Dikuduskanlah NamaMu, Datanglah KerajaanMu

Yunus 4:1-11
Lukas 11:1-4

Shalom,

Ketika Kristus selesai berdoa, seorang muridNya meminta untuk diajari berdoa.

Orang Yahudi sejak kecil sudah diajari dan dibiasakan sering berdoa. Tetapi melihat kekhusukan Kristus berdoa, murid itu sangat terkesan dan minta diajarkan berdoa.

Kristus lalu mengajarkan kepada murid-muridNya suatu doa yang penuh makna tetapi tidak bertele-tele.

‘Apabila kamu berdoa katakanlah’ Bapa, dikuduskanlah (dimuliakanlah) namaMu, datanglah kerajaanMu’.

Nabi Musa telah menyebut Yahwe sebagai Bapa bangsa Yahudi (Ulangan 32:6). Begitu juga nabi Yesaya (Yesaya 63:16).

Akan tetapi pemahaman Bapa dalam hal ini adalah Bapa bangsa, yang melindungi seluruh bangsa.

Meskipun begitu, di dalam doa, hampir tidak pernah orang Yahudi berani menyapa Allah dengan panggilan Bapa, karena khawatir itu sapaan yang tidak hormat untuk Dia yang Maha Agung, sehingga melanggar Firman Allah yang pertama.

Ketika Kristus mengajarkan untuk menyapa Allah sebagai ‘Bapa’, dalam bahasa Aram yang digunakanNya saat itu, Kristus memakai kata ‘Abba’. Suatu sapaan intim seorang anak terhadap ayah kandungnya.

‘Dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMu’.

Kata-kata dalam doa ini bukan pujian, tetapi suatu permohonan.

Kita memohon agar Allah kembali menguduskan dunia ini yang telah rusak karena begitu banyak dosa yang telah kita lakukan karena tidak mau mentaati FirmanNya.

Dengan permohonan ini, kita diajarkan untuk meminta agar Tuhan memberi kita semua hati yang baru, hati yang mau taat dan setia, seperti yang dijanjikan Allah melalui nabi Yehezkiel (Yehezkiel 36:23, 26).

Kita memohon karena hanya Allah yang dapat menguduskan DiriNya sendiri.

Tetapi dengan doa ini kita berjanji mau membuka diri untuk diubah, diperbarui dan bersedia digunakan Tuhan sebagai alatNya untuk memperbarui hati banyak orang, sehingga kerajaan kasihNya dapat terwujud di tengah dunia ini.

Lihat juga: Kasih yang Menyelamatkan

Lihat juga: Mendengarkan Firman dan Pelayanan

Setelah Yunus menyampaikan rancangan Allah yang ingin menghancurkan kota Niniwe dengan semua penduduknya, dia menanti Allah merealisasikan rencana itu.

Tetapi ketika Allah melihat kesungguhan orang-orang Niniwe bertobat, Allah memilih mengampuni dan tidak jadi menghancurkan mereka.

Yunus tidak bisa menerima perubahan rencana ini, karena dengan begitu dia menganggap Allah tidak konsisten dengan FirmanNya sendiri dan dia merasa dipermalukan karena nubuat yang disampaikannya tidak terjadi.

Dia menyesali Tuhan, karena sebenarnya sudah sejak awal dia tidak mau pergi ke Niniwe, karena tahu Allah adalah Pengasih dan panjang sabar.

Menggerutu karena tidak bisa menerima rancangan Allah seperti yang dilakukan Yunus, pada kenyataannya juga sering kita lakukan.

Apakah kita dapat bersyukur kalau Allah mengampuni orang-orang yang telah berbuat salah, yang telah menghina atau yang selama ini menindas kita?

Kita sering bertanya-tanya, kenapa Dia membiarkan orang-orang jahat begitu berkuasa menindas orang-orang yang lebih lemah? Kenapa Allah tidak cepat bertindak dan menghukum, demi keadilan?

Ada banyak sekali ‘kenapa’ yang ada didalam hati dan pikiran kita, sehingga kitapun kadang menggerutu, mengeluh dan kecewa dengan Allah.

