Kisah Para Rasul 18:9-18,
Yohanes 16:20-23a
Shalom,
Sebelum Kristus menyerahkan Diri untuk menebus dosa manusia, Dia telah mengatakan apa yang akan terjadi pada DiriNya dan para rasul.
‘Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap tetapi dunia akan bergembira. Tetapi duka citamu akan berubah menjadi suka cita’.
Kristus bernubuat bahwa setelah Dia wafat, para rasul akan merasa sedih, bingung dan kehilangan harapan.
Sebaliknya orang-orang yang menolak Dia: para imam kepala, orang-orang Farisi dan Saduki akan bergembira karena mereka berpikir telah melenyapkan orang yang membahayakan posisi dan pengaruh mereka di tengah masyarakat.
Tetapi Kristus mengatakan, kesedihan para murud itu akan segera berubah menjadi suka cita besar, karena pada hari ke 3 setelah Dia wafat, Kristus akan bangkit dari alam kematian.
Wafat Kristus adalah jalan bagiNya untuk kembali bersatu dengan Bapa.
Kemudian kenaikanNya ke surga membuka kesempatan bagi Dia untuk mengutus Roh Kudus yang akan mengubah cara berpikir dan sikap hati murid-muridNya, sehingga mereka dan orang-orang yang mau bertobat karena pewartaan mereka, hidupnya akan selalu dipenuhi kasih, suka cita, damai, kemurahan hati, kebaikan, kelemah lembutan, kesetiaan dan penguasaan diri (Galatia 5:21-22a).
Lihat juga: Roh Kudus Memampukan Kita Mengenal Allah
Lihat juga: Roh Penolong yang Membebaskan
Kalau saja para murid sungguh mendengarkan apa yang dikatakan Kristus, saat Kristus wafat seharusnya mereka tidak menjadi panik dan putus harapan.
Kesedihan mereka seharusnya sebatas seperti kesedihan seorang ibu pada saat akan melahirkan: suatu kesedihan yang disertai pengharapan besar.
Suatu kesedihan dan perjuangan yang akan segera terlupakan dan berganti dengan kegembiraan penuh pada saat anaknya telah lahir.
Sayangnya, para rasul melupakan pesan yang sangat penting ini, sehingga mereka begitu takut dan frustasi ketika Kristus wafat.
Dengan kenaikan Kristus ke surga, para muridNya tidak dapat lagi melihat Dia secara lahiriah.
Tetapi mereka tetap dapat bergembira karena Kristus berjanji bahwa Dia akan tetap melihat mereka.
‘Kamu sekarang diliputi duka cita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu’ (Yohanes 16:22).
Lihat juga: Pesan Terakhir Kristus Menjelang Kenaikan ke Surga
Lihat juga: Menerima Bimbingan Roh Kudus
Dari Atena, Roh membimbing Paulus untuk pergi ke Korintus, sebuah kota besar dan saat itu menjadi kota pusat perdagangan.
Di kota itu Paulus mendapat tantangan dari orang-orang Yahudi yang menolak untuk percaya kepada Kristus.
Karena melihat kekerasan hati orang-orang di kota itu dan masih dibayangi kegagalannya membentuk jemaat di Atena, Paulus menjadi ragu, apa dia bisa mewartakan Injil Kristus di kota itu. Tetapi pada suatu malam, Tuhan berbicara kepadanya melalui suatu penglihatan:
‘Jangan takut. Teruskan memberitakan firman dan jangan diam! Aku menyertaimu dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umatKu di kota ini’ (Kisah Para Rasul 18:9-10).
Dalam hal ini Kristus menggenapi apa yang telah dijanjikanNya, bahwa Dia tetap melihat dan peduli kepada kita di manapun kita berada.
Paulus percaya dan menunjukkan ketaatannya, sehingga dia tinggal di Korintus selama 1,5 tahun dan dengan penuh semangat mengajarkan Firman Allah.
Lihat juga: Berdoa dan Mendengarkan FirmanNya
Lihat juga: Berlindung Pada Firman Allah
Di dalam kehidupan, kadang kita menghadapi situasi yang sulit, penuh ketidakpastian dan kekawatiran karena kondisi kesehatan yang menurun, keuangan yang sulit, persoalan dalam rumah tangga dan banyak hal lainnya.
Dalam situasi kondisi seperti ini, mari imani bahwa Kristus tetap melihat kita.
Dia tidak meninggalkan kita seorang diri menghadapi berbagai tantangan hidup.
Ingatlah apa yang dikatakanNya kepada Paulus saat dia nyaris putus asa dalam pewartaan di Korintus: ‘Jangan takut, jangan hanya diam saja (dalam keputusasaan)!’.
Dengan kekuatan sendiri, kita mungkin tidak akan mampu banyak berbuat. Tetapi dengan pertolongan kuasa Roh Kudus, tidak ada hal yang tidak mungkin.
Lihat juga: Roh Kudus Pembimbing dan Pemersatu
Lihat juga: Waspadalah Kebutaan Rohani
Mulai hari ini, seperti yang dilakukan para rasul yang sedang bingung dan sedih saat Kristus tidak lagi bersama mereka secara jasmani, kita diajak untuk bersama berdoa novena sampai hari Pentakosta.
Mari kita berdoa memohon bimbingan dan kekuatan dari Roh Kudus dalam menghadapi berbagai kesulitan, kebingungan, kesedihan dan hal-hal lain yang membuat kita tidak damai.
Kita dapat berdoa bagi diri sendiri, bagi keluarga dan teman-teman, serta untuk semua orang, agar di dalam kuasaNya, kita dimampukan saling membantu dan saling meneguhkan.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Kuasa Kristus Mampu Mengubah Segalanya
Lihat juga: Kerahiman dan Kuasa Kebangkitan
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.











