Kedatangan Kerajaan Allah

Kebijaksanaan Salomo 7:22-8:1
Lukas 17:20-25

Shalom,

Orang-orang Farisi bertanya kepada Kristus, kapan kerajaan Allah akan datang.

Mereka berpikir, saat Kerajaan Allah datang berarti Kekaisaran Roma yang menjajah mereka akan runtuh.

Karena mereka adalah umat pilihan Allah maka ketika Kerajaan Allah datang, mereka akan mengalami kejayaan kembali seperti dimasa Daud dan Salomo menjadi raja.

Kristus menjelaskan bahwa kerajaan Allah bukan suatu tempat yang dapat dilihat ada di mana, tetapi suatu situasi/keadaan di mana Allah sungguh dihormati, dengan mengakui Firman Nya sebagai suatu kebenaran yang harus ditaati, sehingga terciptalah kedamaian dan kebahagiaan sejati (Roma 14:17).

Untuk mengetahui dengan benar Siapa Allah dan bagaimana mentaati FirmanNya, Allah Bapa berkenan mengutus PuteraNya sendiri untuk menjadi manusia.

Yesus Kristus adalah Firman Allah yang hidup di tengah manusia (Yohanes 1:14).

Dia yang mengajarkan kita Siapa Allah yang harus disembah dan apa yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan agar memperoleh kebahagiaan sejati.

Dengan begitu Kerajaan Allah sesungguhnya sudah ada di tengah dunia yaitu ada didalam diri setiap orang yang percaya dan mau mentaati ajaran-ajaran Kristus.

Lihat juga: Dikuduskanlah NamaMu, Datanglah KerajaanMu

Lihat juga: Dari Arti WFH Menjadi Memberitakan Kerajaan Allah

Karena itu Kristus mengatakan: ‘Kerajaan Allah (sudah) ada di antara kamu’.

Kristus tidak mengatakan Kerajaan Allah ada di dalam hatimu karena Dia tahu orang-orang Farisi tidak percaya kepadaNya.

Kristus lalu menegaskan bahwa kedatangan kerajaan Allah tanpa ada tanda-tanda lahiriah.

Hal ini karena kita tidak dapat melihat kapan seseorang sungguh-sungguh mulai percaya kepada Kristus.

Sesuai rencana Bapa, Kristus tahu sekalipun Dia adalah Putera Allah, pada saatnya Dia akan menebus dosa manusia dengan nyawaNya.

Dia akan menderita sengsara dan wafat, tetapi pada hari ketiga, Allah akan membangkitkanNya.

Saat itulah Dia akan kembali bersatu dengan Bapa di sorga.

Kelak, pada waktu yang ditentukan Allah, Dia akan datang kembali kedunia untuk menjadi Hakim atas semua makhluk.

Tentang kedatanganNya yang kedua kali itu, Kristus mengatakan akan:

‘Sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu keujung langit yang lain’.

Artinya, tanpa harus diawali dengan tanda-tanda tertentu dan dapat terjadi dalam hitungan yang sangat cepat, sehingga tidak ada kesempatan lagi bagi semua orang untuk saat itu bertobat dan berdoa.

Lihat juga: Bertobat Sebelum Terlambat

Lihat juga: Menyikapi Godaan Berbuat Dosa

Karena itu Kristus berulang kali mengingatkan agar kita selalu berjaga-jaga.

Jangan menunda-nunda untuk bertobat, berbuat kasih dan saling mengampuni.

Jangan malahan menyibukkan diri untuk terus mencari tanda-tanda dan menduga-duga kapan akan terjadinya.

Di dalam Kitab Kebijaksanaan tertulis: ‘Tiada sesuatu pun yang dikasihi Allah kecuali orang yang berdiam bersama dengan kebijaksanaan. Berbanding dengan terangnya siang, dialah yang lebih unggul, sebab siang digantikan malam, sedangkan kejahatan tak sampai menggagahi kebijaksanaan’ (Kebijakan 7:28, 30).

Ketika Kristus sedang mengalami penghinaan dan penyiksaan yang sangat dahsyat, kebijaksanaan IlahiNya tidak lenyap, seperti terang siang yang lenyap ditelan kegelapan malam.

Kristus tetap mengasihi manusia dan memohonkan ampun dari Bapa untuk semua yang membunuhNya.

Begitu juga kalau kita selalu berusaha taat melakukan kehendak Allah, damai sejahtera di dalam hati, tidak akan lenyap saat menghadapi sakit penyakit, penghianatan atau ketidakmengertian akan kebijaksanaan Allah.

Lihat juga: Tetaplah Percaya Kebijaksanaan Allah

Lihat juga: Kebijaksanaan Allah

Tuhan menyukai orang yang hidup bijaksana, yaitu orang yang mau mentaati semua yang telah diajarkan dan diteladani Kristus.

Orang yang seperti itu telah menghadirkan Kerajaan Allah didalam dirinya sendiri sehingga dia akan mengalami damai sejahtera dalam segala situasi kehidupan.

Kedamaian itu juga akan terpancar dari semua kata-kata dan perbuatannya sehingga akan menarik orang lain untuk turut menikmatinya juga.

Menanggapi peringatan Kristus tentang kedatanganNya yang kedua kali yang dapat terjadi setiap saat, mari kita berdoa, memohon kepada Allah:

‘Ajarilah kami ya Tuhan untuk menghitung hari-hari kami (yang masih tersisa) sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana’ (Mazmur 90:12).

Kita tidak pernah tahu, kapan, di mana dan bagaimana Tuhan akan datang dan memanggil kita pulang, tetapi dengan taat kepada Firman Allah dan mau mendengarkan bimbingan Roh Kudus, kapanpun saat itu tiba, kita telah siap menyambutnya.

Pada saat itulah segala kedamaian dan kebahagiaan mencapai kesempurnaannya.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Kebahagiaan Hamba Allah

Lihat juga: Diutus untuk Membawa Kedamaian


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

    Malam ini, hari Rabu, 14 Januari 2026, saya duduk di depan laptop milik adik saya untuk mengetik refleksi yang telah direnungkan sepanjang jalan arah pulang kerja dari Jakarta menuju ke

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading