Ibrani 1:1-6, Markus 1:14-20
Shalom,
Setelah Yohanes Pembaptis ditangkap, Kristus kembali ke daerah asalnya, ke provinsi Galilea. Dia memilih menetap di kota Kapernaum dan dari situlah Dia mulai mewartakan Injil.
Ketika Kristus dibaptis, Allah Bapa berpesan kepada dunia bahwa Kristus adalah Anak yang dikasihiNya dan kepadaNya Allah berkenan.
Lihat juga: Dibaptis: Diangkat Menjadi Anak Allah
Dalam Kitab Ibrani dikatakan: ‘Setelah pada jaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada jaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada’ (Ibrani 1:1-2a).
Dengan begitu apa yang disampaikan Kristus kepada kita, sungguh adalah apa yang ingin disampaikan Allah kepada kita.
Lihat juga: Yesus Utuslah Aku Menjadi Jala-Mu
Ketika Kristus sedang menyusuri danau Galilea, Dia melihat Simon dan Andreas. Mereka sedang menebarkan jala karena mereka penjala ikan.
Kristus memanggil dan mengata kan: ‘Mari, ikutlah Aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia’.
Lihat juga: Bertekun Menjalani Relasi dengan Tuhan
Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis. Andreas pernah melihat Kristus saat gurunya memperkenalkan Dia sebagai Mesias di sungai Jordan.
Andreas dan Simon segera meninggalkan jala mereka dan mengikutiNya.
Lihat juga: Upah Mengikuti Kristus
Tidak jauh dari situ, Kristus melihat Yohanes yang juga pernah berjumpa dengan Dia, karena Yohanes juga murid Pembaptis seperti Andreas.
Yohanes sedang bersama Yakobus saudara kandungnya, membereskan jala di dalam perahu. Ketika Kristus memanggil, mereka pun segera meninggalkan ayahnya bersama orang-orang upahannya di dalam perahu.
Lihat juga: Syarat Mengikuti Kristus
Kristus memanggil ke 4 rasulNya yang pertama itu, saat mereka sedang bekerja. Kristus tidak menunggu mereka menyelesaikan pekerjaannya dulu.
Hal ini menunjukkan bahwa panggilan Allah kepada setiap kita untuk mewartakan Injil, bukan hanya sekedar untuk mengisi waktu disaat kita sedang senggang.
Lihat juga: Bersama Yesus Pergi Beritakan Injil ke Tempat Lain
Sebagai Yang Maha Tahu, Allah memanggil dan mengutus kita disaat yang paling tepat untuk menyelamatkan kita atau untuk diutus memyelamatkan seseorang.
Karena itu janganlah menunda-nunda saat kita merasa dipanggil dan diutusNya untuk berbuat kasih.
Lihat juga: Kasih Menyelamatkan Kita
Ingatlah, demi menebus dosa kita, Kristus rela merendahkan diriNya menjadi manusia dan malahan wafat dengan cara yang sangat direndahkan.
Karena itu, untuk membalas kasihNya, janganlah kita hanya bersedia melakukan kehendakNya di sisa-sisa waktu dengan sisa-sisa tenaga saja.
Lihat juga: Dia Harus Makin Besar
Ke 4 rasul tersebut segera meninggalkan jala dan perahu mereka ketika dipanggil Kristus.
Bagi seorang nelayan, jala dan perahu adalah kehidupan mereka karena setiap hari mereka tidak lepas dari jala dan perahu.
Tuhan memanggil terbanyak dari kita bukan untuk meninggalkan pekerjaan kita, rumah tangga kita, untuk bersama-sama masuk biara atau menjadi misionaris ke daerah-daerah terpencil.
Lihat juga: Biarawati Katolik Sr Theresia Asia OSU Dilantik Jadi Ketua RT di Bandung
Yang dikehendaki Kristus, agar kita mau meninggalkan cara-cara berpikir, sikap hati dan gaya hidup lama yang masih sering dikuasai kedagingan (kesombongan, cinta diri, ketidakjujuran dan lain sebagainya).
Jangan pernah menunda-nunda untuk bertobat karena kita tidak pernah tahu, sampai berapa lama Tuhan masih memberi waktu kita untuk bertobat.
Lihat juga: Sukacita Pertobatan
Kristus memanggil ke 4 rasulNya yang pertama, bukan hanya agar mereka memperoleh keselamatan untuk diri mereka, tetapi juga agar mereka mau menjadi alat-alatNya mengumpulkan dan menyelamatkan sebanyak mungkin orang (menjadi penjala manusia).
Marilah kita sadari juga. Seperti Kristus telah menyelamatkan hidup kita, telah memberikan kebahagiaan dan kedamaian hidup, maka Dia ingin kitapun mengembalikan kebahagiaan hidup sebanyak mungkin orang.
Lihat juga:Bersujud di Hadapan Kristus
Kristus ingin kita berbuat banyak kasih, agar mereka dapat melihat dan mengalami kehadiran Allah melalui kita.
‘Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka (banyak orang) melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga’ (Matius 5:16).
Tuhan memberkati kita.
Lihat juga: Iman Menyelamatkan Kita
Discover more from HATI YANG BERTELINGA
Subscribe to get the latest posts sent to your email.











