan kehilangan kekuasaan, dengan cepat dia dapat mengubah diri.

Semula, demi uang dan dengan kekuasaan besar yang ada padanya, dia tidak mengenal belas kasih.

Tetapi saat dia tahu dia segera dipecat, dia menggunakan uang dan sisa waktu saat masih berkuasa untuk ‘berbelas kasih’ dan menjalin persahabatan dengan para penggarap.

Bendahara ini dipuji karena dia mau segera berubah sebelum segalanya terlambat.

Dia sadar yang dapat menyelamatkan hidupnya bukan kekuasaan yang ternyata setiap saat dapat diambil kembali oleh tuannya tetapi persahabatan dengan semua orang.

Kristus beberapa kali mengingatkan kita bahwa kematian dapat terjadi di saat yang tidak kita duga.

Kalau sadar akan hal ini, kita seharusnya menggunakan kesempatan yang masih diberikan Tuhan untuk bersahabat dan banyak berbuat kasih kepada semua orang, dengan menggunakan segala kemampuan yang ada pada diri kita.

Dengan begitu kita boleh berharap, pada saat Alllah memanggil pulang, kita boleh selamat dari penderitaan kekal karena dilayakkan masuk ke dalam rumah Bapa.

Belajarlah dari bendahara yang saat tahu akan dipecat, dengan cepat mengubah sikapnya terhadap sesama.

Kalau kita sudah tahu bahwa kematian dapat terjadi kapan saja, seharusnya kitapun mau segera bertobat sebelum segalanya terlambat.

Lihat juga: Kristus Menggenapi Hukum Taurat

Lihat juga: Nabi yang Dihargai di Negeri Siber

Santo Paulus pada masa mudanya pernah tersesat dalam menafsirkan hukum Taurat sehingga dia sangat membenci Kristus dan murid-muridNya, yang menurut dia menyebarkan tafsiran-tafsiran Taurat dan kitab para nabi secara sesat.

Tetapi perjumpaannya dengan Kristus yang tidak terduga di luar kota Damsyik, telah mengubah segalanya.

Dia sadar Yesus Kristus sungguh Allah, karena setelah Dia dibunuh dengan kejam di hadapan banyak orang, ternyata Dia telah bangkit dari kematianNya dan tetap hidup, tetap mendampingi murid-muridNya.

Paulus sadar bahwa dia sungguh telah berdosa karena telah banyak menangkap dan menyiksa murid-murid Kristus.

Paulus mengerti hanya karena kerahiman Kristus, dia diampuni dan malahan diberi kesempatan untuk menebus dosa-dosanya dengan dipercayakan tugas mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi.

Untuk dapat melakukan tugas itu dengan baik, Allah tidak segan-segan menganugerahkan kepadanya karunia-karunia Roh Kudus yang memampukan dia membuat berbagai mujizat dan bersaksi tentang Kristus dengan sangat baik (Roma 15:18-19).

Perjumpaannya dengan Kristus telah mengubah cara berpikir, sikap hati dan seluruh hidupnya.

Lihat juga: Kacamata Paus Fransiskus Soroti Hati yang Bertelinga

Lihat juga: Menyikapi Godaan Berbuat Dosa

Setiap orang bisa jatuh ke dalam dosa saat mengarungi kehidupan yang keras dan penuh godaan ini, tetapi tidak semua mau dan mampu bertobat untuk bangkit kembali.

Kristus memberi perumpamaan tentang bendahara yang segera merubah sikap hidup dan cara berpikirnya ketika tahu dia akan dipecat.

Santo Paulus yang merasakan kerahiman Kristus, bertobat dan sepanjang hidup selanjutnya, dia menjadi rasul yang sangat gigih memperkenalkan Injil kepada bangsa-bangsa lain.

Banyak kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menyadarkan kita, bagaimana rapuhnya kehidupan kita di dunia.

Selagi masih diberi kesempatan dan kemampuan, gunakanlah segala kekayaan, kepandaian dan pengalaman hidup untuk memperkenalkan kasih dan kuasa Kristus kepada semua orang, agar:

‘mereka yang (selama ini) belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia dan mereka yang tidak pernah mendengarnya, akan mengerti betapa dalam kasihNya dan betapa dahsyat kuasaNya, melalui diri kita (Roma 15:21).

Mari kita tidak menunda-nunda untuk bertobat dan terus menghasilkan buah-buah pertobatan, sebelum segalanya terlambat.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Bertobat dengan Berbuat Kasih

Lihat juga: Bertobatlah, Manfaatkan Kerahiman Tuhan


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Bunda Maria Kasihanilah Kami Seperti Engkau Mengasihi Putra-Mu

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading