Bunda Maria Diangkat ke Surga

Wahyu 11:19a, 12:1-3, 6a-10b
1 Korintus 15:20-26
Lukas 1:39-56

Shalom,

Setelah menerima dengan penuh keheranan kabar dari malaikat Gabriel bahwa dia akan mengandung Bayi Mesias, Maria tergerak untuk menyaksikan sendiri mujizat lain yang dikatakan Gabriel, yaitu Elisabet saudaranya yang selama ini diketahui sebagai wanita yang mandul, ternyata saat itu tengah mengandung bayinya yang pertama, di usianya yang sudah tua.

Karena ituMaria bergegas melakukan perjalanan lintas provinsi, dari Nazaret di Galiela ke rumah Elisabeth di Ein Karem, sebelah selatan kota Yerusalem di provinsi Yudea.

Setibanya di rumah Elisabet, seperti kelaziman saat itu, Maria mengucapkan salam.

Ketika Elisabet mendengar salam dari Maria, dia dipenuhi dengan Roh Kudus sehingga dengan karunia sabda pengetahuan dia berkata:

‘Diberkatilah (terjemahan lain: terpujilah) engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?’.

Elisabet pasti tahu saat itu Maria belum menikah. Tetapi dengan kuasa Roh Kudus, dia dimampukan untuk mengetahui bahwa saat itu Maria sedang mengandung.

Lebih hebat lagi, dia malah tahu bahwa Bayi yang dikandung Maria adalah Anak Allah.

Elisabet dipakai Allah untuk meneguhkan Maria akan kebenaran berita yang dia dengar dari malaikat Gabriel.

Lihat juga: Keteladanan Santa Maria Magdalena

Lihat juga: Bunda Maria Bunda Gereja

Dengan kuasa Roh Kudus juga, dalam pembuangannya di pulau terpencil Yohanes Rasul di saat tuanya mendapat penglihatan: ‘Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari 12 bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan (Wahyu 12:1-2).

Yohanes melihat keagungan seorang wanita yang mengenakan perhiasan yang dahsyat: matahari, bulan dan bintang.

Keagungan itu bukan karena kuasa dan keperkasaan yang ada padanya, tetapi karena kekudusannya yang terpancar seperti sinar matahari.

Tetapi saat itu wanita itu sedang sakit luar biasa karena dalam proses melahirkan.

Karena sebelumnya Yohanes melihat Bait Allah yang di surga terbuka sehingga terlihat tabut perjanjian (Wahyu 11:19), dia sadar bahwa wanita yang dilihatnya itu adalah bunda Maria.

Tabut perjanjian adalah tempat 10 Firman Allah disimpan.

Karena Bayi yang dilahirkan bunda Maria adalah Firman Allah yang hidup, bunda Maria adalah Tabut Perjanjian yang baru.

‘Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit: dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar yang berkepala 7 dan bertanduk 10 dan di atas kepalanya ada 7 mahkota. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu untuk menelan Anaknya segera sesudah perempuan itu melahirkanNya’ (Wahyu 12:3, 4b).

Naga merah melambangkan setan. Berkepala 7 menunjukkan kelicikan iblis yang penuh tipu daya.

Bertanduk 10 memperlihatkan keperkasaannya. Naga itu bersiap untuk memakan Bayi yang segera dilahirkan karena dia tahu bayi itu kelak akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi (lambang kekuasaan).

Naga merah ini terwujud dalam diri Herodes yang memerintahkan untuk membunuh Bayi Mesias.

Dia mengerahkan bala tentara dan ahli-ahli Taurat untuk mencari dan membunuh Bayi itu.

Maria pasti sangat tidak berdaya melindungi Bayinya dengan kekuatannya sendiri.

Tetapi usaha setan itu gagal karena Allah mengutus malaikatNya untuk memberi tahu Santo Yusuf untuk membawa Bayi Kudus menyingkir ke Mesir.

Hal ini tampak dari penglihatan Yohanes bahwa Bayi itu segera dirampas dari ibuNya dan dibawa lari kepada Allah.

Dijadikan Anak Allah, lalu malaikat Mikhael berperang melawan naga itu dan berhasil mengalahkannya (Wahyu 12:5, 7-8).