Hal ini menunjukkan bahwa untuk selalu bersyukur dan percaya bahwa rancangan Allah adalah yang terbaik adalah suatu perjuangan rohani seumur hidup yang begitu sulit dilakukan.

Lihat juga: Waspadalah Kebutaan Rohani

Lihat juga: Antara Mujizat dan Iman

Di tengah kekecewaannya, Yunus meninggalkan kota Niniwe.

Ketika dia duduk melepaskan lelah dan menyejukkan diri dari sengatan mata hari, Allah menumbuhkan pohon jarak secara ajaib, dan pohon itu dapat melampaui kepala Yunus. Hal ini menyenangkan Yunus.

Tetapi besok paginya, ternyata pohon itu telah layu karena dimakan ulat.

Yunus kembal menggerutu kepada Tuhan, apalagi setelah matahari mulai membuat dia merasa kepanasan.

Allah lalu berbicara dengan dia: ‘Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam juga. Bagaimana Aku tidak sayang kepada Niniwe yang berpenduduk lebih dari 120.000 orang?’ (Yunus 4:10-11).

Allah berencana menghukum Niniwe bukan karena kebencian dan kemarahanNya tetapi karena kekecewaan yang mendalam atas kekejaman dan kesombongan mereka.

Dengan begitu, ketika mereka bertobat, mau merendahkan diri dan berjanji mau berubah dengan mentaati hukum-hukum Allah, Tuhan berkenan memberi kesempatan lagi.

Hal lain yang mau dikatakan Allah kepada Yunus dan kepada kita saat ini, ketika Allah memberi sesuatu yang menyenangkan, yang membanggakan, kita sering lupa bersyukur dan bertanya kenapa dan untuk apa Dia berkenan menganugerahkan itu kepada kita.

Tetapi ketika Allah mengambil kembali apa yang telah Dia titipkan, kita protes, menggerutu dan mengeluh seperti Yunus.

Kita sering melihat rencana Allah secara sebagian-sebagian, utamanya yang menyenangkan diri kita saja, tetapi tidak mau melihat rancangan Allah secara keseluruhan.

Kita tidak senang Allah mengampuni orang yang telah berulang-ulang menyakiti kita, tetapi kita selalu mengharap pengampunanNya atas dosa yang berulang-ulang kali kita lakukan.

Lihat juga: Diampuni, Diubah dan Diutus

Lihat juga: Menghayati Doa yang Diajarkan Kristus

Kristus mengajarkan agar di dalam setiap doa, kita mengawalinya dengan memohon agar Nama Allah dikuduskan dan kerajaan kasihNya dapat dihadirkan.

Dengan begitu sebelum memohon segala kebutuhan, menyampaikan kegelisahan atau kekawatiran kepadaNya, seharusnya kita lebih dulu memenuhi hati dan pikiran bahwa di atas segalanya, rencana Allah lah yang sempurna, sehingga biarlah itu yang terjadi, ‘Jadilah kehendakMu (bukan kehendakku)’.

Tidak selalu mudah dapat berpasrah kepada Tuhan, karena dosa dan kelalaian yang terus kita lakukan, membuat kita semakin sulit mengenal Siapa Allah sesungguhNya dan apa rancangan terbaikNya untuk kita.

Tetapi marilah kita belajar untuk semakin hari semakin percaya akan kuasa Allah yang tidak ada bandingnya dan kasihNya kepada setiap orang yang sangat mendalam, dengan lebih mau bersyukur dari kedalaman hati atas apapun yang Tuhan biarkan terjadi.

Terpujilah NamaNya yang kudus dan dimuliakanlah kerajaanNya di seluruh muka bumi.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Dari Arti WFH Menjadi Memberitakan Kerajaan Allah

Lihat juga: Doa Mulia Si Tukang Parkir


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

    Malam ini, hari Rabu, 14 Januari 2026, saya duduk di depan laptop milik adik saya untuk mengetik refleksi yang telah direnungkan sepanjang jalan arah pulang kerja dari Jakarta menuju ke

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading