Keluaran 3:13-20
Matius 11:28-30
Shalom,
Kepada banyak orang yang sedang mengerumuniNya, Kristus mengatakan: ‘Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan’.
Kristus tahu sebenarnya ada banyak orang yang ingin taat dan mendekat kepada Tuhan sebagai Sumber Kebahagiaan hidup.
Tetapi para ahli Taurat merumuskan 600-an hukum Taurat ditambah lagi aturan-aturan tambahan yang disebut tradisi, sebagai syarat dan cara memperoleh kebahagiaan dari Allah.
Hal ini membuat mereka benar-benar bingung, lelah dan merasa tidak mampu memenuhi syaratnya.
Dengan penuh kasih, Kristus berkenan menolong mereka yang punya keinginan baik itu.
Dia mengundang mereka untuk datang kepadaNya, untuk mendengarkan dan melakukan ajaran-ajaranNya.
Kristus tidak mengatakan akan menghapuskan banyak kewajiban yang ada dalam Taurat dan memberi mereka peraturan-peraturan baru yang lebih ringan dalam pengajaran sebelumnya, Dia malah menegaskan tidak akan meniadakan satupun hukum Taurat.
Semua hukum-hukum itu (di luar tradisi yang dibuat para ahli Taurat) harus dilakukan secara utuh sesuai kehendak Allah yang sesungguhnya (Matius 5:17).
Lihat juga: Kristus Menggenapi Hukum Taurat
Lihat juga: Pastor Kopong: Kehadiran Gereja Katolik Jadi Kegelisahan Ahli Taurat Zaman ini
Untuk menjelaskan maksudNya itu, Kristus mengambil perumpamaan tentang ‘kuk’, yaitu alat yang dikenakan pada leher kerbau atau sapi pada waktu akan digunakan untuk membajak sawah atau membawa beban.
Sepintas hal ini terlihat aneh: untuk membawa beban yang berat, malahan ditambahi beban lagi (berupa kuk).
Tetapi kenyataannya kuk itu justru berguna agar kerbau atau sapi dapat membawa beban secara lebih mudah dan tidak sampai melukai tubuhnya.
Dalam hal ini Kristus mau mengatakan, dengan mengikuti ajaran-ajaranNya, beban kehidupan akan terasa lebih ringan, bukan karena hukum-hukumnya dikurangi tetapi karena Dia mengajarkan cara menanggungnya dan mengarahkan, memberi petunjuk-petunjuk yang benar.
Kristus mendasarkan semua ajaranNya pada kasih, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama.
Di dalam kasih selalu ada kekuatan yang luar biasa karena Allah adalah Kasih.
Ketika harus menolong orang yang tidak kita sukai atau yang pernah melukai hati, hal kecilpun akan terasa berat untuk dilakukan.
Tetapi sebaliknya, kalau kita mengasihi seseorang, tidak ada pekerjaan yang terlalu berat untuk dilakukan, karena kita rela berkurban demi membahagiakan orang tersebut.
Di dalam kasih ada kekuatan dahsyat yang melampaui akal budi.
Lihat juga: Pastor Kopong Malu, Sedih, Prihatin Ada Oknum Katolik “Menjual” Ayat Alkitab untuk “Membela” Israel
Lihat juga: Pastor Kopong MSF Ajak Perdamaian Tanpa Merusak, Tidak Ada Bela Israel Atau Bela Hamas!
Ketika mendapat pengutusan yang amat sulit dan penuh resiko yaitu meminta Firaun membebaskan bangsa Israel dari perbudakan, Musa bertanya kepada Yahwe, dia harus mengatakan apa kepada bangsa Israel dan kepada Firaun? Dia harus mengatakan siapa yang menyuruhnya?
Yahwe lalu memperkenalkan Diri dengan dua sebutan: ‘Akulah Aku’ dan bahwa Dia adalah: ‘Tuhan, Allah dari Abraham, Ishak dan Yakub’ (Keluaran 3:14-15).
Yahwe mengatakan Akulah Aku (Yang Maha Besar dan Maha Kuasa) karena tidak ada yang dapat dipakai sebagai pembanding dengan DiriNya.
Dengan KuasaNya yang tidak terbatas itu, Allah akan mendampingi Musa untuk melakukan tugasnya: ‘Aku akan mengacungkan tanganKu dan memukul Mesir dengan segala perbuatan ajaib yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya. Sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi’ (Keluaran 3:20).
Allah tidak berjanji bahwa dengan kuasaNya semua tugas sulit Musa akan menjadi ringan, tetapi berjanji akan menyertainya.
Musa percaya akan janji Allah, meskipun dia tidak diberi apa-apa untuk meneguhkan hatinya dalam melaksanakan tugas.
Yang diberi Yahwe dan dibawa Musa dalam tugasnya, adalah iman kepercayaan.
Lihat juga: Perbuatan Kasih Tidak Ada yang Sia-sia
Lihat juga: Konsekuensi Menjadi Murid Kristus
Dalam menghadapi situasi yang sulit dan tidak menentu, kita tetap punya satu harapan kuat untuk membuat jiwa kita tetap tenang: Tuhan yang Maha Kuasa sangat mencintai kita.
Dengan kasih dan kuasaNya Dia pasti mau dan mampu menolong.
Meskipun begitu, keyakinan ini jangan membuat kita lengah dan sombong rohani.
Musa tetap harus menghadapi banyak sekali kesulitan.
Kristus tidak berjanji bahwa dengan kuasaNya Dia akan membuat kita menjadi tidak berbeban, tetapi Dia berjanji akan selalu memberi tahu cara memanggul beban itu dan akan selalu bersama kita.
Mari kita lembutkan hati untuk tidak memaksa Allah mengikuti apa yang kita mau, tetapi bukalah hati dan pikiran untuk dapat menangkap apa yang Tuhan mau kita lakukan dalam menghadapi tantangan dan beban kehidupan.
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Tuhan Memberkati Kita Melalui Orang Lain
Lihat juga: Siap Sedia Bilamana Tuhan Allah Melawat
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.