Lalu Yohanes melihat keagungan bunda Maria yang menjadi Ratu Surgawi dengan segala perhiasannya dan bahwa Bayi yang dilahirkannya sungguh Anak Allah yang kasih dan kuasaNya tidak ada batasnya.

Lihat juga: Yohanes Pembaptis

Lihat juga: Viral Hoaks! Paus Yohanes Paulus II Pindah Agama

Untuk dapat dipakai Allah agar PuteraNya memperoleh kemanusiaan, Maria pasti disucikan sejak awal (dikandung tanpa noda dosa), karena Putera Allah yang Maha Kudus akan bersemayam di dalam rahimnya.

Tanpa dosa asal, berarti tidak ada kecenderungan bagi Maria untuk berbuat dosa.

Karena itu setelah dia wafat, Tuhan tidak akan membiarkan tubuhnya hancur menjadi debu, karena kehancuran tubuh adalah akibat dosa-dosa yang dilakukan, sehingga tidak layak masuk ke dalam Rumah Bapa yang Maha Kudus.

Karena itu dapat diimani bahwa bunda Maria setelah wafatnya, diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya.

Hal ini diperkuat juga dengan kenyataan bahwa sejak dimakamkan, jenazah bunda Maria tidak dapat ditemukan lagi.

Pengangkatan bunda Maria ke surga adalah penggenapan janji Allah bahwa akan ada seorang wanita yang keturunannya (Yesus) akan menghancurkan iblis dengan kekuasaannya, termasuk kuasa maut (Kejadian 3:15).

Maut datang kepada manusia karena dosa dan ketidaktaatan satu orang manusia (Adam) tetapi kebangkitan orang mati yang mengalahkan maut juga datang karena satu orang manusia (Yesus Kristus).

‘Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian juga semua orang akan dihidupkan lagi dalam persekutuan dengan Kristus’ (1 Korintus 15:22).

Lihat juga: Komitmen Menjadi Murid Kristus

Lihat juga: Mengenakan Kuk Kristus

Kita bersekutu dengan Adam kalau seperti dia kita tidak mau taat kepada perintah Allah.

Sebaliknya, kita bersekutu dengan Kristus kalau kita mau taat melaksanakan semua kehendak Bapa.

Doktrin Gereja Katolik dengan jelas menyebut bahwa bunda Maria diangkat ke surga.

Tidak dikatakan dia naik ke surga. Diangkat berarti bukan karena kekuatannya sendiri.

Hal ini berbeda dengan Kristus yang naik ke surga oleh kuasaNya sendiri.

Bunda Maria diangkat ke surga karena relasinya yang sangat erat dengan Kristus dan ketaatannya kepada segala kehendak Bapa. Ini menjadi pengharapan bagi kita semua.

Kalau kita membuka diri untuk dikasihi dan mengasihi Kristus dengan sepenuh hati, kalau kita selalu berusaha untuk percaya dan taat kepada kehendak Allah, lepas dari mengerti atau tidak, maka pada saatnya, kitapun boleh dilayakkan masuk ke dalam surga untuk bersatu dengan Kristus, bunda Maria dan orang-orang kudus lainnya.

Tuhan memberkati kita.

Lihat juga: Kristus Selalu Ada di Tengah Kita

Lihat juga: Pesan Terakhir Kristus Menjelang Kenaikan ke Surga


Discover more from HATI YANG BERTELINGA

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

  • Related Posts

    Leave a Reply

    Spiritualitas

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Kasih-Mu Tiada Batasnya, Lirik: Melki Pangaribuan

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Puasa Katolik versi Romo Didit Pr dan Pater Sebas SVD

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    Hari Rabu Abu Mulai Masa Puasa Katolik, Bukan Prapaskah

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    3 Spirit & Mindset Efata Community

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Pastor Kopong MSF: Salahkah Berdoa Bersama Bunda Maria?

    Persembahan untuk Tuhan

    Persembahan untuk Tuhan

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Profil Uskup Baru Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Kultus Orang Kudus Bukan “Paganisme Disulap”

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Menguasai Lidah (Rekaman Pewartaan Mimbar)

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Berkat Imam, Kuasa Rahmat Kristus Mengalir dalam Kehidupan

    Discover more from HATI YANG BERTELINGA

    Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

    Continue reading