Keteladanan Santa Maria Magdalena

Kidung Agung 3:1-4a
Yohanes 20:1-2, 11-18

Shalom,

Hari ini gereja secara khusus mengajak kita untuk menghormati dan merenungkan keteladanan Maria Magdalena.

Nama dia sebenarnya adalah Maria, tetapi karena nama ini banyak dipakai oleh orang-orang Yahudi, untuk membedakannya dengan yang lain, namanya ditambah nama kota tempat dia berasal, kota Magdala/Magdalena yang merupakan kota pusat hiburan di provinsi Galilea.

Seperti kota-kota pusat hiburan lainnya, di kota ini ada banyak praktek prostitusi.

Meskipun begitu, tidak ada satu catatan di Alkitab maupun dalam tradisi yang mengatakan bahwa Maria Magdalena pernah hidup sebagai seorang pelacur.

Injil Lukas dan Markus mencatat bahwa dia dulu adalah orang yang sangat jahat dan tersiksa oleh kejahatannya sendiri, sehingga digambarkan sebagai orang yang dikuasai 7 roh jahat (Lukas 8:2).

Bagi orang Yahudi, angka 7 adalah simbol kesempurnaan.

Ketika bertemu dengan Kristus, dengan kuasaNya Kristus membebaskan dia dari roh-roh jahat tersebut.

Lihat juga: Waspadalah Kebutaan Rohani

Lihat juga: Diutus untuk Membawa Kedamaian

Maria menemukan kembali kedamaian hidup dan sejak itu, sebagai ungkapan syukurnya, dia dengan sangat setia terus menyertai Kristus dalam pewartaan InjilNya.

Sesungguhnya setiap kita juga sering mengalami kasih dan kuasa Kristus yang menyelamatkan, yang memberi sesuatu yang dahsyat di dalam hidup kita.

Tetapi sayangnya kita mudah melupakannya sehingga kitapun mudah tergoda untuk tidak taat dan percaya sepenuhnya kepada Dia.

Kristus disalibkan menjelang hari Sabat. Pada hari Sabat (hari Sabtu) orang tidak boleh pergi ke makam.

Karena itu pada kesempatan pertama yang memungkinkan, pada hari Minggu pagi-pagi sekali, Maria Magdalena segera pergi ke makam.

Dia tahu di mana Kristus dimakamkan karena setelah Kristus wafat, dia tetap menunggui JenasahNya sampai dimakamkan (Matius 27:61).

Di hari Minggu itu, para murid Kristus termasuk ke 11 rasul, sedang tenggelam di dalam kebingungan, ketakutan, dan kesedihan yang mendalam.

Lihat juga: Konsekuensi Menjadi Murid Kristus

Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus

Maria Magdalena pasti juga sangat sedih tetapi di hatinya dia masih punya harapan bahwa Kristus, belum ‘selesai’ sampai di situ saja.

Ketika sampai di makam, dia melihat batu besar penutup makam telah terguling dan makam telah kosong.

Yang segera terpikir olehnya, orang-orang Imam Agung, telah menculik Jenasah itu agar tidak bisa dikunjungi murid-muridNya.

Maria Magdalena segera lari ke tempat para rasul bersembunyi untuk memberitahukan hal itu kepada mereka.

Setelah memberi tahu, tanpa merasa lelah, Maria Magdalena balik kembali ke makam seorang diri.

Kasih tulusnya yang tidak patah oleh kematian serta kerinduan untuk melihat Kristus, sekalipun telah menjadi Jenasah, sangat mengagumkan.

Kasih, kerinduan dan kepercayaan kepada Tuhan dalam segala situasi kondisi kehidupan adalah hal yang diinginkan Tuhan dari setiap kita.

Lihat juga: Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

Lihat juga: Tuhan Memberkati Kita Melalui Orang Lain

Penulis Kidung Agung menggambarkan bagaimana Allah ingin kita merindukanNya seperti seorang mempelai wanita (melambangkan umat beriman) rindu untuk segera bertemu dengan mempelai prianya (melambangkan Mesias).

‘Aku hendak bangun dan berkeliling di kota, di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku'(Kidung Agung 3:2).

Ketika untuk kedua kalinya melihat makam yang telah kosong, Maria Magdalena merasakan kehilangan yang sangat besar, yang menghancurluluhkan segala harapannya. Karena itu dia menangis dalam keputusasaan.

Dalam situasi seperti itu Kristus menampakkan DiriNya dalam Tubuh RohaniNya sehingga membuat Maria Magdalena tidak mengenaliNya.

Barulah ketika Kristus memanggil namanya, Maria Magdalena mengenali Dia.

Panggilan orang yang kita kasihi, selalu memberi kesan mendalam.

Maria Magdalena sangat gembira ketika melihat Kristus ternyata masih hidup.

Maria Magdalena segera bereaksi untuk memegang kakiNya agar tidak sampai kehilangan Dia lagi (Matius 28:9).

Lihat juga: Penampakan Kristus dalam Kehidupan Sehari-hari

Lihat juga: Ada Kuasa Allah dalam Kata-kataNya

Tetapi Kristus mengatakan: ‘Jangan engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa’.

Dengan kata-kata ini Kristus mau menyampaikan bahwa melalui wafat Nya, Dia sedang dalam ‘perjalanan’ untuk bersatu sepenuhnya dengan Allah Bapa.

Karena itu relasi antara Dia dengan murid-muridNya bukan lagi secara jasmani tetapi dengan mendengarkan SuaraNya.

Sudah saatnya para murid siap dengan perubahan ini.

Kistus lalu mengutus Maria Magdalena untuk menyampaikan pesan kepada para rasul yang telah meninggalkanNya saat Dia disalib:

‘Pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka bahwa sekarang Aku pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu’.

Dengan menyebut para rasul sebagai saudara-saudaraNya, Kristus menunjukkan bahwa Dia telah mengampuni ketidaksetiaan mereka.

Karena perjumpaannya dengan Kristus, Maria Magdalena dari seorang wanita yang dikuasai 7 roh jahat, berubah total menjadi seorang murid Kristus yang sangat setia.

Di dalam sakramen Ekaristi, kita bukan hanya bertemu tetapi malahan bersatu padu dengan Kristus.

Semoga dengan menyadari hal ini, kitapun mau berubah untuk menjadi manusia-manusia baru yang penuh belas kasih dan pengampunan, yang mau melepaskan segala keterikatan dengan hal-hal dan kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Ekaristi: Roti Kehidupan Abadi dan Sakramen Kesatuan

Lihat juga: Kristus Selalu Ada di Tengah Kita


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Mengabaikan Kebaikan Orang Lain Berarti Menolak Berkat Tuhan

    Malam ini, hari Rabu, 14 Januari 2026, saya duduk di depan laptop milik adik saya untuk mengetik refleksi yang telah direnungkan sepanjang jalan arah pulang kerja dari Jakarta menuju ke

    Wartakanlah Injil dengan Kasih

    1 Korintus 9:16-19, 22-23 Markus 16:15-20 Shalom, Sebelum Kristus kembali ke surga untuk bersatu dengan BapaNya, Dia memerintah kan semua muridNya untuk mewartakan Injil: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Pendidikan Bernafas Eros

    Pendidikan Bernafas Eros

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    Mengasihi Tuhan Fondasi Kemanusiaan

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    RIP Paus Fransiskus, Sosok Membelah Opini Publik

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Kardinal Suharyo Ajak Umat Katolik Jadi Manusia Paskah

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading